alexametrics
27.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Masyarakat Harus Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Masyarakat saat berbelanja di Saga Mall Abepura, BI Papua dorong masyarakat bantu pulihkan perekonomian di Papua di masa pandemic Covid-19 ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia optimis konsumsi masyarakat di Papua masih terjaga dengan baik. Walaupun saat ini masih ada dalam masa pandemi Covid-19.

 Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Parovinsi Papua Naek Tigor Sinaga, pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan aturan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pembatasan jam aktivitas pelaku usaha maupun masyarakat.  Pelaku usaha juga harus mengatur tempat duduk 50 persen dari kapasitas ruangan.

 Hal tersebut jangan sampai mempengengaruhi atau memperlambat perekonomian. Diharapkan masyarakat tetap melakukan aktivitas di luar rumah,  yang penting tetap selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

 Semua ini bertujuan agar aktivitas masyarakat dalam menggerakkan perekonomian tetap berlanjut. Jika konsumi atau daya beli masyarakat masih ada, tentu ini akan meningkatkan perekonomian karena peredaran pertukaran uang masih bagus di Papua.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Titik BBM Satu Harga di Ayamaru Utara

 “Pada triwulan pertama 2021, Provinsi Papua mencatat pertumbuhan sebesar 14,28 persen (year on year). Lebih tinggi dibandingkan nasional yang masih mengalami kontraksi sebesar minus 0,74 persen (YoY). Sedangkan perekonomian Papua masih didominasi sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan 61,06 persen (YoY),’’jelasnya, kemarin.

 Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi non tambang tercatat masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,76 persen (YoY). Tidak lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan ke empat 2020 sebesar minus 6, 83 persen (YoY). 

 Oleh sebab itu, dalam mendorong pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19, Bank Indonesia telah melakukan pemetaan terhadap sektor aman dan produktif yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah serta pelaku usaha yakni meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat supaya tidak hanya sektor pertambahan saja yang melejit. (dil/ary)

Baca Juga :  Tingkatkan Pengunjung, Mal Jayapura Gelar Lomba Fashion Show
Masyarakat saat berbelanja di Saga Mall Abepura, BI Papua dorong masyarakat bantu pulihkan perekonomian di Papua di masa pandemic Covid-19 ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia optimis konsumsi masyarakat di Papua masih terjaga dengan baik. Walaupun saat ini masih ada dalam masa pandemi Covid-19.

 Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Parovinsi Papua Naek Tigor Sinaga, pandemi Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan aturan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pembatasan jam aktivitas pelaku usaha maupun masyarakat.  Pelaku usaha juga harus mengatur tempat duduk 50 persen dari kapasitas ruangan.

 Hal tersebut jangan sampai mempengengaruhi atau memperlambat perekonomian. Diharapkan masyarakat tetap melakukan aktivitas di luar rumah,  yang penting tetap selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. 

 Semua ini bertujuan agar aktivitas masyarakat dalam menggerakkan perekonomian tetap berlanjut. Jika konsumi atau daya beli masyarakat masih ada, tentu ini akan meningkatkan perekonomian karena peredaran pertukaran uang masih bagus di Papua.

Baca Juga :  Pertamina Resmikan Titik BBM Satu Harga di Ayamaru Utara

 “Pada triwulan pertama 2021, Provinsi Papua mencatat pertumbuhan sebesar 14,28 persen (year on year). Lebih tinggi dibandingkan nasional yang masih mengalami kontraksi sebesar minus 0,74 persen (YoY). Sedangkan perekonomian Papua masih didominasi sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan 61,06 persen (YoY),’’jelasnya, kemarin.

 Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi non tambang tercatat masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,76 persen (YoY). Tidak lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan ke empat 2020 sebesar minus 6, 83 persen (YoY). 

 Oleh sebab itu, dalam mendorong pemulihan ekonomi dampak dari pandemi Covid-19, Bank Indonesia telah melakukan pemetaan terhadap sektor aman dan produktif yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah serta pelaku usaha yakni meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat supaya tidak hanya sektor pertambahan saja yang melejit. (dil/ary)

Baca Juga :  Masih Dilema Soal PON XX, Penjual Souvenir Belum Datangkan Stok 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/