Menembus Jalan Terjal Menuju Surga Tersembunyi Yongsu Spari

Melihat Pesona Alam Kampung Yongsu Spari

Perjalanan menuju Kampung Yongsu Spari, Distrik Rafenirara, Kabupaten Jayapura, bukanlah perjalanan yang singkat. Namun, setiap kilometer yang dilalui seakan menjadi harga yang pantas untuk dibayar demi menyaksikan salah satu surga tersembunyi di pesisir utara Papua.

Laporan: Yohana_SENTANI

Pagi itu, kendaraan melaju meninggalkan hiruk-pikuk Kabupaten Jayapura, meninggalkan Distrik Sentani. Jalanan berkelok membelah perbukitan dan hutan tropis yang masih alami. Dari Kota Jayapura, perjalanan membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Jika berangkat dari Sentani, waktu tempuh sekitar dua jam, sementara dari Depapre sekitar satu jam.

Namun perjalanan menuju Yongsu Spari bukan sekadar soal jarak. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika kendaraan memasuki ruas jalan yang berada di pinggiran lereng Pegunungan Cycloop. Beberapa titik jalan masih rusak, berbatu, bahkan terdapat aliran kali yang harus dilintasi kendaraan.  Lumpur dan guncangan menjadi teman sepanjang perjalanan. Meski demikian, rasa lelah perlahan terbayar ketika hamparan biru Laut Pasifik mulai terlihat dari kejauhan. Semakin mendekat, semakin jelas keindahan alam yang tersimpan di Kampung Yongsu Spari.

Baca Juga :  Jadikan Koya Timur Lumbung Budidaya Ikan Nila

Kampung yang menjadi satu dari empat kampung di Distrik Rafenirara ini berada tepat di bawah kaki Pegunungan Cycloop. Perpaduan antara pegunungan hijau dan lautan biru menciptakan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain. Daya tarik utama Yongsu Spari terletak pada pantainya yang unik. Berbeda dengan pantai berpasir pada umumnya, kawasan ini dihiasi hamparan bebatuan pipih yang tersusun alami menyerupai piring-piring raksasa. Bebatuan tersebut bahkan dapat ditumpuk membentuk menara-menara kecil layaknya candi mini yang tetap kokoh meski diterpa angin dan deburan ombak Laut Pasifik.

Melihat Pesona Alam Kampung Yongsu Spari

Perjalanan menuju Kampung Yongsu Spari, Distrik Rafenirara, Kabupaten Jayapura, bukanlah perjalanan yang singkat. Namun, setiap kilometer yang dilalui seakan menjadi harga yang pantas untuk dibayar demi menyaksikan salah satu surga tersembunyi di pesisir utara Papua.

Laporan: Yohana_SENTANI

Pagi itu, kendaraan melaju meninggalkan hiruk-pikuk Kabupaten Jayapura, meninggalkan Distrik Sentani. Jalanan berkelok membelah perbukitan dan hutan tropis yang masih alami. Dari Kota Jayapura, perjalanan membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Jika berangkat dari Sentani, waktu tempuh sekitar dua jam, sementara dari Depapre sekitar satu jam.

Namun perjalanan menuju Yongsu Spari bukan sekadar soal jarak. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika kendaraan memasuki ruas jalan yang berada di pinggiran lereng Pegunungan Cycloop. Beberapa titik jalan masih rusak, berbatu, bahkan terdapat aliran kali yang harus dilintasi kendaraan.  Lumpur dan guncangan menjadi teman sepanjang perjalanan. Meski demikian, rasa lelah perlahan terbayar ketika hamparan biru Laut Pasifik mulai terlihat dari kejauhan. Semakin mendekat, semakin jelas keindahan alam yang tersimpan di Kampung Yongsu Spari.

Baca Juga :  Banjir Terparah Kali ini, Proses Pembelajaran Ditargetkan Normal Minggu

Kampung yang menjadi satu dari empat kampung di Distrik Rafenirara ini berada tepat di bawah kaki Pegunungan Cycloop. Perpaduan antara pegunungan hijau dan lautan biru menciptakan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain. Daya tarik utama Yongsu Spari terletak pada pantainya yang unik. Berbeda dengan pantai berpasir pada umumnya, kawasan ini dihiasi hamparan bebatuan pipih yang tersusun alami menyerupai piring-piring raksasa. Bebatuan tersebut bahkan dapat ditumpuk membentuk menara-menara kecil layaknya candi mini yang tetap kokoh meski diterpa angin dan deburan ombak Laut Pasifik.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya