Sunday, March 15, 2026
26.1 C
Jayapura

Dihuni Suster Ngesot hingga Pasien Misterius dari Rumah Sakit

Ya, lantai ini memang cukup lama tidak dimanfaatkan dan terbengkalai begitu saja hingga muncul ide untuk menjadikan sebagai lokasi wahana uji nyali. Jadi jika pertama kali masuk nantinya pengunjung akan langsung disuguhi jenazah yang terbaring kaku di atas sebuah dipan.

Posisinya jenasah ini ditutupi kain putih di atas dipan putih. Suasananya diciptakan layaknya rumah sakit. Selain itu ada juga pocong yang akan muncul tiba-tiba. Pengawas lapangan wahana rumah hantu, Eko, mengatakan pemilihan Gedung Pelni dilakukan karena suasananya yang mendukung konsep seram yang ingin ditampilkan kepada pengunjung.

“Gedung ini sudah lama tidak dihuni sehingga kesan mistisnya terasa. Kami menghadirkan rumah hantu di sini supaya pengunjung benar-benar merasakan sensasi menegangkan,” ujarnya, Kamis (12/3).

Baca Juga :  Perkada Tidak Hanya di Papua, Tapi Sudah Dilakukan di Sejumlah Daerah

Wahana tersebut mengusung tema rumah sakit angker. Di dalamnya, akan tersaji berbagai karakter menyeramkan seperti suster ngesot, pasien misterius, dokter hingga pocong yang tiba-tiba muncul di lorong-lorong gelap.

Tidak hanya itu, pengunjung juga harus melewati labirin dan terowongan gelap yang dirancang untuk menguji keberanian. Di sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan diajak hal-hal di luar nalar. Mulai dari memandikan jenazah hingga menyusun puzzle yang tersembunyi di dalam ruangan.

Agar sensasi horor semakin terasa, wahana ini juga dilengkapi efek musik menegangkan, properti boneka , serta tata ruangan yang dibuat seperti rumah sakit tua. Pengunjung anak-anak berusia sekitar lima tahun dianjurkan masuk dengan pendamping orang tua. Sementara pengunjung dewasa bisa mencoba seorang diri.

Baca Juga :  Paling Sulit Belajar Mandiri dan Mentransfer Ilmu dalam Implemetansi KM

Ya, lantai ini memang cukup lama tidak dimanfaatkan dan terbengkalai begitu saja hingga muncul ide untuk menjadikan sebagai lokasi wahana uji nyali. Jadi jika pertama kali masuk nantinya pengunjung akan langsung disuguhi jenazah yang terbaring kaku di atas sebuah dipan.

Posisinya jenasah ini ditutupi kain putih di atas dipan putih. Suasananya diciptakan layaknya rumah sakit. Selain itu ada juga pocong yang akan muncul tiba-tiba. Pengawas lapangan wahana rumah hantu, Eko, mengatakan pemilihan Gedung Pelni dilakukan karena suasananya yang mendukung konsep seram yang ingin ditampilkan kepada pengunjung.

“Gedung ini sudah lama tidak dihuni sehingga kesan mistisnya terasa. Kami menghadirkan rumah hantu di sini supaya pengunjung benar-benar merasakan sensasi menegangkan,” ujarnya, Kamis (12/3).

Baca Juga :  Ditebang Dilihat Usia dan Besarnya, Mengolahnya Butuh Waktu Sampai Seminggu

Wahana tersebut mengusung tema rumah sakit angker. Di dalamnya, akan tersaji berbagai karakter menyeramkan seperti suster ngesot, pasien misterius, dokter hingga pocong yang tiba-tiba muncul di lorong-lorong gelap.

Tidak hanya itu, pengunjung juga harus melewati labirin dan terowongan gelap yang dirancang untuk menguji keberanian. Di sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan diajak hal-hal di luar nalar. Mulai dari memandikan jenazah hingga menyusun puzzle yang tersembunyi di dalam ruangan.

Agar sensasi horor semakin terasa, wahana ini juga dilengkapi efek musik menegangkan, properti boneka , serta tata ruangan yang dibuat seperti rumah sakit tua. Pengunjung anak-anak berusia sekitar lima tahun dianjurkan masuk dengan pendamping orang tua. Sementara pengunjung dewasa bisa mencoba seorang diri.

Baca Juga :  Kebal Dengan Lumpur dan Becek, Kadang Tidur di Tenda Saat Touring

Berita Terbaru

Artikel Lainnya