alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, May 27, 2022

Diduga Krosleting, Kerugian Ditaksir Rp 2 M

MAIN HP: Seorang pedagang sedang memainkan handphonenya saat hendak mengumpulkan sisa jeruk dagangannya yang terbakar. (FOTO: Elfira/Cepos)

*Ratusan Kios dan Lapak Terbakar di Pasar Youtefa

JAYAPURA-Pasar Youtefa yang berlokasi di Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Selasa (21/7) dini hari sekirat pukul 01.30 WIT dilahap si jago merah. 

Sebanyak 39 unit kios di Los B1, 54 unit kios di Los B2 dan 328 lapak pedagang  kelontongan,  konter, penjual ayam, telur,  sayur penjual pakaian dan lainnya ludes terbakar. 

Kebakaran ini diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau krosleting di bagian Los B tempat menjual ayam dan bumbu dapur. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir kurang lebih Rp 2 miliar. 

Dari keterangan para pedagang, ini bukan kali pertama kebakaran di Pasar Youtefa. Kebakaran serupa terjadi tahun 2019 tepatnya 7 April 2019 yang menghanguskan ratusan kios di Blok A. “Pasar Youtefa memang sering terjadi kebakaran,” ucap Mustakim seorang pedagang pakaian kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/7).

Mustakim sendiri salah satu korban dari kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak kemarin. Saat kejadian, Mustakim mengaku masih berada di rumah. “Saat tiba di pasar, tak ada lagi barang-barang yang bisa saya selamatkan. Padahal Senin (20/7) malam saya baru saja membereskan kios saya,” ucapnya.

Mustakim tak tahu pasti penyebab kebakaran. Karena saat tiba di pasar, api sudah membesar.

Sementara itu, Rosalina pedagang lainnya mengatakan api mulai muncul sekira pukul 01:30 WIT. Dimana saat itu kondisi pasar sedang sepi. Ibu dua anak ini juga tak sempat menyelematkan barang berharga miliknya. Pasalnya, sat tiba di pasar sekira pukul 03.00 WIT., api sudah membesar.  “Saya tidak sempat selamatkan jualan saya dan sejumlah uang yang ada dalam kios,” ucapnya.

LOS TERBAKAR: Sejumlah los di bagian B1 Pasar Youtefa yang terbakar Selasa (21/7) dini hari, telah dipolice line untuk penyelidikan lebih lanjut. (FOTO: Priyadi/Cepos)

Rosalina juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, namun kebakaran di Pasar Youtefa sering terjadi.

Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menyampaikan, sebanyak empat saksi dimintai keterangan atas insiden kebakaran itu. Keempat saksi yang dimintai keterangan adalah petugas yang melaksanakan piket jaga di Pasar Youtefa.

“Saksi mengaku melaksanakan patroli keliling di kompleks Pasar Youtefa sekira pukul 01.50 WIT, melihat ada cahaya terang dari arah Los Blok B lapak bumbu yang terletak di bagian tengah Los Blok B. Setelah diceka, ternyata nyala api yang sudah mulai membesar. Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran yang berada di samping Pasar,” ungkap Jahja Rumra kepada Cenderawasih Pos, kemarin. 

Baca Juga :  Tersangka Kerusuhan Bertambah Jadi 13 Orang

“Api berhasil dipadamkan dengan bantuan sebelas unit mobil, yang terdiri dari empat unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit mobil water supply dan tiga unit mobil water canon Brimob Polda Papua,” sambungnya.

Terkait sumber api, Jahja mengaku masih dalam penyelidikan Polresta Jayapura Kota. Kasus tersebut telah  ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Abepura. 

Secara terpisah, Kapolsek Abepura, AKP. Clief Gerald Philipus Duwith mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini. Dari penyelidikan sementara, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting. 

Kebakaran ini menurut Clief Duwith pertama kali diketahui saksi yang sedang melakukan patroli keliling. Saksi kemudian singgah di pangkalan ojek di bagian tengah pasar.

“Saat duduk di pangkalan ojek, saksi melihat ada cahaya yang keluar dari bagian Los B tempat jual ayam dan bumbu-bumbu dapur. Ketika saksi mendekati cahaya tersebut, ternyata api yang sudah membesar di bagian lapak bumbu-bumbu. Saksi langsung melaporkan kejadian itu ke Pos Pemadam Kebakaran Kota Jayapura di samping pasar,” tuturnya.

Duwith mengatakan, dalam kejadian kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Tetapi kerugian material diperkirakan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar.

Sementara itu  Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Margaretha Veronita Kirana menyampaikan, sebanyak 78 personel diturunkan untuk memadamkan api. 

Sekira pukul 2:15 WIT saat kebakaran terjadi, tepat pukul 02: 25 WIT, tim pemadam dari Pasar Youtefa sudah tiba. Namun  lima hingga sepuluh menit tim belum bisa melakukan pemadaman karena aliran listrik belum dipadamkan.

“Setelah listrik berhasil dipadamkan, kami melakukan pemadaman. Dengan menurunkan  empat mobil penyemprot, tiga mobil suplay dan dibantu water canon milik Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Adapun yang menjadi kendala saat pemadaman yakni mobil pemadam kesulitan saat melakukan manufer. Hal ini dikarenakan para pedagang berusaha mengamankan barang-barangnya. Selain itu, akses untuk mendapatkan aliran air juga terbatas. “Terjadi kebakaran bukannya membantu padamkan api, sebagian warga malah memilih jadi penonton,” sesalnya. 

Kebakaran yang menghanguskan ratusan kios dan lapak pedagang tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Jayapura. 

Baca Juga :  TPNPB Klaim Bakar Dua BTS di Kabupaten Puncak

Kemarin pagi, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., didampingi sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Jayapura mengecek lokasi kebakaran. 

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, pemerintah turut prihatin atas musibah ini. 

Terkait kebakaran ini, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura telah diminta untuk segera mendata jumlah lapak, kios dan los pedagang yang terbakar. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Pemkot Jayapura menyerahkan kepada Kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini. 

“Saya juga minta Satpol PP dan DLHK serta Dinas PU untuk membantu membersihkan lokasi yang terbakar ini, supaya kembali tertata rapi. Jadi jangan dulu pedagang masuk atau membangun kembali tempat jualannya, karena masih akan dilakukan rapat bersama. Termasuk bagi yang menyewa,  punya tempat jualan sendiri harus didata dengan baik. Semua dokumen yang terbakar milik pedagang bisa di laporkan,” bebernya kepada wartawan. 

Terkait musibah ini, Rustan Saru meminta pedagang untuk bersabar dan tidak menduga-duga apalagi memprovokasi terkait musibah kebakaran ini. “Serahkan kepada pihak kepolisian. Apapun hasilnya tetap pemerintah akan memproses masalah ini. Kalau ada masyarakat yang tahu silakan berikan informasi untuk bisa dilakukan BAP,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi, ST.,MT., mengaku sudah melakukan pengecekan di lapangan. Bahkan Pemkot Jayapura sudah memerintahkan Disperindagkop untuk melakukan pendataan pedagang yang terkena musibah kebakaran.

“Setelah pendataan, lokasi  yang terbakar akan dibersihkan. Petunjuk dari Wakil Wali Kota Jayapura  harus dilakukan rapat terlebih dahulu dalam rangka menentukan langkah-langkah pasca investigasi dari pihak Kepolisian,” tuturnya.

Mengenai jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran, Robert Awi menyebutkan sekira 500-an pedagang yang menjadi korban dalam kebakaran ini. “Nanti kami akan lihat lokasi mana saja yang bisa digunakan berjualan bagi pedagang yang losnya terbakar. Karena pedagang tidak mungkin berjualan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja,” tambahnya.

Mengenai kerugian, Robert Awi belum bisa menaksir secara pasti. Namun diakuinya jumlah pedagang yang menjadi korban dalam kebakaran ini lebih banyak dibanding kepabaran di Los A tahun 2019 lalu.  

“Kalau perkiraan kami, kerugian paling besar waktu kebakaran di los elektronik di Los A. Namun kebakaran di Loas B ini, pedagang yang menjadi korban, lebih banyak,” pungkasnya. (fia/bet/dil/nat)

MAIN HP: Seorang pedagang sedang memainkan handphonenya saat hendak mengumpulkan sisa jeruk dagangannya yang terbakar. (FOTO: Elfira/Cepos)

*Ratusan Kios dan Lapak Terbakar di Pasar Youtefa

JAYAPURA-Pasar Youtefa yang berlokasi di Kelurahan Waimhorock, Distrik Abepura, Selasa (21/7) dini hari sekirat pukul 01.30 WIT dilahap si jago merah. 

Sebanyak 39 unit kios di Los B1, 54 unit kios di Los B2 dan 328 lapak pedagang  kelontongan,  konter, penjual ayam, telur,  sayur penjual pakaian dan lainnya ludes terbakar. 

Kebakaran ini diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau krosleting di bagian Los B tempat menjual ayam dan bumbu dapur. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir kurang lebih Rp 2 miliar. 

Dari keterangan para pedagang, ini bukan kali pertama kebakaran di Pasar Youtefa. Kebakaran serupa terjadi tahun 2019 tepatnya 7 April 2019 yang menghanguskan ratusan kios di Blok A. “Pasar Youtefa memang sering terjadi kebakaran,” ucap Mustakim seorang pedagang pakaian kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/7).

Mustakim sendiri salah satu korban dari kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak kemarin. Saat kejadian, Mustakim mengaku masih berada di rumah. “Saat tiba di pasar, tak ada lagi barang-barang yang bisa saya selamatkan. Padahal Senin (20/7) malam saya baru saja membereskan kios saya,” ucapnya.

Mustakim tak tahu pasti penyebab kebakaran. Karena saat tiba di pasar, api sudah membesar.

Sementara itu, Rosalina pedagang lainnya mengatakan api mulai muncul sekira pukul 01:30 WIT. Dimana saat itu kondisi pasar sedang sepi. Ibu dua anak ini juga tak sempat menyelematkan barang berharga miliknya. Pasalnya, sat tiba di pasar sekira pukul 03.00 WIT., api sudah membesar.  “Saya tidak sempat selamatkan jualan saya dan sejumlah uang yang ada dalam kios,” ucapnya.

LOS TERBAKAR: Sejumlah los di bagian B1 Pasar Youtefa yang terbakar Selasa (21/7) dini hari, telah dipolice line untuk penyelidikan lebih lanjut. (FOTO: Priyadi/Cepos)

Rosalina juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, namun kebakaran di Pasar Youtefa sering terjadi.

Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menyampaikan, sebanyak empat saksi dimintai keterangan atas insiden kebakaran itu. Keempat saksi yang dimintai keterangan adalah petugas yang melaksanakan piket jaga di Pasar Youtefa.

“Saksi mengaku melaksanakan patroli keliling di kompleks Pasar Youtefa sekira pukul 01.50 WIT, melihat ada cahaya terang dari arah Los Blok B lapak bumbu yang terletak di bagian tengah Los Blok B. Setelah diceka, ternyata nyala api yang sudah mulai membesar. Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran yang berada di samping Pasar,” ungkap Jahja Rumra kepada Cenderawasih Pos, kemarin. 

Baca Juga :  Banyak Perubahan di Tolikara

“Api berhasil dipadamkan dengan bantuan sebelas unit mobil, yang terdiri dari empat unit mobil pemadam kebakaran, tiga unit mobil water supply dan tiga unit mobil water canon Brimob Polda Papua,” sambungnya.

Terkait sumber api, Jahja mengaku masih dalam penyelidikan Polresta Jayapura Kota. Kasus tersebut telah  ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Abepura. 

Secara terpisah, Kapolsek Abepura, AKP. Clief Gerald Philipus Duwith mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini. Dari penyelidikan sementara, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik atau korsleting. 

Kebakaran ini menurut Clief Duwith pertama kali diketahui saksi yang sedang melakukan patroli keliling. Saksi kemudian singgah di pangkalan ojek di bagian tengah pasar.

“Saat duduk di pangkalan ojek, saksi melihat ada cahaya yang keluar dari bagian Los B tempat jual ayam dan bumbu-bumbu dapur. Ketika saksi mendekati cahaya tersebut, ternyata api yang sudah membesar di bagian lapak bumbu-bumbu. Saksi langsung melaporkan kejadian itu ke Pos Pemadam Kebakaran Kota Jayapura di samping pasar,” tuturnya.

Duwith mengatakan, dalam kejadian kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Tetapi kerugian material diperkirakan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar.

Sementara itu  Kabid Pemadam Kebakaran Kota Jayapura Margaretha Veronita Kirana menyampaikan, sebanyak 78 personel diturunkan untuk memadamkan api. 

Sekira pukul 2:15 WIT saat kebakaran terjadi, tepat pukul 02: 25 WIT, tim pemadam dari Pasar Youtefa sudah tiba. Namun  lima hingga sepuluh menit tim belum bisa melakukan pemadaman karena aliran listrik belum dipadamkan.

“Setelah listrik berhasil dipadamkan, kami melakukan pemadaman. Dengan menurunkan  empat mobil penyemprot, tiga mobil suplay dan dibantu water canon milik Brimob Polda Papua,” jelasnya.

Adapun yang menjadi kendala saat pemadaman yakni mobil pemadam kesulitan saat melakukan manufer. Hal ini dikarenakan para pedagang berusaha mengamankan barang-barangnya. Selain itu, akses untuk mendapatkan aliran air juga terbatas. “Terjadi kebakaran bukannya membantu padamkan api, sebagian warga malah memilih jadi penonton,” sesalnya. 

Kebakaran yang menghanguskan ratusan kios dan lapak pedagang tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Jayapura. 

Baca Juga :  Tetap Eksis di Masyarakat

Kemarin pagi, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., didampingi sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Jayapura mengecek lokasi kebakaran. 

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, pemerintah turut prihatin atas musibah ini. 

Terkait kebakaran ini, Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura telah diminta untuk segera mendata jumlah lapak, kios dan los pedagang yang terbakar. Untuk penyelidikan lebih lanjut, Pemkot Jayapura menyerahkan kepada Kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran ini. 

“Saya juga minta Satpol PP dan DLHK serta Dinas PU untuk membantu membersihkan lokasi yang terbakar ini, supaya kembali tertata rapi. Jadi jangan dulu pedagang masuk atau membangun kembali tempat jualannya, karena masih akan dilakukan rapat bersama. Termasuk bagi yang menyewa,  punya tempat jualan sendiri harus didata dengan baik. Semua dokumen yang terbakar milik pedagang bisa di laporkan,” bebernya kepada wartawan. 

Terkait musibah ini, Rustan Saru meminta pedagang untuk bersabar dan tidak menduga-duga apalagi memprovokasi terkait musibah kebakaran ini. “Serahkan kepada pihak kepolisian. Apapun hasilnya tetap pemerintah akan memproses masalah ini. Kalau ada masyarakat yang tahu silakan berikan informasi untuk bisa dilakukan BAP,” tegasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Robert LN Awi, ST.,MT., mengaku sudah melakukan pengecekan di lapangan. Bahkan Pemkot Jayapura sudah memerintahkan Disperindagkop untuk melakukan pendataan pedagang yang terkena musibah kebakaran.

“Setelah pendataan, lokasi  yang terbakar akan dibersihkan. Petunjuk dari Wakil Wali Kota Jayapura  harus dilakukan rapat terlebih dahulu dalam rangka menentukan langkah-langkah pasca investigasi dari pihak Kepolisian,” tuturnya.

Mengenai jumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran, Robert Awi menyebutkan sekira 500-an pedagang yang menjadi korban dalam kebakaran ini. “Nanti kami akan lihat lokasi mana saja yang bisa digunakan berjualan bagi pedagang yang losnya terbakar. Karena pedagang tidak mungkin berjualan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja,” tambahnya.

Mengenai kerugian, Robert Awi belum bisa menaksir secara pasti. Namun diakuinya jumlah pedagang yang menjadi korban dalam kebakaran ini lebih banyak dibanding kepabaran di Los A tahun 2019 lalu.  

“Kalau perkiraan kami, kerugian paling besar waktu kebakaran di los elektronik di Los A. Namun kebakaran di Loas B ini, pedagang yang menjadi korban, lebih banyak,” pungkasnya. (fia/bet/dil/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/