Wednesday, February 11, 2026
25.8 C
Jayapura

Selain Mudahkan Warga, Pedagang Sayur Keliling Jadi Penyumbang PAD

JAYAPURA-Keberadaan pedagang sayur keliling yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan pickup di kawasan Entrop dinilai tidak hanya memudahkan akses belanja masyarakat, tetapi juga turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura.

Ahmad, salah satu pedagang sayur yang berjualan dengan sepeda motor dan standby di depan ruko di Entrop mengatakan, para pedagang sayur yang berjualan di lokasi tersebut telah didata oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas terkait. Selain itu, mereka juga rutin membayar retribusi sebagai bentuk kontribusi PAD.

“Setiap minggu kami ditarik retribusi Rp50 ribu per pedagang. Penarikannya langsung dilakukan oleh petugas dinas terkait, biasanya pada Jumat malam,” ujar Ahmad, Selasa (3/2).

Baca Juga :  Cita-cita Jadi TNI Pupus Setelah Merasakan Perjalanan dengan Kereta Api

Menurutnya, keberadaan pedagang sayur keliling sangat membantu masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi yang sulit menjangkau pasar. Mayoritas pembeli merupakan ibu rumah tangga, penghuni kos, dan kontrakan yang hanya membutuhkan sayur, bumbu dapur, tahu, tempe, atau buah-buahan.

“Makanya kami tidak membawa ikan laut, ikan tawar, atau ayam. Risikonya besar kalau tidak laku, bisa rugi dan cepat bau,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Sugi, pedagang sayur bermotor yang juga standby di kawasan Entrop. Ia memilih berjualan menggunakan motor karena lebih praktis dan nyaman, sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Kalau jualan di pasar biasanya hanya satu atau dua jenis barang. Tapi kalau pakai motor, kami bisa membawa berbagai macam kebutuhan warga. Ini sangat membantu masyarakat yang tidak sempat ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi Kegiatan Fisik Sedikit Melambat

JAYAPURA-Keberadaan pedagang sayur keliling yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan pickup di kawasan Entrop dinilai tidak hanya memudahkan akses belanja masyarakat, tetapi juga turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura.

Ahmad, salah satu pedagang sayur yang berjualan dengan sepeda motor dan standby di depan ruko di Entrop mengatakan, para pedagang sayur yang berjualan di lokasi tersebut telah didata oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas terkait. Selain itu, mereka juga rutin membayar retribusi sebagai bentuk kontribusi PAD.

“Setiap minggu kami ditarik retribusi Rp50 ribu per pedagang. Penarikannya langsung dilakukan oleh petugas dinas terkait, biasanya pada Jumat malam,” ujar Ahmad, Selasa (3/2).

Baca Juga :  LHP Tahun 2024 BPK RI beri Opini WDP Untuk Pemkab Jayawijaya

Menurutnya, keberadaan pedagang sayur keliling sangat membantu masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi yang sulit menjangkau pasar. Mayoritas pembeli merupakan ibu rumah tangga, penghuni kos, dan kontrakan yang hanya membutuhkan sayur, bumbu dapur, tahu, tempe, atau buah-buahan.

“Makanya kami tidak membawa ikan laut, ikan tawar, atau ayam. Risikonya besar kalau tidak laku, bisa rugi dan cepat bau,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Sugi, pedagang sayur bermotor yang juga standby di kawasan Entrop. Ia memilih berjualan menggunakan motor karena lebih praktis dan nyaman, sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Kalau jualan di pasar biasanya hanya satu atau dua jenis barang. Tapi kalau pakai motor, kami bisa membawa berbagai macam kebutuhan warga. Ini sangat membantu masyarakat yang tidak sempat ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi Kegiatan Fisik Sedikit Melambat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya