alexametrics
23.7 C
Jayapura
Thursday, May 26, 2022

Harga Kedelai Melangit, Penrajin Tahu Tempe Menjerit

JAYAPURA- Penrajin tempe dan tahu di wilayah Kota Jayapura sekarang mulai gelisah dengan adanya kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 620 ribu /karung (isi 50 kg). Padahal sebelumnya harga kedelai tidak sampai di harga tersebut hanya kisaran Rp 560 ribu-580 ribu/karung.

Sutrisno salah satu penrajin tahu di Entrop mengakui harga kedelai sekarang sudah naik mulai awal Januari 2022 memang naiknya harga kedelai bertahap, kali pertama ada pada saat pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Harga kedelai naik karena produsen kedelai di negara Argentina dan Amerika mengirim kedelai ke negara Cina karena permintaannya yang begitu banyak  digunakan untuk pakan ternak babi, sehingga para pengrajin tempe, tahu di Indonesia kewalahan tidak mempunyai stok kedelai kiriman dari Argentina dan Amerika karena kalah dengan Cina.

” Naiknya harga kedelai itu bertahap normalnya dulu sebelum ada Corona Rp 430 ribu/karung, dan pertama kali ada Corona naik sampai Rp 580 ribu/karung  dan turun lagi Rp 560ribu/karung, dan sekarang naik lagi menjadi Rp 620 ribu/karung,”ungkapnya, Selasa (22/2).

Baca Juga :  Minyak Goreng Dalam Kemasan Masih Mahal

Tresno mengakui, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga tahu yang ia jual karena rata-rata pedagang atau pengrajin tempe tahu berani menaikkan harga jika para pengrajin tempe tahu sepakat sama-sama menaikkan namun juga belum ada tentu takut karena nanti pelanggan akan kabur.

” Ada kenaikan harga kedelai membuat untung kita tipis bahkan kalau memang dalam 1 bulan kedepan dihitung-hitung untungnya tipis maka solusinya akan dilakukan pengecilan ukuran tahu, saat ini harga tahu satu potong masih Rp3.000.,”ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Damiah dan H. Muzzamil pengrajin tahu di wilayah Kali Acai Abepura, mereka mengaku dampak dari naiknya harga kedelai untuk pembuatan tempe dan tahu membuat para pengrajin mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.

Tapi mereka para pengrajin tahu dan tempe belum bisa berbuat banyak hal ini dihadapkan dengan para pengrajin tahu jika mau menaikkan harga harus sama-sama, jika ada pengrajin tahu yang berani menaikkan harga pasti pelanggannya akan kabur beli ke pengrajin tahu lainnya.

Baca Juga :  Penumpang Siwijaya Air Turun 10 Persen, Garuda Stabil

Untuk itu mereka berharap para pengrajin tahu se Kota Jayapura bisa sepakat dengan adanya kenaikan harga kedelai maka pembuatan tahu dan tempe juga harus naik dan naiknya ini harus ada kesepakatan bersama.

Oleh karena itu, dengan kondisi seperti ini mau tidak mau jika memang harga kedelai masih mahal solusinya adalah pengurangan ukuran tahu atau tempe namun ini belum dilakukan karena masih berharap harga kedelai bisa turun atau adanya kesepakatan bersama antara pengrajin tahu tempe Sekota Jayapura untuk menaikkan besaran harganya.

Mereka mengakui selama ini permintaan tahu tempe masyarakat Kota Jayapura sangat tinggi karena memang sudah menjadi kebutuhan pokok untuk makan setiap hari yang harganya lebih terjangkau.(dil/gin).

JAYAPURA- Penrajin tempe dan tahu di wilayah Kota Jayapura sekarang mulai gelisah dengan adanya kenaikan harga kedelai yang mencapai Rp 620 ribu /karung (isi 50 kg). Padahal sebelumnya harga kedelai tidak sampai di harga tersebut hanya kisaran Rp 560 ribu-580 ribu/karung.

Sutrisno salah satu penrajin tahu di Entrop mengakui harga kedelai sekarang sudah naik mulai awal Januari 2022 memang naiknya harga kedelai bertahap, kali pertama ada pada saat pandemi Covid-19 di tahun 2020.

Harga kedelai naik karena produsen kedelai di negara Argentina dan Amerika mengirim kedelai ke negara Cina karena permintaannya yang begitu banyak  digunakan untuk pakan ternak babi, sehingga para pengrajin tempe, tahu di Indonesia kewalahan tidak mempunyai stok kedelai kiriman dari Argentina dan Amerika karena kalah dengan Cina.

” Naiknya harga kedelai itu bertahap normalnya dulu sebelum ada Corona Rp 430 ribu/karung, dan pertama kali ada Corona naik sampai Rp 580 ribu/karung  dan turun lagi Rp 560ribu/karung, dan sekarang naik lagi menjadi Rp 620 ribu/karung,”ungkapnya, Selasa (22/2).

Baca Juga :  OJK Cabut Izin BPRS Muamalat Youtefa

Tresno mengakui, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga tahu yang ia jual karena rata-rata pedagang atau pengrajin tempe tahu berani menaikkan harga jika para pengrajin tempe tahu sepakat sama-sama menaikkan namun juga belum ada tentu takut karena nanti pelanggan akan kabur.

” Ada kenaikan harga kedelai membuat untung kita tipis bahkan kalau memang dalam 1 bulan kedepan dihitung-hitung untungnya tipis maka solusinya akan dilakukan pengecilan ukuran tahu, saat ini harga tahu satu potong masih Rp3.000.,”ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Damiah dan H. Muzzamil pengrajin tahu di wilayah Kali Acai Abepura, mereka mengaku dampak dari naiknya harga kedelai untuk pembuatan tempe dan tahu membuat para pengrajin mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan.

Tapi mereka para pengrajin tahu dan tempe belum bisa berbuat banyak hal ini dihadapkan dengan para pengrajin tahu jika mau menaikkan harga harus sama-sama, jika ada pengrajin tahu yang berani menaikkan harga pasti pelanggannya akan kabur beli ke pengrajin tahu lainnya.

Baca Juga :  Perkenalkan LinkAja, Melalui Shopping Race

Untuk itu mereka berharap para pengrajin tahu se Kota Jayapura bisa sepakat dengan adanya kenaikan harga kedelai maka pembuatan tahu dan tempe juga harus naik dan naiknya ini harus ada kesepakatan bersama.

Oleh karena itu, dengan kondisi seperti ini mau tidak mau jika memang harga kedelai masih mahal solusinya adalah pengurangan ukuran tahu atau tempe namun ini belum dilakukan karena masih berharap harga kedelai bisa turun atau adanya kesepakatan bersama antara pengrajin tahu tempe Sekota Jayapura untuk menaikkan besaran harganya.

Mereka mengakui selama ini permintaan tahu tempe masyarakat Kota Jayapura sangat tinggi karena memang sudah menjadi kebutuhan pokok untuk makan setiap hari yang harganya lebih terjangkau.(dil/gin).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/