Lebih dari tiga dekade menetap di Pulau Madura, Ushar tidak pernah melupakan kampung halamannya di Bulukumba. Setiap Lebaran, ia selalu melakukan perjalanan mudik. Tradisi mudik sudah menjadi bagian penting dalam hidup Ushar. Walau jarak yang ditempuh sangat jauh, ia tetap bertekad pulang demi menjaga hubungan kekeluargaan yang menurutnya tidak boleh terputus.
Meski seorang diri, tanpa istri maupun anak di sampingnya, Ushar tidak mengurungkan niatnya untuk bersilaturahmi. Kakek 66 tahun ini tetap siap mengarungi lautan lebih dari 800 mil, yang memakan waktu sekitar 32 jam. “Setiap tahun saya pulang ke (Bulukamba via) Makasar, kadang sama keluarga, kadang sendiri. Tahun ini mudik sendiri karena posisinya istri lagi sakit,” ucap Ushar sambil tersenyum simpul.
Selama bertahun-tahun mudik, Ushar hampir selalu memilih kapal laut sebagai moda transportasi. Bukan tanpa alasan, selain biayanya yang ekonomis, ia merasa perjalanan kapal memberikan kenyamanan tersendiri. Pada musim mudik tahun ini, Ushar berangkat menggunakan Kapal Penumpang KM Kencana Dharma VII dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
“Dari dulu selalu naik kapal, karena kalau pesawat ndak ada uangnya. Naik kapal juga nyaman, tinggal duduk, bisa tiduran juga, jadi berhari-hari di atas lautan sudah biasa, mbak,” kelakar Ushar.Setelah berlabuh di Makassar, perjalanan Ushar belum selesai. Ia masih harus menempuh perjalanan darat sekitar 170 kilometer ke arah Tenggara menuju kampungnya, demi satu tujuan sederhana: menjaga tali silaturahmi keluarga.
“Yang namanya silaturahmi keluarga itu penting. Saya ini jauh-jauh hari mengajukan cuti demi pulang. InsyaAllah kalau nggak ada halangan dan diberi kesehatan, tanggal 31 Maret 2026 saya berangkat dari Makasar,” tutupnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q