alexametrics
29.7 C
Jayapura
Monday, June 13, 2022

Stok Terbatas, Harga Sayuran Naik

Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Hamadi, Rabu (27/3). Seorang penjual komoditas pertanian sedang melayani pembeli, Rabu (27/3) kemarin.Yohana/Cepos

JAYAPURA – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Keerom, harga sayuran naik Rp 2 ribu/ikat karena ladang petani banyak yang kebanjiran, sehingga stok sayuran terbatas.

 Seorang penjual sayuran di Pasar Sentral Hamadi, Muslika mengatakan, pihaknya sudah hampir 5 hari kesulitan memperoleh stok sayuran, terutama sayur sawi, kangkung cabut, timun, bayam dan sebagainya.

“Rata-rata harga yang kami jual mengalami kenaikan dari Rp 5 ribu/ikat menjadi Rp Rp 7 ribu/ikat. Kenaikan dikarenakan banyak petani sayuran yang gagal panen dan rusak akibat banjir yang melanda Kabupaten Keerom,’’ungkapnya.

 Lanjutnya, meski harga sayuran mengalami kenaikan, namun pengaruh banjir tersebut tidak mempengaruhi harga komoditas pertanian lainnya seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai kering dan tomat.

 “Harga kelompok bumbu dapur masih sangat terkendali, bahkan mengalami penurunan harga, karena stok melimpah. Untuk cabai rawit dari Rp 100 ribu/kg turun menjadi Rp 80 ribu/kg, cabai merah besar Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu, cabai keriting Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu/kg dan tomat Rp 16 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu/kg,” terangnya.

Baca Juga :  PT. Pos Fokus Kembangkan Bisnis Pengiriman Paket dan Logistik

 Diakuinya penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak 5 hari terakhir ini pasca banjir di Koya, stok komoditi pertanian ini pihaknya peroleh langsung dari Arso dan sekitarnya, kecuali bawang merah dan bawang putih pihaknya datangkan dari Surabaya. Harganya pun mengalami kenaikan dari Rp 45 ribu/ kg untuk bawang merah, naik menjadi Rp 50 ribu/kg dan bawang putih Rp 40 ribu/kg naik menjadi Rp 45 ribu/kg.

 Sementara itu, Wati salah satu penjual komoditas pertanian di Pasar Youtefa mengakui bahwa pihaknya juga sudah 5 hari terakhir kesulitan mendapatkan sayur-sayuran dari Koya, pasca banjir, sehingga harga sayur di pasar rata-rata mengalami kenaikan dari Rp 5.000/ikat menjadi Rp 7.000 – Rp 8.000 per ikat.

Baca Juga :  Telkom Jamin Fasilitas ICT di Seluruh Venue PON XX Handal dan Berkualitas

“Stok sayuran seperti sawi, bayam dan kangkung cabut memang masih sulit didapat, tapi untuk harga lainnya masih stabil. Malah untuk cabai rawit dan tomat kami mengalami penurunan harga. Untuk cabai rawit Rp 100 ribu turun menjadi Rp 85 ribu, tomat dari Rp 18 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu- Rp 12 ribu/kg, cabai besar Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu, cabai keriting Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu/kg,” terangnya. (ana/ary)

Aktivitas jual beli di Pasar Sentral Hamadi, Rabu (27/3). Seorang penjual komoditas pertanian sedang melayani pembeli, Rabu (27/3) kemarin.Yohana/Cepos

JAYAPURA – Pasca banjir yang melanda Kabupaten Keerom, harga sayuran naik Rp 2 ribu/ikat karena ladang petani banyak yang kebanjiran, sehingga stok sayuran terbatas.

 Seorang penjual sayuran di Pasar Sentral Hamadi, Muslika mengatakan, pihaknya sudah hampir 5 hari kesulitan memperoleh stok sayuran, terutama sayur sawi, kangkung cabut, timun, bayam dan sebagainya.

“Rata-rata harga yang kami jual mengalami kenaikan dari Rp 5 ribu/ikat menjadi Rp Rp 7 ribu/ikat. Kenaikan dikarenakan banyak petani sayuran yang gagal panen dan rusak akibat banjir yang melanda Kabupaten Keerom,’’ungkapnya.

 Lanjutnya, meski harga sayuran mengalami kenaikan, namun pengaruh banjir tersebut tidak mempengaruhi harga komoditas pertanian lainnya seperti cabai rawit, cabai merah besar, cabai kering dan tomat.

 “Harga kelompok bumbu dapur masih sangat terkendali, bahkan mengalami penurunan harga, karena stok melimpah. Untuk cabai rawit dari Rp 100 ribu/kg turun menjadi Rp 80 ribu/kg, cabai merah besar Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu, cabai keriting Rp 60 ribu/kg turun menjadi Rp 50 ribu/kg dan tomat Rp 16 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu/kg,” terangnya.

Baca Juga :  Jadwal Kapal Putih Normal, Kuota Penumpang Dibatasi 50 Persen

 Diakuinya penurunan harga tersebut sudah terjadi sejak 5 hari terakhir ini pasca banjir di Koya, stok komoditi pertanian ini pihaknya peroleh langsung dari Arso dan sekitarnya, kecuali bawang merah dan bawang putih pihaknya datangkan dari Surabaya. Harganya pun mengalami kenaikan dari Rp 45 ribu/ kg untuk bawang merah, naik menjadi Rp 50 ribu/kg dan bawang putih Rp 40 ribu/kg naik menjadi Rp 45 ribu/kg.

 Sementara itu, Wati salah satu penjual komoditas pertanian di Pasar Youtefa mengakui bahwa pihaknya juga sudah 5 hari terakhir kesulitan mendapatkan sayur-sayuran dari Koya, pasca banjir, sehingga harga sayur di pasar rata-rata mengalami kenaikan dari Rp 5.000/ikat menjadi Rp 7.000 – Rp 8.000 per ikat.

Baca Juga :  Telkomsel Pastikan Kualitas Jaringan dan Layanan Prima Selama RAFI 2021

“Stok sayuran seperti sawi, bayam dan kangkung cabut memang masih sulit didapat, tapi untuk harga lainnya masih stabil. Malah untuk cabai rawit dan tomat kami mengalami penurunan harga. Untuk cabai rawit Rp 100 ribu turun menjadi Rp 85 ribu, tomat dari Rp 18 ribu/kg turun menjadi Rp 10 ribu- Rp 12 ribu/kg, cabai besar Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu, cabai keriting Rp 65 ribu turun menjadi Rp 55 ribu/kg,” terangnya. (ana/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/