alexametrics
27.7 C
Jayapura
Saturday, May 28, 2022

Tol Laut Jalur T-19 Solusi Allternatif bagi Bulog

JAYAPURA- Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Papua & Papua Barat Mohamad Alexander menjelaskan, Perum BULOG sebagai BUMN yang bergerak dibidang pangan memerlukan distribusi logistik pangan yang efisien, efektif, lancar dan aman.

  Infrastruktur transportasi merupakan salah satu faktor penting dan pendukung dalam membentuk harga suatu komoditi. Semakin bagus dan lancar infrastruktur transportasi (baik antar provinsi antar kabupaten) maka akan semakin memperlancar proses distribusi komoditi di suatu tempat.

Hal tersebut mengakibatkan biaya distribusi dapat ditekan karena volume dan intensitas distribusi semakin banyak dan lancar,  yang efeknya akan menurunkan harga jual komoditi di suatu tempat.

 Dijelaskan, harga komoditi pangan di Provinsi Papua sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi pasokan dari luar Papua. Hal ini dikarenakan mayoritas Wilayah Papua bukan merupakan daerah produsen (kecuali Kab. Merauke sebagai daerah produsen beras), sehingga sebagian besar pasokan komoditi bergantung pada daerah produsen seperti Sulsel dan Jatim yang mengakibatkan harga Bapokting (bahan pokok dan penting) akan sangat fluktuatif bergantung kondisi stok dan pasokan dari daerah produsen. Ditambah lagi faktor transportasi laut,  baik tarif dan lama pengiriman juga menjadi faktor perubahan harga jual, sehingga berimplikasi terjadinya disparitas harga Bapokting. Untuk itu Bulog siap mendukung program Pemprop PACE JUARA (Pengendalian Percepatan Papua Satu Harga).

Baca Juga :  Stabilkan Harga di Pasaran, Bulog Datangkan 100 Ton Gula Pasir

  Kehadiran Tol Laut jalur T-19 merupakan solusi alternatif bagi Bulog dalam mendistribusikan komoditi pangan yg dikelolanya khususnya beras. Trayek ini sekaligus menjawab persoalan rendahnya serapan beras Merauke,  akibat mahalnya biaya transportasi angkutan laut. 

 ”Bulog dipercaya dalam mengoptimalkan penggunaan tol laut trayek T-19 tersebut maupun rute lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah,  khususnya terkait pemanfaatan transportasi jalur distribusi pangan yang lebih efisien dan efektif melalui tol laut, sejak diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada awal tahun ini,”ungkapnya, Rabu (16/6).

 Diakui, secara prinsip kegiatan transportasi distribusi khususnya komoditi pangan seperti beras melalui Tol Laut trayek T-19 ini ditujukan untuk membantu pengeluaran hasil produksi beras dan bahan pangan lainnya dari Kabupaten Merauke ke wilayah lain di Provinsi Papua dan Papua Barat serta arus baliknya, dimana selama ini beras dari Bulog Cabang Merauke tujuan Jayapura harus melalui jalur Surabaya maupun Makassar.

Baca Juga :  PHRI Imbau Hotel dan Restoran Tetap Perhatikan Prokes

 Baru-baru ini kegiatan Tol Laut trayek T-19 pada voyage ke-6 KM Logistik Nusantara 2 telah mengangkut 56 kontainer beras dari Merauke untuk selanjutnya beras tersebut akan didistribusikan ke wilayah Papua dan Papua Barat. Kehadiran Tol Laut trayek T-19 ini juga turut meramaikan jalur lintasan niaga di Selatan Papua dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah serta membantu menurunkan disparitas harga.

 “Ke depan Perum BULOG Kanwil Papua dan  Papua Barat akan terus mengoptimalkan Tol Laut Rute T-19 dan harapannya dapat berjalan lebih baik lagi, baik dari segi infrastruktur di pelabuhan yang disinggahi kapal Tol Laut maupun infrastruktur akses dari pelabuhan ke pusat kota, sehingga dapat lebih menekan biaya operasional,”tandasnya.(dil/ary)

JAYAPURA- Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Papua & Papua Barat Mohamad Alexander menjelaskan, Perum BULOG sebagai BUMN yang bergerak dibidang pangan memerlukan distribusi logistik pangan yang efisien, efektif, lancar dan aman.

  Infrastruktur transportasi merupakan salah satu faktor penting dan pendukung dalam membentuk harga suatu komoditi. Semakin bagus dan lancar infrastruktur transportasi (baik antar provinsi antar kabupaten) maka akan semakin memperlancar proses distribusi komoditi di suatu tempat.

Hal tersebut mengakibatkan biaya distribusi dapat ditekan karena volume dan intensitas distribusi semakin banyak dan lancar,  yang efeknya akan menurunkan harga jual komoditi di suatu tempat.

 Dijelaskan, harga komoditi pangan di Provinsi Papua sangat dipengaruhi oleh kelancaran distribusi pasokan dari luar Papua. Hal ini dikarenakan mayoritas Wilayah Papua bukan merupakan daerah produsen (kecuali Kab. Merauke sebagai daerah produsen beras), sehingga sebagian besar pasokan komoditi bergantung pada daerah produsen seperti Sulsel dan Jatim yang mengakibatkan harga Bapokting (bahan pokok dan penting) akan sangat fluktuatif bergantung kondisi stok dan pasokan dari daerah produsen. Ditambah lagi faktor transportasi laut,  baik tarif dan lama pengiriman juga menjadi faktor perubahan harga jual, sehingga berimplikasi terjadinya disparitas harga Bapokting. Untuk itu Bulog siap mendukung program Pemprop PACE JUARA (Pengendalian Percepatan Papua Satu Harga).

Baca Juga :  PHRI Imbau Hotel dan Restoran Tetap Perhatikan Prokes

  Kehadiran Tol Laut jalur T-19 merupakan solusi alternatif bagi Bulog dalam mendistribusikan komoditi pangan yg dikelolanya khususnya beras. Trayek ini sekaligus menjawab persoalan rendahnya serapan beras Merauke,  akibat mahalnya biaya transportasi angkutan laut. 

 ”Bulog dipercaya dalam mengoptimalkan penggunaan tol laut trayek T-19 tersebut maupun rute lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah,  khususnya terkait pemanfaatan transportasi jalur distribusi pangan yang lebih efisien dan efektif melalui tol laut, sejak diluncurkan oleh Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada awal tahun ini,”ungkapnya, Rabu (16/6).

 Diakui, secara prinsip kegiatan transportasi distribusi khususnya komoditi pangan seperti beras melalui Tol Laut trayek T-19 ini ditujukan untuk membantu pengeluaran hasil produksi beras dan bahan pangan lainnya dari Kabupaten Merauke ke wilayah lain di Provinsi Papua dan Papua Barat serta arus baliknya, dimana selama ini beras dari Bulog Cabang Merauke tujuan Jayapura harus melalui jalur Surabaya maupun Makassar.

Baca Juga :  Pertamina Tambah Stok Mitan di Kampung Hobong

 Baru-baru ini kegiatan Tol Laut trayek T-19 pada voyage ke-6 KM Logistik Nusantara 2 telah mengangkut 56 kontainer beras dari Merauke untuk selanjutnya beras tersebut akan didistribusikan ke wilayah Papua dan Papua Barat. Kehadiran Tol Laut trayek T-19 ini juga turut meramaikan jalur lintasan niaga di Selatan Papua dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah serta membantu menurunkan disparitas harga.

 “Ke depan Perum BULOG Kanwil Papua dan  Papua Barat akan terus mengoptimalkan Tol Laut Rute T-19 dan harapannya dapat berjalan lebih baik lagi, baik dari segi infrastruktur di pelabuhan yang disinggahi kapal Tol Laut maupun infrastruktur akses dari pelabuhan ke pusat kota, sehingga dapat lebih menekan biaya operasional,”tandasnya.(dil/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/