alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, July 5, 2022

Masyarakat Pengungsi Nduga Harus Diperhatikan

Masyarakat yang mengungsi dari Kabupaten Nduga

JAYAPURA-Kontak tembak antara personel TNI yang saat ini sedang melakukan pengamanan terhadap pembangunan jalan trans Papua di Kabupaten Nduga dengan TPN/OPM masih menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat khususnya yang mengungsi dari Kabupaten Nduga. 

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Masyarakat Papua  yang juga pemerhati HAM Papua Pegunungan Tengah, Theo Hesegem menyebutkan, nasib masyarakat yang mengungsi dari Kabupaten Nduga harus mendapat perhatian negara.  

“Saya berpendapat bahwa perang antara TNI-Polri dengan OPM silakan saja bertarung dan tentukan tempat dan lokasi perang. Tetapi nasib masyarakat yang mengungsi  dari Kabupaten Nduga perlu diperhatikan oleh negara. Karena mereka juga adalah warga negara Rebuplik Indonesia yang perlu diperhatikan oleh negara,” ungkap Theo Hesegem via sambungan telepon seleluler kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/7). 

Baca Juga :  Persipura Lepas Olisa

Hesegem agar masyarakat sipili yang tidak tahu menahu masalah, tidak digiring ke arena politik. “Menurut saya nasib mereka ini perlu untuk diperhatikan dari sisi kaca mata kemanusiaan. Sehingga negara wajib bertanggungjawab memberikan bantuan kepada pengungsi di beberapa kabupaten di Papua,”tegasnya.

Kondisi para pengungsi utamaya anak-anak menurut Hesegem sangat memprihatinkan. Seperti yang sempat ia temui di Kampung  Uelesi Distrik Uelesi Kabupaten Jayawijaya. 

“Mereka  menangis gara-gara lapar dan tidak ada makanan yang tersedia di rumah mereka, hanya minum  air putih saja,” bebernya.

Terkait hal ini, Hesegem meminta agar pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengungsi khususnya kepada anak-anak. 

“Saya harap negara bisa melihat kondisi masyarakat dan keberadaan anak-anak ini. Sekali lagi masyarakat  tidak bisa dikategorikan sebagai kelompok  OPM/TPNPB sehingga tidak diberikan bantuan sosial. Masyarakat pengungsi layak menerima bantuan dari negara,” tutupnya. (oel/nat)

Baca Juga :  Rem Blong Truk Konteiner Masuk Jurang, Sopir Tewas
Masyarakat yang mengungsi dari Kabupaten Nduga

JAYAPURA-Kontak tembak antara personel TNI yang saat ini sedang melakukan pengamanan terhadap pembangunan jalan trans Papua di Kabupaten Nduga dengan TPN/OPM masih menimbulkan dampak yang besar bagi masyarakat khususnya yang mengungsi dari Kabupaten Nduga. 

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Masyarakat Papua  yang juga pemerhati HAM Papua Pegunungan Tengah, Theo Hesegem menyebutkan, nasib masyarakat yang mengungsi dari Kabupaten Nduga harus mendapat perhatian negara.  

“Saya berpendapat bahwa perang antara TNI-Polri dengan OPM silakan saja bertarung dan tentukan tempat dan lokasi perang. Tetapi nasib masyarakat yang mengungsi  dari Kabupaten Nduga perlu diperhatikan oleh negara. Karena mereka juga adalah warga negara Rebuplik Indonesia yang perlu diperhatikan oleh negara,” ungkap Theo Hesegem via sambungan telepon seleluler kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/7). 

Baca Juga :  Persipura Lepas Olisa

Hesegem agar masyarakat sipili yang tidak tahu menahu masalah, tidak digiring ke arena politik. “Menurut saya nasib mereka ini perlu untuk diperhatikan dari sisi kaca mata kemanusiaan. Sehingga negara wajib bertanggungjawab memberikan bantuan kepada pengungsi di beberapa kabupaten di Papua,”tegasnya.

Kondisi para pengungsi utamaya anak-anak menurut Hesegem sangat memprihatinkan. Seperti yang sempat ia temui di Kampung  Uelesi Distrik Uelesi Kabupaten Jayawijaya. 

“Mereka  menangis gara-gara lapar dan tidak ada makanan yang tersedia di rumah mereka, hanya minum  air putih saja,” bebernya.

Terkait hal ini, Hesegem meminta agar pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengungsi khususnya kepada anak-anak. 

“Saya harap negara bisa melihat kondisi masyarakat dan keberadaan anak-anak ini. Sekali lagi masyarakat  tidak bisa dikategorikan sebagai kelompok  OPM/TPNPB sehingga tidak diberikan bantuan sosial. Masyarakat pengungsi layak menerima bantuan dari negara,” tutupnya. (oel/nat)

Baca Juga :  Yuni Wonda: Saya Lantik Pejabat Untuk Jadi Pemimpin Papua Dan Miniatur Indonesia

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/