Saturday, January 17, 2026
27.5 C
Jayapura

Dididik Selama Satu Bulan, Harus Terbiasa Mandiri Jauh dari Orang Tua

Siswa-siswi Perdana SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Awali Pendidikan di Rindam

Kota Jayapura akhirnya memiliki sekolah unggulan dengan basis pendidikan disiplin yang tinggi, sebagaimana sejumlah sekolah taruna yang sudah banyak berdiri di luar Papua. Dari sekolah ini diharapkan bisa menghadirkan anak-anak Port Numbay yang cerdas secara akademik dan kuat mental dan karakternya.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Senin (7/7) pagi di halaman deretan Ruko yang ada di Koya Tengah Distrik Muara Tami, terlihat barisan anak-anak muda remaja dengan pangkaian serba hijau. Mereka terlihat berbaris rapi, dengan atribut lengkap, layaknya anggota TNI yang akan menjalani pendidikan.

Penampilan mereka dengan seragam dominan warna hijau. Mulai dari kepala tertutup topi rimba hijau, baju atau Pakaian Dinas Lapangan (PDL) warna hijau, dengan sepatu PDL hitam, dan pinggang terikat sabuk kopel, dilengkapi dengan tas rangsel di punggung. Semua terlihat serba baru.

Baca Juga :  Menko PMK Segera Tindaklanjuti Lintas Kementerian dan Lembaga Pasca Putusan MK

Sebelum menjalani pendidikan basis displin di Rindam XVII/Trikora, pagi itu mereka mengikuti acara pelepasan dari Pendiri Gema Valentin Papua, Nerlince Wamuar kepada para pelatih militer dari Rindam. Total dari 123 orang yang mendaftar, 90 orang diantaranya yang terpilih sebagai angkatan pertama SMA Unggulan Taruna Cenderawasih (UTC) ini.

Acara pelepasan ini pun diwarnai dengan suasana haru, dari para orang tua yang hadir untuk menyaksikan dan melepas anak-anak mereka untuk menjalani pendidikan basis. Tentu bukan hal yang mudah melepas mereka yang baru lulus SMP, sebab selama ini tiap hari rata-rata berkumpul di rumah.

Namun, dengan masuk SMA UTC ini, mereka pun harus siap-siap untuk tidak bisa melihat setiap saat anak-anak mereka. Sebab, selain pendidikan di Rindam yang akan ditempuh selama satu bulan, nantinya setelah kembali ke sekolah akan ditempatkan di asrama. Tentu, selain disiplin, kemandirian dan kerjasama antar teman menjadi hal yang penting bagi masa depan anak-anak asli Port Numbay ini.

Baca Juga :  Tak Sekedar Diberi Hak Pilih, Tapi Harus Diberi Ruang Berpartisipasi

Siswa-siswi Perdana SMA Unggulan Taruna Cenderawasih Awali Pendidikan di Rindam

Kota Jayapura akhirnya memiliki sekolah unggulan dengan basis pendidikan disiplin yang tinggi, sebagaimana sejumlah sekolah taruna yang sudah banyak berdiri di luar Papua. Dari sekolah ini diharapkan bisa menghadirkan anak-anak Port Numbay yang cerdas secara akademik dan kuat mental dan karakternya.

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Senin (7/7) pagi di halaman deretan Ruko yang ada di Koya Tengah Distrik Muara Tami, terlihat barisan anak-anak muda remaja dengan pangkaian serba hijau. Mereka terlihat berbaris rapi, dengan atribut lengkap, layaknya anggota TNI yang akan menjalani pendidikan.

Penampilan mereka dengan seragam dominan warna hijau. Mulai dari kepala tertutup topi rimba hijau, baju atau Pakaian Dinas Lapangan (PDL) warna hijau, dengan sepatu PDL hitam, dan pinggang terikat sabuk kopel, dilengkapi dengan tas rangsel di punggung. Semua terlihat serba baru.

Baca Juga :  Bahas Depopulasi dan Marginalisasi Masyarakat Adat di Papua

Sebelum menjalani pendidikan basis displin di Rindam XVII/Trikora, pagi itu mereka mengikuti acara pelepasan dari Pendiri Gema Valentin Papua, Nerlince Wamuar kepada para pelatih militer dari Rindam. Total dari 123 orang yang mendaftar, 90 orang diantaranya yang terpilih sebagai angkatan pertama SMA Unggulan Taruna Cenderawasih (UTC) ini.

Acara pelepasan ini pun diwarnai dengan suasana haru, dari para orang tua yang hadir untuk menyaksikan dan melepas anak-anak mereka untuk menjalani pendidikan basis. Tentu bukan hal yang mudah melepas mereka yang baru lulus SMP, sebab selama ini tiap hari rata-rata berkumpul di rumah.

Namun, dengan masuk SMA UTC ini, mereka pun harus siap-siap untuk tidak bisa melihat setiap saat anak-anak mereka. Sebab, selain pendidikan di Rindam yang akan ditempuh selama satu bulan, nantinya setelah kembali ke sekolah akan ditempatkan di asrama. Tentu, selain disiplin, kemandirian dan kerjasama antar teman menjadi hal yang penting bagi masa depan anak-anak asli Port Numbay ini.

Baca Juga :  Tak Hanya Kelola Buku dan Informasi, Tapi 70 Persen Fokus Transfer Pengetahuan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya