Hampir Pulang Karena Takut, Pengguna Daun Bungkus Justru Lebih Beresiko

Hal senada disampaikan oleh H. Arjun dari tim Operator Sunat Indonesia Jayapura yang ikut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perbedaan kondisi fisik membuat durasi tindakan pada orang dewasa dan orang tua cenderung lebih lama. “Kalau anak-anak bisa sekitar 20 menit, dewasa bisa lebih lama karena faktor risiko dan kondisi alat vital yang berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, dengan pengalaman dan kehati-hatian, proses sunat tetap bisa berjalan aman dan lancar, seperti yang terjadi pada kegiatan tersebut. Di antara empat peserta itu, peserta berusia 52 ini menjadi sosok yang paling mencuri perhatian. Dengan usia yang tak lagi muda, ia akhirnya memberanikan diri untuk disunat sebuah keputusan yang sudah lama ia simpan.

Baca Juga :  Instruksi Wali Kota Harus Diikuti Pengawasan

“Saya sudah lama ingin sunat, tapi baru sekarang benar-benar terlaksana. Saya lega sekali,” ujarnya dengan wajah sumringah usai tindakan. Bagi Joshua, keputusan ini bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan, melainkan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Ia mengaku terdorong oleh keinginan menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, serta dukungan dari pasangan.

“Kalau sudah sunat itu lebih bersih, tidak bau, dan lebih nyaman. Yang paling penting, bisa menghindari penyakit,” katanya. Cerita serupa datang dari pria berusia 43. Ia sempat diliputi rasa takut setelah melihat rekannya mengalami pendarahan saat proses sunat. Bahkan, ia hampir membatalkan niatnya. Namun, setelah mendengar pengalaman langsung dari temannya yang telah selesai disunat, keberanian itu kembali tumbuh.

Baca Juga :  Bantu Kelancaran Ibadah di 13 Gereja, HMI Berharap Bisa Ditiru Daerah Lain

“Sempat takut dan mau pulang, tapi setelah dengar cerita teman, saya jadi yakin. Ternyata tidak seseram yang dibayangkan,” ungkapnya. Kini, ia mengaku senang dan lega telah melalui proses tersebut dengan aman. Fenomena peserta dewasa dalam sunat massal ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terus meningkat. Sunat tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban budaya atau agama, tetapi juga sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan.

Hal senada disampaikan oleh H. Arjun dari tim Operator Sunat Indonesia Jayapura yang ikut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perbedaan kondisi fisik membuat durasi tindakan pada orang dewasa dan orang tua cenderung lebih lama. “Kalau anak-anak bisa sekitar 20 menit, dewasa bisa lebih lama karena faktor risiko dan kondisi alat vital yang berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, dengan pengalaman dan kehati-hatian, proses sunat tetap bisa berjalan aman dan lancar, seperti yang terjadi pada kegiatan tersebut. Di antara empat peserta itu, peserta berusia 52 ini menjadi sosok yang paling mencuri perhatian. Dengan usia yang tak lagi muda, ia akhirnya memberanikan diri untuk disunat sebuah keputusan yang sudah lama ia simpan.

Baca Juga :  Menilik Sejarah Panjang Bangunan Museum Sumpah Pemuda, Pernah Alih Fungsi

“Saya sudah lama ingin sunat, tapi baru sekarang benar-benar terlaksana. Saya lega sekali,” ujarnya dengan wajah sumringah usai tindakan. Bagi Joshua, keputusan ini bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan, melainkan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Ia mengaku terdorong oleh keinginan menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi, serta dukungan dari pasangan.

“Kalau sudah sunat itu lebih bersih, tidak bau, dan lebih nyaman. Yang paling penting, bisa menghindari penyakit,” katanya. Cerita serupa datang dari pria berusia 43. Ia sempat diliputi rasa takut setelah melihat rekannya mengalami pendarahan saat proses sunat. Bahkan, ia hampir membatalkan niatnya. Namun, setelah mendengar pengalaman langsung dari temannya yang telah selesai disunat, keberanian itu kembali tumbuh.

Baca Juga :  Disebut “Gedung Hantu” hingga Sering Jadi Tempat Maksiat

“Sempat takut dan mau pulang, tapi setelah dengar cerita teman, saya jadi yakin. Ternyata tidak seseram yang dibayangkan,” ungkapnya. Kini, ia mengaku senang dan lega telah melalui proses tersebut dengan aman. Fenomena peserta dewasa dalam sunat massal ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terus meningkat. Sunat tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban budaya atau agama, tetapi juga sebagai langkah penting dalam menjaga kesehatan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya