JAYAPURA–Puncak arus balik mudik Lebaran 2026 di Kota Jayapura mulai terlihat pada Kamis (26/3). Kapal Motor (KM) Sinabung menjadi kapal pertama yang membawa penumpang arus balik dan bersandar di Pelabuhan Jayapura.
Berdasarkan pantauan di lapangan, penumpang yang tiba masih didominasi oleh masyarakat lokal Papua. “Penumpang paling banyak berasal dari Biak. Kemungkinan mereka habis kegiatan di sana dan sekarang kembali ke Jayapura,” ujar Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura, Iptu Syafruddin Tangme, saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3).
Pada puncak arus balik hari pertama ini, jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Jayapura tercatat sebanyak 2.006 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 1.500 orang.
Syafruddin menjelaskan, saat ini arus balik masih dalam program mudik gratis, dan KM Sinabung menjadi kapal besar pertama yang tiba di Jayapura. Sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan.
Ia memprediksi puncak arus balik akan berlangsung hingga awal April, namun jumlah penumpang diperkirakan tidak sebanyak hari pertama kemarin. “Lonjakan hari ini karena banyak masyarakat mengejar waktu masuk sekolah anak-anak. Khususnya negeri, 30 Maret mulai sekolah. Selain itu, pegawai juga sudah mulai kembali bekerja,” jelasnya.
Meski terjadi lonjakan penumpang, situasi keamanan tetap terkendali. Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek KPL Jayapura dengan dukungan instansi terkait yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026.
“Untuk pengamanan arus balik, kami masih diperkuat personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat, sehingga situasi masih bisa ditangani dengan baik,” katanya.
Dari hasil pengawasan, petugas tidak menemukan adanya barang terlarang yang dibawa penumpang, baik yang datang maupun yang berangkat dari Jayapura.
“Biasanya barang yang sering dibawa dari luar Jayapura adalah minuman keras ilegal, sementara dari Jayapura ke luar daerah sering didominasi narkotika jenis ganja. Namun hari ini tidak ditemukan,” ungkapnya.