Wednesday, February 11, 2026
26.6 C
Jayapura

Libur Fakultatif, Harga Cabai hingga Ayam Lokal Berfluktuasi

JAYAPURA -Saat libur fakultatif Pekabaran Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2026, harga sejumlah komoditas pertanian dan bumbu dapur di Kota Jayapura masih mengalami fluktuasi. Kondisi serupa juga terjadi pada harga telur ayam lokal dan ayam potong lokal.

Reza, salah satu pedagang komoditas pertanian dan bumbu dapur di Pasar Otonom Kotaraja, mengatakan harga kebutuhan pokok saat ini cenderung naik-turun. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara lainnya justru turun.

“Untuk harga cabai rawit lokal Rp80 ribu per kilogram, cabai rawit kiriman Rp70 ribu per kilogram, cabai keriting Rp70 ribu per kilogram, dan tomat Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, bawang merah kiriman Surabaya saat ini dijual Rp60 ribu per kilogram, turun dari pekan lalu yang sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram. Sementara bawang putih berada di harga Rp45 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Grand Tabi Hotel Hadir di Kota Jayapura

“Yang naik itu daun bawang lokal, sekarang Rp70 ribu per kilogram, sebelumnya Rp60 ribu. Jeruk nipis juga masih bertahan di Rp20 ribu per kilogram,” jelas Reza.

Sementara itu, penjual ayam potong lokal di Pasar Youtefa Abepura, Naldo, mengaku penjualan ayam potong belakangan ini cukup sulit. Pasalnya, ayam potong lokal yang tersedia sebagian besar berukuran kecil dengan harga relatif mahal.

“Sekarang ayam potong lokal yang dijual ukurannya kecil-kecil. Pembeli biasanya cari ukuran sedang atau besar, jadi kalau kecil agak susah jualnya,” kata Naldo.

Menurutnya, harga ayam potong lokal ukuran kecil saat ini berkisar Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per ekor. Namun ukuran tersebut dinilai kurang ideal untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Tak Ada Kompromi Soal PKL Jualan di Pinggir Jalan

“Kalau ukuran sedang atau besar, satu ekor saja sudah cukup dengan harga sekitar Rp80 ribu sampai Rp90 ribu. Tapi kalau ayam kecil, pembeli harus beli dua sampai tiga ekor, otomatis keluar uang lebih,” ujarnya.

JAYAPURA -Saat libur fakultatif Pekabaran Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2026, harga sejumlah komoditas pertanian dan bumbu dapur di Kota Jayapura masih mengalami fluktuasi. Kondisi serupa juga terjadi pada harga telur ayam lokal dan ayam potong lokal.

Reza, salah satu pedagang komoditas pertanian dan bumbu dapur di Pasar Otonom Kotaraja, mengatakan harga kebutuhan pokok saat ini cenderung naik-turun. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara lainnya justru turun.

“Untuk harga cabai rawit lokal Rp80 ribu per kilogram, cabai rawit kiriman Rp70 ribu per kilogram, cabai keriting Rp70 ribu per kilogram, dan tomat Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya, Kamis (5/2).

Ia menambahkan, bawang merah kiriman Surabaya saat ini dijual Rp60 ribu per kilogram, turun dari pekan lalu yang sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram. Sementara bawang putih berada di harga Rp45 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Harga Beras Premium Mulai Normal

“Yang naik itu daun bawang lokal, sekarang Rp70 ribu per kilogram, sebelumnya Rp60 ribu. Jeruk nipis juga masih bertahan di Rp20 ribu per kilogram,” jelas Reza.

Sementara itu, penjual ayam potong lokal di Pasar Youtefa Abepura, Naldo, mengaku penjualan ayam potong belakangan ini cukup sulit. Pasalnya, ayam potong lokal yang tersedia sebagian besar berukuran kecil dengan harga relatif mahal.

“Sekarang ayam potong lokal yang dijual ukurannya kecil-kecil. Pembeli biasanya cari ukuran sedang atau besar, jadi kalau kecil agak susah jualnya,” kata Naldo.

Menurutnya, harga ayam potong lokal ukuran kecil saat ini berkisar Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per ekor. Namun ukuran tersebut dinilai kurang ideal untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Pernah Difungsikan, Tapi Kini Semua Barang Inventaris  Hilang dan Rusak

“Kalau ukuran sedang atau besar, satu ekor saja sudah cukup dengan harga sekitar Rp80 ribu sampai Rp90 ribu. Tapi kalau ayam kecil, pembeli harus beli dua sampai tiga ekor, otomatis keluar uang lebih,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya