Sunday, January 25, 2026
26.3 C
Jayapura

Operasi Batal Gara-gara Air Tak Ngalir

JAYAPURA– Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi hal klasik yang berulang yang terjadi di RSUD Jayapura. Ini juga yang mengganggu pelayanan kesehatan di RSUD Jayapura. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah operasi elektif terpaksa dibatalkan dan hanya operasi darurat yang dapat dilayani.

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak Selasa (20/1) air tidak mengalir ke bak penampungan rumah sakit. Akibatnya, alat dan pakaian operasi tidak dapat dicuci dan disterilkan, sehingga operasi yang dijadwalkan pada Rabu (21/1) tidak bisa dilakukan.

“Selasa air tidak mengalir dan dampaknya operasi Rabu batal karena alat dan pakaian steril tidak tersedia. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, bukan baru hari ini,” ungkapnya, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/1).

Baca Juga :  26 TPS di Papua Direkomendasikan PSU

Ia menyebutkan, Rabu harusnya dirinya menjalani operasi, yakni dua operasi tumor payudara dan satu amputasi kaki. Namun, seluruh tindakan tersebut dibatalkan akibat tidak tersedianya air.

“Masalah tersebut telah dilaporkan kepada pihak terkait di lingkungan rumah sakit, namun tidak mendapat respons yang cepat. Kekurangan air hampir setiap minggu terjadi. Di RSUD Jayapura, air bisa tidak mengalir selama 24 jam. Kalaupun mengalir, sering mati mendadak,” jelasnya.

Sambungnya menerangkan, persoalan air bersih dan listrik merupakan masalah lama yang tidak kunjung terselesaikan. Padahal, kedua hal tersebut merupakan kebutuhan utama dalam pelayanan operasi.

“Kalau bukan air yang tidak ada, listrik yang padam. Kadang ketika dua-duanya normal, petugas sterilisasi tidak masuk kerja. Ini seperti lingkaran setan yang terus berulang dari ganti direktur ke direktur berikutnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolda: Jika Terjadi Gangguan Kamtibmas, TPS Akan Dipindah

JAYAPURA– Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi hal klasik yang berulang yang terjadi di RSUD Jayapura. Ini juga yang mengganggu pelayanan kesehatan di RSUD Jayapura. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah operasi elektif terpaksa dibatalkan dan hanya operasi darurat yang dapat dilayani.

Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak Selasa (20/1) air tidak mengalir ke bak penampungan rumah sakit. Akibatnya, alat dan pakaian operasi tidak dapat dicuci dan disterilkan, sehingga operasi yang dijadwalkan pada Rabu (21/1) tidak bisa dilakukan.

“Selasa air tidak mengalir dan dampaknya operasi Rabu batal karena alat dan pakaian steril tidak tersedia. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, bukan baru hari ini,” ungkapnya, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/1).

Baca Juga :  Hasil Validasi Honorer K2  Segera Diumumkan

Ia menyebutkan, Rabu harusnya dirinya menjalani operasi, yakni dua operasi tumor payudara dan satu amputasi kaki. Namun, seluruh tindakan tersebut dibatalkan akibat tidak tersedianya air.

“Masalah tersebut telah dilaporkan kepada pihak terkait di lingkungan rumah sakit, namun tidak mendapat respons yang cepat. Kekurangan air hampir setiap minggu terjadi. Di RSUD Jayapura, air bisa tidak mengalir selama 24 jam. Kalaupun mengalir, sering mati mendadak,” jelasnya.

Sambungnya menerangkan, persoalan air bersih dan listrik merupakan masalah lama yang tidak kunjung terselesaikan. Padahal, kedua hal tersebut merupakan kebutuhan utama dalam pelayanan operasi.

“Kalau bukan air yang tidak ada, listrik yang padam. Kadang ketika dua-duanya normal, petugas sterilisasi tidak masuk kerja. Ini seperti lingkaran setan yang terus berulang dari ganti direktur ke direktur berikutnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tumpahan Material Truk Dikeluhkan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya