Sunday, February 15, 2026
33.7 C
Jayapura

Atraksi Perang-perangan, Aksesoris Budaya dan Keindahan Alam jadi Daya Tarik

Festival Budaya Lembah Baliem Dimata Para Turis Mancanegara

Perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan Pemkab Jayawijaya untuk terus menjaga kebudayaan sekaligus memperkenalkan keunikan yang ada di tempat ini ke dunia luar. Lantas apa saja yang menjadi daya tarik bagi turis asing?

Laporan Denny Tonjauw – Wamena.

Kemeriahan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dari tahun ke tahun hingga pada saat ini yang ke 33 tak lepas dari peranan turis mancanegara, domestik dan lokal yang selalu menjadikan iven tersebut sebagai salah satu tujuan untuk menikmati keunikan budaya yang ada di wilayah ini dengan didukung berbagai keindahan alamnya membuat agenda tahunan ini menjadi menarik untuk disaksikan

Baca Juga :  Siapkan Grand Design dan Bentuk Tim Terpadu

Selama 33 tahun perhelatan FBLB di Kabupaten Jayawijaya atraksi yang pertontonkan kepada masyarakat hampir sama dari tahun ke tahun, bahkan atraksi seperti perang-perangan, permainan alat musik pikon, sikoko, panahan dan karapan babi, selalu diperlihatkan dalam setiap pelaksanaan iven itu, akan tetapi tidak seperti tak ada kata bosan bagi para turin ini untuk datang ke Wamena tiap tahun untuk melihat pegelaran tersebut.

Seperti salah satu turis Asing asal Denmark Lars Faursholt yang mengaku sudah mengikuti pelaksanaan FBLB sejak 2017 hingga saat ini, bahkan sejak pertama mengikuti iven ini ia terus mempromosikan FBLB kepada warga Denmark baik yang ada di Indonesia saat berlubur maupun yang ada di negaranya, sebab ada beberapa hal yang menarik dan tidak pernah didapatkan di negara lain.

Baca Juga :  1 Rumah dan 7 kos-kosan di Jalan SD Percobaan Ludes Terbakar

Festival Budaya Lembah Baliem Dimata Para Turis Mancanegara

Perhelatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan Pemkab Jayawijaya untuk terus menjaga kebudayaan sekaligus memperkenalkan keunikan yang ada di tempat ini ke dunia luar. Lantas apa saja yang menjadi daya tarik bagi turis asing?

Laporan Denny Tonjauw – Wamena.

Kemeriahan pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dari tahun ke tahun hingga pada saat ini yang ke 33 tak lepas dari peranan turis mancanegara, domestik dan lokal yang selalu menjadikan iven tersebut sebagai salah satu tujuan untuk menikmati keunikan budaya yang ada di wilayah ini dengan didukung berbagai keindahan alamnya membuat agenda tahunan ini menjadi menarik untuk disaksikan

Baca Juga :  Harus Bisa Petakan Kebutuhan Masyarakat di Setiap Daerah

Selama 33 tahun perhelatan FBLB di Kabupaten Jayawijaya atraksi yang pertontonkan kepada masyarakat hampir sama dari tahun ke tahun, bahkan atraksi seperti perang-perangan, permainan alat musik pikon, sikoko, panahan dan karapan babi, selalu diperlihatkan dalam setiap pelaksanaan iven itu, akan tetapi tidak seperti tak ada kata bosan bagi para turin ini untuk datang ke Wamena tiap tahun untuk melihat pegelaran tersebut.

Seperti salah satu turis Asing asal Denmark Lars Faursholt yang mengaku sudah mengikuti pelaksanaan FBLB sejak 2017 hingga saat ini, bahkan sejak pertama mengikuti iven ini ia terus mempromosikan FBLB kepada warga Denmark baik yang ada di Indonesia saat berlubur maupun yang ada di negaranya, sebab ada beberapa hal yang menarik dan tidak pernah didapatkan di negara lain.

Baca Juga :  Bupati Banua: 8 Persen Dana Desa Harus Dialokasikan untuk Stunting

Berita Terbaru

Artikel Lainnya