Menurut Aul, jika dukungan sosial di sekitarnya sudah tidak sehat, bisa berimbas murid bosan sekolah. Akhirnya berdampak pada penurunan nilai akademik. Dalam penelitiannya, Aul menyebar kuesioner kepada 120 reponden siswa kelas X sampai XII secara random. ”Saya izin dulu untuk penelitian kepada guru BK sekolah itu. Hasil penelitian juga saya sampaikan,” ucapnya.
Isi kuesioner yang disebar itu, ada 25 pertanyaan untuk dukungan sosial peer group (teman sebaya) dan 20 pertanyaan untuk burnout academic (kelelahan akademik). Aul membutuhkan waktu tiga bulan dalam penelitian ini. Mulai dari proses penyebaran kuesioner sampai tahap akhir. Setelah mendapatkan datanya, dia kemudian membuatnya menjadi karya tulis ilmiah. Dia kemudian meminta koreksi dari dosen pembimbing.
Setelah dinyatakan layak dan mendapat persetujuan dari pembimbing, dia kemudian mengunggah di Jurnal Sinta 3 (jurnal nasional). ”Proses sampai diterima di Jurnal Sinta 3, butuh waktu satu bulan. Kemudian di-adopt ke jurnal-jurnal nasional lain. Saya hanya ada revisi dua kali. Jika sudah terbit di jurnal nasional tak perlu ujian skripsi,” ungkapnya. Aul yang memiliki indeks prestasi komulatif (IPK) 3,95 ini, berkeinginan melanjutkan studi S-2. Namun, pihak keluarga menginginkan dirinya untuk bekerja lebih dulu. (*/lin)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Aul, jika dukungan sosial di sekitarnya sudah tidak sehat, bisa berimbas murid bosan sekolah. Akhirnya berdampak pada penurunan nilai akademik. Dalam penelitiannya, Aul menyebar kuesioner kepada 120 reponden siswa kelas X sampai XII secara random. ”Saya izin dulu untuk penelitian kepada guru BK sekolah itu. Hasil penelitian juga saya sampaikan,” ucapnya.
Isi kuesioner yang disebar itu, ada 25 pertanyaan untuk dukungan sosial peer group (teman sebaya) dan 20 pertanyaan untuk burnout academic (kelelahan akademik). Aul membutuhkan waktu tiga bulan dalam penelitian ini. Mulai dari proses penyebaran kuesioner sampai tahap akhir. Setelah mendapatkan datanya, dia kemudian membuatnya menjadi karya tulis ilmiah. Dia kemudian meminta koreksi dari dosen pembimbing.
Setelah dinyatakan layak dan mendapat persetujuan dari pembimbing, dia kemudian mengunggah di Jurnal Sinta 3 (jurnal nasional). ”Proses sampai diterima di Jurnal Sinta 3, butuh waktu satu bulan. Kemudian di-adopt ke jurnal-jurnal nasional lain. Saya hanya ada revisi dua kali. Jika sudah terbit di jurnal nasional tak perlu ujian skripsi,” ungkapnya. Aul yang memiliki indeks prestasi komulatif (IPK) 3,95 ini, berkeinginan melanjutkan studi S-2. Namun, pihak keluarga menginginkan dirinya untuk bekerja lebih dulu. (*/lin)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q