alexametrics
31.7 C
Jayapura
Monday, June 27, 2022

Putra Papua Nakhodai IKAPTK Kampus IPDN Kalbar

FOTO BERSAMA: Dr. Drs. Gasper Liauw, M.Si., usai memberikan kuliah manajemen aset du kelas Nindya Praja semester 6 IPDN Kalimantan Barat, beberapa waktu yang lalu. ( FOTO : Dokumen Pribadi)

BELUM genap enam bulan mengemban tugas barunya sebagai seorang dosen di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kalimantan Barat (Kalbar), putra Papua Dr. Drs. Gasper Liauw, M.Si., mendapat kepercayaan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) kampus setempat.

Gasper, panggilan akrabnya, terpilih secara aklamasi. Rabu (17/7) lalu, bertempat di Hotel Haris Pontianak, dilangsungkan pemilihan Ketua IKAPTK Kampus IPDN Kalbar yang berkedudukan di Kabupaten Kubu Raya. Tidak disangka oleh Gasper, secara aklamasi seluruh purnapraja di IPDN Kampus Kalimantan Barat, memilihnya.

Tidak ada yang salah, jika dosen IPDN Kalbar yang sebelumnya menjabat Sekda Yalimo Papua dari tahun 2011 hingga Januari 2019 ini terpilih sebagai Ketua IKAPTK Kampus IPDN Kalbar. Sebab selain senior sebagaialumni IPDN, Gasper juga sudahbanyak makan asam garam bertugas di lingkungan pemerintahan.

Menurut Direktur IPDN Kalbar, Drs. Zulkarnaen Ilyas, BA, MM, Gasper Liauw dipilih karena senioritas, dan dipandang dapat menjadi perekat dan teladan bagi para alumni. “Yang bersangkutan (Gasper Liauw, red) adalahalumni APDN Jayapura (Papua) dan IIP Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca UU Otsus Disahkan, OAP Harus Bersatu

Untuk diketahui, sebelum akhirnya memilih sebagai dosen IPDN, Gasper Liauw adalah sekda pertama KabupatenYalimo, Papua yang mengawali tugas sejak Bupati dan Wakil Bupati definitif almarhum ER Dabi dan Arkelas Aso. Gasper dilantik sebagai Sekda Yalimo pada 20 Agustus 2011. Sebelum menjabat Sekda Yalimo, Gasper adalah Kepala Bappeda Kabupaten Yahukimo, Papua.

Jabatan Sekda Yalimo diembannya selama delapan tahun, yakni hingga Februari 2019. Selanjutnya pada 1 Maret 2019 lalu, Gasper dialihkan (Dipindahkan) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah menjadi ASN pusat Kementerian Dalam Negeri.

Setelah itu, pada 1 Mei 2019, Gasper diangkat dalam jabatan Analis Perencanaan dan Kerja Sama, sekaligussebagai dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat. Di IPDN Kampus Kalimantan Barat, Gasper mengampu mata kuliah Manajeman Aset.

“Saya harus bersyukur dengan apa yang saya jalani saat ini, karena sebelumnya sejak mengawali sebagai seorang PNS, melewati tantangan yang luar bisa dengan kompleksitas permasalahan yang ada ketika bertugas di wilayah Pegunungan Tengah Papua, baik keterbatasan SDM PNS(ASN), infrastruktur dasar, dan jaringan komunikasi,” ungkap Gasper kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/7).

Baca Juga :  Tiga Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Papua

Mengenai tugas barunya sebagai dosen IPDN Kalbar, Gasper mengaku merupakan tantangan baru. Dalam mengajar para praja, pria kelahiran Misol, Raja Ampat, Provinsi Papu Barat 30 Oktober 1964 ini punya pendekatan edutaiment (Education dan Intertaiment).

“Kadang saya masuk bawa guitar, sambil menjelaskan bahwa manajemen dapat dilihat dari seni, ilmu dan profesi. Bahkan pemerintahan terapan adalah juga seni,” ungkapnya.

Saat pertama kali menyampaikan kuliah perdana, Gasper pun mengambil contoh pendekatan sosial budayadengan memainkan alat musik guitar Lagu Ampar Ampar Pisang, yang merupakan lagu daerah Kalimantan.

“Saya bilang itulah seorang pamong praja. Kita harus paham aspek sosial budaya. Saya bilang, meski saya dariPapua, tapi bukan memainkan lagu Papua. Itulah hakekat orang pemerintahan,” pungklasnya. (*/nat/JPG)

FOTO BERSAMA: Dr. Drs. Gasper Liauw, M.Si., usai memberikan kuliah manajemen aset du kelas Nindya Praja semester 6 IPDN Kalimantan Barat, beberapa waktu yang lalu. ( FOTO : Dokumen Pribadi)

BELUM genap enam bulan mengemban tugas barunya sebagai seorang dosen di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kalimantan Barat (Kalbar), putra Papua Dr. Drs. Gasper Liauw, M.Si., mendapat kepercayaan sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) kampus setempat.

Gasper, panggilan akrabnya, terpilih secara aklamasi. Rabu (17/7) lalu, bertempat di Hotel Haris Pontianak, dilangsungkan pemilihan Ketua IKAPTK Kampus IPDN Kalbar yang berkedudukan di Kabupaten Kubu Raya. Tidak disangka oleh Gasper, secara aklamasi seluruh purnapraja di IPDN Kampus Kalimantan Barat, memilihnya.

Tidak ada yang salah, jika dosen IPDN Kalbar yang sebelumnya menjabat Sekda Yalimo Papua dari tahun 2011 hingga Januari 2019 ini terpilih sebagai Ketua IKAPTK Kampus IPDN Kalbar. Sebab selain senior sebagaialumni IPDN, Gasper juga sudahbanyak makan asam garam bertugas di lingkungan pemerintahan.

Menurut Direktur IPDN Kalbar, Drs. Zulkarnaen Ilyas, BA, MM, Gasper Liauw dipilih karena senioritas, dan dipandang dapat menjadi perekat dan teladan bagi para alumni. “Yang bersangkutan (Gasper Liauw, red) adalahalumni APDN Jayapura (Papua) dan IIP Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca UU Otsus Disahkan, OAP Harus Bersatu

Untuk diketahui, sebelum akhirnya memilih sebagai dosen IPDN, Gasper Liauw adalah sekda pertama KabupatenYalimo, Papua yang mengawali tugas sejak Bupati dan Wakil Bupati definitif almarhum ER Dabi dan Arkelas Aso. Gasper dilantik sebagai Sekda Yalimo pada 20 Agustus 2011. Sebelum menjabat Sekda Yalimo, Gasper adalah Kepala Bappeda Kabupaten Yahukimo, Papua.

Jabatan Sekda Yalimo diembannya selama delapan tahun, yakni hingga Februari 2019. Selanjutnya pada 1 Maret 2019 lalu, Gasper dialihkan (Dipindahkan) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah menjadi ASN pusat Kementerian Dalam Negeri.

Setelah itu, pada 1 Mei 2019, Gasper diangkat dalam jabatan Analis Perencanaan dan Kerja Sama, sekaligussebagai dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat. Di IPDN Kampus Kalimantan Barat, Gasper mengampu mata kuliah Manajeman Aset.

“Saya harus bersyukur dengan apa yang saya jalani saat ini, karena sebelumnya sejak mengawali sebagai seorang PNS, melewati tantangan yang luar bisa dengan kompleksitas permasalahan yang ada ketika bertugas di wilayah Pegunungan Tengah Papua, baik keterbatasan SDM PNS(ASN), infrastruktur dasar, dan jaringan komunikasi,” ungkap Gasper kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/7).

Baca Juga :  Ulangi Perbuatan, Polisi Proses Hukum

Mengenai tugas barunya sebagai dosen IPDN Kalbar, Gasper mengaku merupakan tantangan baru. Dalam mengajar para praja, pria kelahiran Misol, Raja Ampat, Provinsi Papu Barat 30 Oktober 1964 ini punya pendekatan edutaiment (Education dan Intertaiment).

“Kadang saya masuk bawa guitar, sambil menjelaskan bahwa manajemen dapat dilihat dari seni, ilmu dan profesi. Bahkan pemerintahan terapan adalah juga seni,” ungkapnya.

Saat pertama kali menyampaikan kuliah perdana, Gasper pun mengambil contoh pendekatan sosial budayadengan memainkan alat musik guitar Lagu Ampar Ampar Pisang, yang merupakan lagu daerah Kalimantan.

“Saya bilang itulah seorang pamong praja. Kita harus paham aspek sosial budaya. Saya bilang, meski saya dariPapua, tapi bukan memainkan lagu Papua. Itulah hakekat orang pemerintahan,” pungklasnya. (*/nat/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/