Monday, July 15, 2024
25.7 C
Jayapura

490 Warga Bibida Mengungsi ke Nabire

Tim Relawan Sebut Tak Ada Pos TPNPB di Bibida

NABIRE– Tim Relawan Konflik Kabupaten Paniai menjelaskan 490 warga Distrik Bibida telah mengungsi ke Kabupaten Nabire mulai tanggal 14-19 Juni 2024. Tim Relawan Konflik Kabupaten Paniai, Martinus Zonggonau menjelaskan, pihaknya telah mendata terhadap para pengungsi yang mengungsi ke Kabupaten Nabire pasca penembakan terhadap Sopir di Kopo, Kabupaten Paniai pada 11 Juni 2024.

“Pengungsi itu lari ke Nabire lantaran adanya kontak senjata antara TPNPB dan aparat keamanan (TNI/Polri) pada Jumat, 14 Juni 2024,” jelas Martinus Zonggonau kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di kediamannya Rabu, (19/6) kemarin.

Ia menjelaskan untuk pengungsi di Kabupaten Nabire, Posko utamanya berada di SP3 Jayanti Wadio namun ada juga yang tersebar ke beberapa titik.

Baca Juga :  Diikuti Tiga Jam, Satu Pimpinan KKB Dibekuk

“Ada di Siriwini, Kalisusu, Gerbang Sadu Wadio, SP3 Jayanti Wadio dan SP Kalibumi. Mereka dirumahkan karena punya keluarga di sini, ” tuturnya.

Untuk stok makanan, sementara masih tersedia karena ada bantuan dari Penjabat (Pj.) bupati Kabupaten Paniai dan Pj. Gubernur Provinsi Papua Tengah.

“Puji Tuhan bama sementara aman. Hari Minggu (16/6) lalu Pj. Bupati sudah datang lihat dan bantu Rp. 30.000.000 dan pada Senin (17/6) Ibu Gubernur berkunjung dan sumbang Rp. 100.000.000,” kata dia.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai yang sudah menjenguk warga dan memberikan semangat.

” Terimakasih kepada Mama Gubernur dan Mama Bupati. Memang seorang Mama yang memimpin jadi mereka langsung turun ketemu masyarakat. Tuhan berkati, ” imbuhnya.

Baca Juga :  Doni Monardo Bangga dengan Persipura

Ia juga mengimbau, pemerintah Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Paniai beserta Forkopimda untuk mencari jalan perdamaian atas konflik di Bibida.

“Di Bibida tidak ada pos TPNPB maka kami harapkan pemerintah mencari jalan keluar agar masyarakat ini bisa kembali jaga ternak dan kebun mereka di Bibida, “pungkasnya. (txt/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Tim Relawan Sebut Tak Ada Pos TPNPB di Bibida

NABIRE– Tim Relawan Konflik Kabupaten Paniai menjelaskan 490 warga Distrik Bibida telah mengungsi ke Kabupaten Nabire mulai tanggal 14-19 Juni 2024. Tim Relawan Konflik Kabupaten Paniai, Martinus Zonggonau menjelaskan, pihaknya telah mendata terhadap para pengungsi yang mengungsi ke Kabupaten Nabire pasca penembakan terhadap Sopir di Kopo, Kabupaten Paniai pada 11 Juni 2024.

“Pengungsi itu lari ke Nabire lantaran adanya kontak senjata antara TPNPB dan aparat keamanan (TNI/Polri) pada Jumat, 14 Juni 2024,” jelas Martinus Zonggonau kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di kediamannya Rabu, (19/6) kemarin.

Ia menjelaskan untuk pengungsi di Kabupaten Nabire, Posko utamanya berada di SP3 Jayanti Wadio namun ada juga yang tersebar ke beberapa titik.

Baca Juga : 

“Ada di Siriwini, Kalisusu, Gerbang Sadu Wadio, SP3 Jayanti Wadio dan SP Kalibumi. Mereka dirumahkan karena punya keluarga di sini, ” tuturnya.

Untuk stok makanan, sementara masih tersedia karena ada bantuan dari Penjabat (Pj.) bupati Kabupaten Paniai dan Pj. Gubernur Provinsi Papua Tengah.

“Puji Tuhan bama sementara aman. Hari Minggu (16/6) lalu Pj. Bupati sudah datang lihat dan bantu Rp. 30.000.000 dan pada Senin (17/6) Ibu Gubernur berkunjung dan sumbang Rp. 100.000.000,” kata dia.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai yang sudah menjenguk warga dan memberikan semangat.

” Terimakasih kepada Mama Gubernur dan Mama Bupati. Memang seorang Mama yang memimpin jadi mereka langsung turun ketemu masyarakat. Tuhan berkati, ” imbuhnya.

Baca Juga :  Fokus Pembangunan Empat Prioritas

Ia juga mengimbau, pemerintah Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Paniai beserta Forkopimda untuk mencari jalan perdamaian atas konflik di Bibida.

“Di Bibida tidak ada pos TPNPB maka kami harapkan pemerintah mencari jalan keluar agar masyarakat ini bisa kembali jaga ternak dan kebun mereka di Bibida, “pungkasnya. (txt/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya