Friday, April 4, 2025
24.7 C
Jayapura

BPS: Ekonomi Papua Alami Pertumbuhan 3,81 Persen

JAYAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan perekonomi Papua mengalami pertumbuhan.

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan,  pada triwulan II-2023 dibandingkan dengan triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,81 persen (y-on-y) namun jika dilihat tanpa pertambangan dan penggalian maka mengalami pertumbuhan sebesar 4,44 persen.

“Pertumbuhan ini terjadi pada 15 lapangan usaha, sedangkan dua lapangan usaha lainnya yaitu Industri Pengolahan dan Jasa Kesehatan mengalami kontraksi, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/8) kemarin.

Lanjutnya,  lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa keuangan dan asuransi sebesar 16,85 persen yang disebabkan karena meningkatnya output jasa perantara keuangan.

Baca Juga :  Siap Kawal Pembangunan di 4 DOB

Selain itu, lapangan usaha lainnya yang mengalami pertumbuhan tinggi yaitu transportasi dan pergudangan yang meningkat sebesar 9,85 persen yang disebabkan adanya peningkatan jumlah penumpang dan barang muat terutama pada angkutan darat dan laut  Dan jasa perusahaan sebesar 7,24 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Papua triwulan II-2023 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 3,81 persen merupakan andil dari seluruh lapangan usaha.

“Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian Papua yaitu lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang memberikan kontribusi sebesar 39,58 persen, ” terangnya.

Menurutnya, selain pertambangan yang memberikan kontribusi besar lainnya adalah kontruksi sebesar  13,20 persen serta  pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 10,30 persen.

Baca Juga :  Pemprov Wujudkan Pengadaan Barang dan Jasa yang Kradibel

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Papua Priyo Yudyatmoko di Jayapura, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga memberikan kontribusi sebesar 9,20 persen.”Lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib memberikan kontribusi sebesar 8,48 persen, ” pungkasnya. (ana/ary)

JAYAPURA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan perekonomi Papua mengalami pertumbuhan.

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan,  pada triwulan II-2023 dibandingkan dengan triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,81 persen (y-on-y) namun jika dilihat tanpa pertambangan dan penggalian maka mengalami pertumbuhan sebesar 4,44 persen.

“Pertumbuhan ini terjadi pada 15 lapangan usaha, sedangkan dua lapangan usaha lainnya yaitu Industri Pengolahan dan Jasa Kesehatan mengalami kontraksi, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (8/8) kemarin.

Lanjutnya,  lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa keuangan dan asuransi sebesar 16,85 persen yang disebabkan karena meningkatnya output jasa perantara keuangan.

Baca Juga :  Harga Beras Melambung, Pak Wali Serukan Hal ini

Selain itu, lapangan usaha lainnya yang mengalami pertumbuhan tinggi yaitu transportasi dan pergudangan yang meningkat sebesar 9,85 persen yang disebabkan adanya peningkatan jumlah penumpang dan barang muat terutama pada angkutan darat dan laut  Dan jasa perusahaan sebesar 7,24 persen.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Papua triwulan II-2023 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 3,81 persen merupakan andil dari seluruh lapangan usaha.

“Lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian Papua yaitu lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang memberikan kontribusi sebesar 39,58 persen, ” terangnya.

Menurutnya, selain pertambangan yang memberikan kontribusi besar lainnya adalah kontruksi sebesar  13,20 persen serta  pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 10,30 persen.

Baca Juga :  Tahun ini, PD Irian Bhakti Kembali  Distribusikan Beras ASN

Sementara itu, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Papua Priyo Yudyatmoko di Jayapura, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga memberikan kontribusi sebesar 9,20 persen.”Lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib memberikan kontribusi sebesar 8,48 persen, ” pungkasnya. (ana/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya