Friday, February 13, 2026
26.6 C
Jayapura

Tantangannya ketika Khatib Tiba-Tiba Improvisasi saat Khotbah

Dzakwan Aisy Fajar Azhari, Bagian dari Tim Penerjemah Khotbah Jumat di Masjid Nabawi

Dzakwan Aisy Fajar Azhari menerjemahkan materi khotbah yang diserahkan sehari sebelum salat Jumat dan kemudian membacakannya bersamaan dengan sang khatib yang bisa diakses lewat aplikasi radio serta website. Dikontrak per dua tahun.

ARIS IMAM MASYHUDI, Makkah

SAMBIL memegang gawai, sebagian jemaah memasang headset di telinga saat khatib salat Jumat di Masjidilharam, Makkah, menyampaikan khotbahnya dalam bahasa Arab. Mayoritas adalah jemaah dari luar Arab Saudi.

Pemandangan tak jauh berbeda selalu ditemui saat salat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah. Termasuk jemaah asal Indonesia.

Mereka tengah mendengarkan khotbah Jumat. Walaupun tak bisa berbahasa Arab, mereka ternyata tahu maknanya. Sebab, materi sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Dan bisa dinikmati langsung lewat smartphone semua jemaah.

Baca Juga :  Ibadah Haji Usai, Satu Orang Jamaah dari Kota Jayapura Meninggal 

Untuk mengakses terjemahan khotbah Jumat itu, para jemaah bisa membukanya lewat aplikasi radio. Jemaah asal Indonesia yang jumatan di Masjidilharam memakai gelombang 90.50 FM. Yang salat Jumat di Nabawi bisa mengakses gelombang 99.00 FM.

Selain itu, khotbah Jumat hasil terjemahan di dua masjid itu bisa diakses lewat website yang telah disiapkan. Yakni, https://manaratalharamain.gov.sa. Lewat laman tersebut, jemaah tinggal mengeklik bahasa apa yang diinginkan.

Untuk penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, total ada lima orang yang bertugas di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Salah satunya adalah Dzakwan Aisy Fajar Azhari. ”Untuk Nabawi, ada empat orang (penerjemah). Di Masjidilharam, ada satu orang,” ungkap Dzakwan saat ditemui di pelataran Masjid Nabawi akhir Mei lalu.

Baca Juga :  Pendapatan Turun Drastis, Berharap Gangguan Internet Tidak Lama

Dia menceritakan, lewat radio dan website itu, total ada 10 bahasa yang bisa dipilih para jemaah. Di antaranya, bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, dan Mandarin.

Dzakwan Aisy Fajar Azhari, Bagian dari Tim Penerjemah Khotbah Jumat di Masjid Nabawi

Dzakwan Aisy Fajar Azhari menerjemahkan materi khotbah yang diserahkan sehari sebelum salat Jumat dan kemudian membacakannya bersamaan dengan sang khatib yang bisa diakses lewat aplikasi radio serta website. Dikontrak per dua tahun.

ARIS IMAM MASYHUDI, Makkah

SAMBIL memegang gawai, sebagian jemaah memasang headset di telinga saat khatib salat Jumat di Masjidilharam, Makkah, menyampaikan khotbahnya dalam bahasa Arab. Mayoritas adalah jemaah dari luar Arab Saudi.

Pemandangan tak jauh berbeda selalu ditemui saat salat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah. Termasuk jemaah asal Indonesia.

Mereka tengah mendengarkan khotbah Jumat. Walaupun tak bisa berbahasa Arab, mereka ternyata tahu maknanya. Sebab, materi sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Dan bisa dinikmati langsung lewat smartphone semua jemaah.

Baca Juga :  Bantu Turunkan Disparitas Pelayanan Kesehatan di Papua

Untuk mengakses terjemahan khotbah Jumat itu, para jemaah bisa membukanya lewat aplikasi radio. Jemaah asal Indonesia yang jumatan di Masjidilharam memakai gelombang 90.50 FM. Yang salat Jumat di Nabawi bisa mengakses gelombang 99.00 FM.

Selain itu, khotbah Jumat hasil terjemahan di dua masjid itu bisa diakses lewat website yang telah disiapkan. Yakni, https://manaratalharamain.gov.sa. Lewat laman tersebut, jemaah tinggal mengeklik bahasa apa yang diinginkan.

Untuk penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, total ada lima orang yang bertugas di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Salah satunya adalah Dzakwan Aisy Fajar Azhari. ”Untuk Nabawi, ada empat orang (penerjemah). Di Masjidilharam, ada satu orang,” ungkap Dzakwan saat ditemui di pelataran Masjid Nabawi akhir Mei lalu.

Baca Juga :  BKK Antisipasi Penyebaran COVID-19 dari Jamaah Haji 

Dia menceritakan, lewat radio dan website itu, total ada 10 bahasa yang bisa dipilih para jemaah. Di antaranya, bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, dan Mandarin.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya