JAYAPURA-Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Holtekamp, Kota Jayapura diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok serta pemasaran produk UMKM lokal, hasil panen petani, dan tangkapan nelayan setempat.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menegaskan koperasi ini semestinya menjadi penggerak ekonomi kampung jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Keberadaan Kopdes Merah Putih Holtekamp harus memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga pengelolanya. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik,” ujarnya, Senin (2/2)
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Beberapa kebutuhan pokok belum tersedia secara lengkap, karena aktivitas koperasi baru terbatas pada penjualan minyak tanah, layanan klinik, serta penjualan pupuk.
Menurut Rustan, kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar koperasi benar-benar menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan oleh sumber daya yang kompeten dan profesional agar koperasi mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal.
Selain itu, Rustan berharap adanya dukungan nyata dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendorong pengembangan Kopdes Merah Putih Holtekamp yang telah beroperasi lebih dari enam bulan.
JAYAPURA-Kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Holtekamp, Kota Jayapura diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok serta pemasaran produk UMKM lokal, hasil panen petani, dan tangkapan nelayan setempat.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menegaskan koperasi ini semestinya menjadi penggerak ekonomi kampung jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Keberadaan Kopdes Merah Putih Holtekamp harus memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga pengelolanya. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik,” ujarnya, Senin (2/2)
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Beberapa kebutuhan pokok belum tersedia secara lengkap, karena aktivitas koperasi baru terbatas pada penjualan minyak tanah, layanan klinik, serta penjualan pupuk.
Menurut Rustan, kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar koperasi benar-benar menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan oleh sumber daya yang kompeten dan profesional agar koperasi mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal.
Selain itu, Rustan berharap adanya dukungan nyata dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendorong pengembangan Kopdes Merah Putih Holtekamp yang telah beroperasi lebih dari enam bulan.