Ia merasa diterima oleh teman-teman dan lebih mudah memahami pelajaran.”Aku merasa lebih asyik di PKBM Bunga Kantil. Guru Matematika-nya juga kalau menjelaskan lebih mudah dipahami. Aku senang banget di Bunga Kantil. Di sana teman-temannya juga asyik dan mau menerima aku,” katanya. Selain pelajaran akademik, peserta didik di PKBM Bunga Kantil juga mendapatkan pelatihan keterampilan.
Setiap Kamis, Fika mengikuti pelatihan barista yang menjadi pengalaman baru baginya. “Aku jadi bisa praktik barista,” tutur dia. Dukungan sang ibu menjadi salah satu alasan yang membuat Fika terus bertahan dan kembali bersekolah. “Ibu selalu mendukung aku buat sekolah. Beliau juga sempat cariin aku sekolah, tapi tidak ada yang mau (menerima) karena sudah penuh. Ibu juga ngajarin aku untuk lebih berani kalau di-bully teman,” jelasnya.
Fika bercita-cita bekerja di Jepang sehingga bertekad menyelesaikan pendidikan hingga jenjang setara SMA.”Aku pengen ke Jepang, jadi aku harus punya ijazah supaya bisa masuk LPK dan bisa pergi kerja ke Jepang. Rencananya aku juga pengen di PKBM lagi masuk SMA nanti,” ujarnya. Fika mengaku tidak tertarik mengikuti program Sekolah Rakyat karena merasa lebih nyaman tinggal di rumahnya di tepi rel kereta api. “Karena kalau di sana (Sekolah Rakyat) enggak bisa pulang. Aku enggak bisa tidur kalau nggak dengar suara kereta,” katanya sambil tersenyum. (alf)
Fika Pratiwi (16) kembali menemukan semangat untuk melanjutkan pendidikan di PKBM Bunga Kantil. (ALFIDA/RADAR SOLO)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ia merasa diterima oleh teman-teman dan lebih mudah memahami pelajaran.”Aku merasa lebih asyik di PKBM Bunga Kantil. Guru Matematika-nya juga kalau menjelaskan lebih mudah dipahami. Aku senang banget di Bunga Kantil. Di sana teman-temannya juga asyik dan mau menerima aku,” katanya. Selain pelajaran akademik, peserta didik di PKBM Bunga Kantil juga mendapatkan pelatihan keterampilan.
Setiap Kamis, Fika mengikuti pelatihan barista yang menjadi pengalaman baru baginya. “Aku jadi bisa praktik barista,” tutur dia. Dukungan sang ibu menjadi salah satu alasan yang membuat Fika terus bertahan dan kembali bersekolah. “Ibu selalu mendukung aku buat sekolah. Beliau juga sempat cariin aku sekolah, tapi tidak ada yang mau (menerima) karena sudah penuh. Ibu juga ngajarin aku untuk lebih berani kalau di-bully teman,” jelasnya.
Fika bercita-cita bekerja di Jepang sehingga bertekad menyelesaikan pendidikan hingga jenjang setara SMA.”Aku pengen ke Jepang, jadi aku harus punya ijazah supaya bisa masuk LPK dan bisa pergi kerja ke Jepang. Rencananya aku juga pengen di PKBM lagi masuk SMA nanti,” ujarnya. Fika mengaku tidak tertarik mengikuti program Sekolah Rakyat karena merasa lebih nyaman tinggal di rumahnya di tepi rel kereta api. “Karena kalau di sana (Sekolah Rakyat) enggak bisa pulang. Aku enggak bisa tidur kalau nggak dengar suara kereta,” katanya sambil tersenyum. (alf)
Fika Pratiwi (16) kembali menemukan semangat untuk melanjutkan pendidikan di PKBM Bunga Kantil. (ALFIDA/RADAR SOLO)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q