alexametrics
32.7 C
Jayapura
Tuesday, May 17, 2022

310 Personel Gabungan Diturunkan ke Yalimo

JAYAPURA – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Yalimo akan digelar pada 26 Januari 2022 atau tersisa empat hari ke depan.

Berbagai potensi kerawanan juga teah dipetakan oleh pihak kepolisian guna mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan. Yalimo sendiri sejatinya sudah  harus memiliki pemimpin pada  tahun 2021 lalu namun karena berbagai persoalan akhirnya terus tertunda dan hasil Pemilu kembali dibatalkan.

Nah dalam rangka mengamankan pelaksanaan PSU pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Yalimo, Polda Papua telah memberangkatkan 310 personel gabungan Polda Papua dan Polres Jajaran untuk memastikan kondisi daerah tetap kondusif.

Personel yang diberangkatkan hari ini merupakan personel gabungan dari masing-masing satker yang ada di Polda Papua dan juga dari Jajaran Polres untuk membackup Polres Yalimo.

Pengiriman pasukan ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan PSU dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. AM Kamal, SH., mengatakan, pergeseran personel tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat udara ke Kabupaten Jayawijaya kemudian dilanjutkan menuju ke Kabupaten Yalimo dan ini dilakukan bertahap.

Baca Juga :  Pengamanan Terbantu Pemekaran Papua

Anggota yang melaksanakan pengamanan di sana menurutnya harus membangun Komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. “Karena kita Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendukung dan memastikan pelaksanaan PSU ini berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” tuturnya dalam rilis yang diterima Cenderawaih Pos, Jumat (21/1).

“Anggota yang diberangkatkan harus bisa memastikan PSU kali ini berjalan aman dan lancar. Tentunya masyarakat di Yalimo juga sudah merindukan pemimpin yang baru,” sambungnya.

Sebelumnya Polda Papua telah mengirimkan lima kompi ke Kabupaten Yalimo untuk membackup Polres Yalimo, dan menjelang pelaksanaan akan ditambah lagi lima kompi anggota.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri beberapa waktu lalu kepada wartawan juga menyampaikan harapan serupa. “Lima kompi sudah ada di atas (Yalimo) tapi saya minta mereka jangan semata-mata menjaga Kamtibmas tetapi juga membangun komunikasi aktif yang positif dengan masyarakat agar PSU berjalan lancar,” ungkap Mathius Fakhiri kepada wartawan beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Dua Gugatan Ditolak MK, KPU Lanjutkan Tahapan PSU

Ketika itu ia menyampaikan sebanyak 5 kompi ini nantinya mulai digeser pada H-3  guna memastikan semua rangkaian PSU terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan itu Kapolda meminta ada kerjasama yang baik antara pasangan calon dan juga semua lapisan masyarakat dan sipapun yang terpilih seluruh lapisan masyarakat harus menerima ini sebagai hasil akhir.

“Jadi anggota yang ditempatkan nanti harus bisa membangun komunikasi aktif dengan masyarakat agar PSU bisa dilaksanakan  dan siapapun yang menang biarlah ia menjadi pemimpin yang amanah, tidak perlu ribut-ribut sebab Tuhan sudah tahu siapa yang akan menjadi bupati di Yalimo,” bebernya.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa pasangan calon harus bisa menjaga dan mengontrol massa pendukungnya untuk pelaksanaan pemilu dan bukan justru menjadi biang masalah karena tidak mampu mengontrol massanya. “Ingat Pemilu itu menentukan pemimpin dan bukan menentukan para pembunuh.  Yang  main politik gunakan akal sehat agar menjadi pemimpin di  daerahnya,” singgung Fakhiri. (ade/nat)

JAYAPURA – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Yalimo akan digelar pada 26 Januari 2022 atau tersisa empat hari ke depan.

Berbagai potensi kerawanan juga teah dipetakan oleh pihak kepolisian guna mengantisipasi hal – hal yang tak diinginkan. Yalimo sendiri sejatinya sudah  harus memiliki pemimpin pada  tahun 2021 lalu namun karena berbagai persoalan akhirnya terus tertunda dan hasil Pemilu kembali dibatalkan.

Nah dalam rangka mengamankan pelaksanaan PSU pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Yalimo, Polda Papua telah memberangkatkan 310 personel gabungan Polda Papua dan Polres Jajaran untuk memastikan kondisi daerah tetap kondusif.

Personel yang diberangkatkan hari ini merupakan personel gabungan dari masing-masing satker yang ada di Polda Papua dan juga dari Jajaran Polres untuk membackup Polres Yalimo.

Pengiriman pasukan ini dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan PSU dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. AM Kamal, SH., mengatakan, pergeseran personel tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat udara ke Kabupaten Jayawijaya kemudian dilanjutkan menuju ke Kabupaten Yalimo dan ini dilakukan bertahap.

Baca Juga :  Pos Belukar Diserang, Seorang Prajurit Tertembak

Anggota yang melaksanakan pengamanan di sana menurutnya harus membangun Komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. “Karena kita Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendukung dan memastikan pelaksanaan PSU ini berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” tuturnya dalam rilis yang diterima Cenderawaih Pos, Jumat (21/1).

“Anggota yang diberangkatkan harus bisa memastikan PSU kali ini berjalan aman dan lancar. Tentunya masyarakat di Yalimo juga sudah merindukan pemimpin yang baru,” sambungnya.

Sebelumnya Polda Papua telah mengirimkan lima kompi ke Kabupaten Yalimo untuk membackup Polres Yalimo, dan menjelang pelaksanaan akan ditambah lagi lima kompi anggota.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri beberapa waktu lalu kepada wartawan juga menyampaikan harapan serupa. “Lima kompi sudah ada di atas (Yalimo) tapi saya minta mereka jangan semata-mata menjaga Kamtibmas tetapi juga membangun komunikasi aktif yang positif dengan masyarakat agar PSU berjalan lancar,” ungkap Mathius Fakhiri kepada wartawan beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Lokasi Simulasi yang Beragam

Ketika itu ia menyampaikan sebanyak 5 kompi ini nantinya mulai digeser pada H-3  guna memastikan semua rangkaian PSU terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan itu Kapolda meminta ada kerjasama yang baik antara pasangan calon dan juga semua lapisan masyarakat dan sipapun yang terpilih seluruh lapisan masyarakat harus menerima ini sebagai hasil akhir.

“Jadi anggota yang ditempatkan nanti harus bisa membangun komunikasi aktif dengan masyarakat agar PSU bisa dilaksanakan  dan siapapun yang menang biarlah ia menjadi pemimpin yang amanah, tidak perlu ribut-ribut sebab Tuhan sudah tahu siapa yang akan menjadi bupati di Yalimo,” bebernya.

Sekali lagi ia menegaskan bahwa pasangan calon harus bisa menjaga dan mengontrol massa pendukungnya untuk pelaksanaan pemilu dan bukan justru menjadi biang masalah karena tidak mampu mengontrol massanya. “Ingat Pemilu itu menentukan pemimpin dan bukan menentukan para pembunuh.  Yang  main politik gunakan akal sehat agar menjadi pemimpin di  daerahnya,” singgung Fakhiri. (ade/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/