Friday, April 4, 2025
28.7 C
Jayapura

Enam Ton Bama dan Obat-obatan Mulai Didistribusikan

Bantuan Didistribusikan Via Distrik Sinak

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Puncak mulai mendistribusikan bantuan bahan makanan (Bama) dan obat-obat di dua distrik yaitu Distrik Agandugume dan Lambewi yang dilanda kekeringan hingga mengakibatkan tanaman warga rusak dan tidak dapat dikonsumsi.

“Akibat bencana kekeringan ini, tanaman warga di Distrik Agandugume dan Lambewi menjadi layu dan tak bisa dimakan. Jika dimakan akan menyebabkan diare dan sakit perut,” ungkap Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., Jumat (21/7).

Bupati Willem Wandik yang turun langsung mendistribusikan bantuan, Jumat (21/7) mengatakan, bantuan Bama dan obat-obatan tersebut didistribusikan melalui Distrik Sinak yang merupakan distrik terdekat dari lokasi bencana kekeringan.

Diakuinya, Distrik Agandugume sebenarnya sudah memiliki lapangan terbang. Namun karena faktor keamanan mengakibatkan maskapai tidak dapat melayani penerbangan ke Distrik Agandugume.

“Pilot pesawat tak berani membawa bantuan hingga ke lokasi bencana karena rawan gangguan keamanan. Padahal, lapangan terbang di sana sudah bagus. Karena masalah keamanan, sehingga bantuan kami distribusikan melalui Distrik Sinak,” jelas Willem Wandik.

“Bantuan yang sudah kami drop di Distrik Sinak, nantinya para pemuda dua distrik yang mengalami bencana kekeringan, akan membawanya melalui jalan darat. Kalau anak muda atau warga yang kuat, bisa satu sampai dua hari berjalan kaki untuk tiba di lokasi,” sambungnya.

Baca Juga :  Dikira Mau Minum Kopi Ternyata Ditodong Pistol

Selain mendistribusikan bantuan Bama dan obat-obatan, petugas kesehatan menurut Willem Wandik juga telah diturunkan ke dua distrik, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Pasalnya, dilaporkan adanya warga yang mengalami sakit perut hingga diare akibat mengonsumsi tanaman seperti umbi-umbian dan sayur yang layu dan rusak akibat embun beku.

“Petugas kesehatan juga sudah kami tugaskan ke sana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tuturnya.

Disamping mendistribusikan Bama dan obat-obatan, Bupati Willem Wandik juga memantau langsung kondisi di lapangan via udara. Dari pantauan udara yang dilakukan, Bupati Willem Wandik menyebutkan bahwa bencana tahunan yang terjadi akibat cuaca dingin dan tidak ada hujan sejak Mei lalu, masih dalam kondisi sedang alias belum terlalu parah, sehingga masih bisa ditangani.

Meskipun demikian, Pemkab Puncak menurutnya, tetap membuka tangan bagi pihak-pihak atau pemerintah daerah yang ingin memberikan bantuan kepada masyarakat. Pihaknya berharap, bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Distrik Agandugume dan Lambewi, dapat didrop di Distrik Sinak. Sebab Pemkab Puncak sudah membuka posko di Distrik Sinak yang merupakan distrik terdekat dari lokasi bencana.

Baca Juga :  Buktikan Tak Lagi Melakukan Pelayanan di Poliklinik

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Peniel Waker mengaku sudah membuat posko di Distrik Sinak untuk menampung dan mendistribusikan bantuan Bama dan obat-obatan.

“Warga yang terdampak bencana kekeringan di 2 distrik tersebut masih membutuhkan makanan. Jika ada yang ingin membantu, kami membuka tangan dengan lebar dan bisa menyerahkan bantuan tersebut langsung di Distrik Sinak, guna memudahkan penyaluran,” jelasnya.

Disinggung soal jumlah warga terdampak bencana kekeringan, Peniel Waker menyebutkan dari data yang ada, jumlah warga yang ada di dua distrik tersebut sekira 7.000-an jiwa yang tersebar di 24 kampung. Namun dengan adanya bencana kekeringan ini, warga yang khawatir mengalami kekurangan bahan makanan, meninggalkan kampung mereka menuju distrik atau kabupaten terdekat yang tidak terdampak bencana kekeringan.

“Dari data yang kami peroleh, ada yang ke Sinak, Timika, Nabire dan daerah terdekat yang tidak terdampak kekeringan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat akibat bencana kekeringan dengan mengeluarkan SK Bupati Nomor 300.2/28/2023, terhitung 7 Juni hingga 7 Agustus 2023. Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan karena cuaca ekstrem.(nat/wen)

Bantuan Didistribusikan Via Distrik Sinak

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Puncak mulai mendistribusikan bantuan bahan makanan (Bama) dan obat-obat di dua distrik yaitu Distrik Agandugume dan Lambewi yang dilanda kekeringan hingga mengakibatkan tanaman warga rusak dan tidak dapat dikonsumsi.

“Akibat bencana kekeringan ini, tanaman warga di Distrik Agandugume dan Lambewi menjadi layu dan tak bisa dimakan. Jika dimakan akan menyebabkan diare dan sakit perut,” ungkap Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., Jumat (21/7).

Bupati Willem Wandik yang turun langsung mendistribusikan bantuan, Jumat (21/7) mengatakan, bantuan Bama dan obat-obatan tersebut didistribusikan melalui Distrik Sinak yang merupakan distrik terdekat dari lokasi bencana kekeringan.

Diakuinya, Distrik Agandugume sebenarnya sudah memiliki lapangan terbang. Namun karena faktor keamanan mengakibatkan maskapai tidak dapat melayani penerbangan ke Distrik Agandugume.

“Pilot pesawat tak berani membawa bantuan hingga ke lokasi bencana karena rawan gangguan keamanan. Padahal, lapangan terbang di sana sudah bagus. Karena masalah keamanan, sehingga bantuan kami distribusikan melalui Distrik Sinak,” jelas Willem Wandik.

“Bantuan yang sudah kami drop di Distrik Sinak, nantinya para pemuda dua distrik yang mengalami bencana kekeringan, akan membawanya melalui jalan darat. Kalau anak muda atau warga yang kuat, bisa satu sampai dua hari berjalan kaki untuk tiba di lokasi,” sambungnya.

Baca Juga :  Rapat Pleno KPU Kota Jayapura Diwarnai Keributan

Selain mendistribusikan bantuan Bama dan obat-obatan, petugas kesehatan menurut Willem Wandik juga telah diturunkan ke dua distrik, untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Pasalnya, dilaporkan adanya warga yang mengalami sakit perut hingga diare akibat mengonsumsi tanaman seperti umbi-umbian dan sayur yang layu dan rusak akibat embun beku.

“Petugas kesehatan juga sudah kami tugaskan ke sana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tuturnya.

Disamping mendistribusikan Bama dan obat-obatan, Bupati Willem Wandik juga memantau langsung kondisi di lapangan via udara. Dari pantauan udara yang dilakukan, Bupati Willem Wandik menyebutkan bahwa bencana tahunan yang terjadi akibat cuaca dingin dan tidak ada hujan sejak Mei lalu, masih dalam kondisi sedang alias belum terlalu parah, sehingga masih bisa ditangani.

Meskipun demikian, Pemkab Puncak menurutnya, tetap membuka tangan bagi pihak-pihak atau pemerintah daerah yang ingin memberikan bantuan kepada masyarakat. Pihaknya berharap, bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Distrik Agandugume dan Lambewi, dapat didrop di Distrik Sinak. Sebab Pemkab Puncak sudah membuka posko di Distrik Sinak yang merupakan distrik terdekat dari lokasi bencana.

Baca Juga :  Berkah Ramadan, Panti Asuhan Santa Susana Dapat Bantuan Sembako

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Peniel Waker mengaku sudah membuat posko di Distrik Sinak untuk menampung dan mendistribusikan bantuan Bama dan obat-obatan.

“Warga yang terdampak bencana kekeringan di 2 distrik tersebut masih membutuhkan makanan. Jika ada yang ingin membantu, kami membuka tangan dengan lebar dan bisa menyerahkan bantuan tersebut langsung di Distrik Sinak, guna memudahkan penyaluran,” jelasnya.

Disinggung soal jumlah warga terdampak bencana kekeringan, Peniel Waker menyebutkan dari data yang ada, jumlah warga yang ada di dua distrik tersebut sekira 7.000-an jiwa yang tersebar di 24 kampung. Namun dengan adanya bencana kekeringan ini, warga yang khawatir mengalami kekurangan bahan makanan, meninggalkan kampung mereka menuju distrik atau kabupaten terdekat yang tidak terdampak bencana kekeringan.

“Dari data yang kami peroleh, ada yang ke Sinak, Timika, Nabire dan daerah terdekat yang tidak terdampak kekeringan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat akibat bencana kekeringan dengan mengeluarkan SK Bupati Nomor 300.2/28/2023, terhitung 7 Juni hingga 7 Agustus 2023. Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan karena cuaca ekstrem.(nat/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya