Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Barang bukti yang diamankan antara lain amunisi kaliber 5,56 mm, kaliber 9 mm, dan kaliber 38, sejumlah selongsong peluru, pisau sangkur, parang, kapak, ketapel berbahan besi, serta senapan angin bermotif loreng.

“Kami juga menemukan sejumlah komponen seperti trigger, pelatuk besi, hand grip, dan perlengkapan alat komunikasi,” katanya.

Selain mengamankan barang bukti, aparat turut mengamankan seorang pria berinisial RK (27) alias KK yang diduga merupakan anggota KNPB wilayah Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga amunisi yang ditemukan di rumah YB merupakan titipan kelompok HSSBI yang diduga akan digunakan untuk mendukung aksi gangguan keamanan di wilayah Yahukimo.

Selain itu menduga YB terlibat bersama sejumlah anggota kelompok HSSBI dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut, termasuk dugaan pembuatan video pernyataan sikap pasca aksi penembakan terhadap kendaraan sipil di jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026 lalu. Faizal menegaskan, aparat keamanan akan terus melakukan langkah penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Dampak Miras juga Jadi Ancaman Anggota TNI

“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam aksi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Tim saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diamankan, termasuk mendalami keterkaitan dengan sejumlah aksi gangguan keamanan yang terjadi di Yahukimo,” ujar Adarma Sinaga.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung proses penegakan hukum yang sedang dilakukan aparat,” pungkasnya. (rel/mww/tri)

Baca Juga :  Soal Nasib Mahasiswa Papua, Ini upaya Pemkot Jayapura

Barang bukti yang diamankan antara lain amunisi kaliber 5,56 mm, kaliber 9 mm, dan kaliber 38, sejumlah selongsong peluru, pisau sangkur, parang, kapak, ketapel berbahan besi, serta senapan angin bermotif loreng.

“Kami juga menemukan sejumlah komponen seperti trigger, pelatuk besi, hand grip, dan perlengkapan alat komunikasi,” katanya.

Selain mengamankan barang bukti, aparat turut mengamankan seorang pria berinisial RK (27) alias KK yang diduga merupakan anggota KNPB wilayah Yahukimo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga amunisi yang ditemukan di rumah YB merupakan titipan kelompok HSSBI yang diduga akan digunakan untuk mendukung aksi gangguan keamanan di wilayah Yahukimo.

Selain itu menduga YB terlibat bersama sejumlah anggota kelompok HSSBI dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah tersebut, termasuk dugaan pembuatan video pernyataan sikap pasca aksi penembakan terhadap kendaraan sipil di jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026 lalu. Faizal menegaskan, aparat keamanan akan terus melakukan langkah penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Di Yahukimo Pembunuhan Warga Sipil Dilakukan Sambil Direkam

“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur terhadap setiap pihak yang diduga terlibat dalam aksi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Tim saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif dan pengembangan terhadap pihak-pihak yang diamankan, termasuk mendalami keterkaitan dengan sejumlah aksi gangguan keamanan yang terjadi di Yahukimo,” ujar Adarma Sinaga.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung proses penegakan hukum yang sedang dilakukan aparat,” pungkasnya. (rel/mww/tri)

Baca Juga :  Soal Nasib Mahasiswa Papua, Ini upaya Pemkot Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya