Sunday, January 11, 2026
27.7 C
Jayapura

Tak Hanya Prestasi Akademik, Tapi juga Kembangkan Ketrampilan Nonakademik

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura Rocky Bebena menekankan pentingnya pendidikan karakter, pencegahan narkoba, pergaulan bebas, serta pemanfaatan teknologi digital yang positif bagi siswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama karena pengaruh digitalisasi terhadap perilaku siswa. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus dibentengi dari berbagai hal negatif seperti narkoba, miras, seks bebas, perundungan, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Saat ini kita hidup di era digital. Tugas kita bukan melarang anak menggunakan teknologi, tetapi mengedukasi mereka agar memahami manfaat teknologi bagi pengembangan diri,” ujarnya.

Menurut Rocky, media sosial sering memicu tindakan perundungan. Karena itu, penguatan pendidikan karakter, nilai Pancasila, dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan untuk membentuk perilaku siswa yang lebih baik.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat Nasionalime, Ribuan Pelajar Ikuti Gerak Jalan HUT RI

Ia juga mengungkapkan bahwa Disdikbud Kota Jayapura baru menerima 1.000 buku Pendidikan Pancasila dari BPIP untuk dibagikan ke seluruh sekolah. Selain itu, Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Dasar juga telah memberikan pelatihan digitalisasi sekolah dan perangkat TV pembelajaran untuk mendukung proses belajar.

Rocky menegaskan pentingnya peran guru wali kelas, guru PPKn, guru agama, dan guru BK dalam memahami karakter setiap siswa. “Sekolah tidak bisa hanya mengandalkan guru BK. Guru wali kelas harus tahu karakter dan lingkungan tempat tinggal siswanya, sehingga masalah dapat cepat terdeteksi,” katanya.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura Rocky Bebena menekankan pentingnya pendidikan karakter, pencegahan narkoba, pergaulan bebas, serta pemanfaatan teknologi digital yang positif bagi siswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks, terutama karena pengaruh digitalisasi terhadap perilaku siswa. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus dibentengi dari berbagai hal negatif seperti narkoba, miras, seks bebas, perundungan, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Saat ini kita hidup di era digital. Tugas kita bukan melarang anak menggunakan teknologi, tetapi mengedukasi mereka agar memahami manfaat teknologi bagi pengembangan diri,” ujarnya.

Menurut Rocky, media sosial sering memicu tindakan perundungan. Karena itu, penguatan pendidikan karakter, nilai Pancasila, dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan untuk membentuk perilaku siswa yang lebih baik.

Baca Juga :  Tangani Retribusi Parkir, Dishub Evaluasi Juru Parkir

Ia juga mengungkapkan bahwa Disdikbud Kota Jayapura baru menerima 1.000 buku Pendidikan Pancasila dari BPIP untuk dibagikan ke seluruh sekolah. Selain itu, Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Pendidikan Dasar juga telah memberikan pelatihan digitalisasi sekolah dan perangkat TV pembelajaran untuk mendukung proses belajar.

Rocky menegaskan pentingnya peran guru wali kelas, guru PPKn, guru agama, dan guru BK dalam memahami karakter setiap siswa. “Sekolah tidak bisa hanya mengandalkan guru BK. Guru wali kelas harus tahu karakter dan lingkungan tempat tinggal siswanya, sehingga masalah dapat cepat terdeteksi,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya