alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, May 27, 2022

Empat Unit Rumah Milik Warga di Distrik Ilaga Terbakar

JAYAPURA-KKB juga dilaporkan menembaki Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) di Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga. Tidak hanya itu, mereka juga menyerang masyarakat sipil. Padahal Minggu merupakan hari penting bagi masyarakat setempat. Sebab, di hari itu mereka biasa ibadah di gereja. Saat diwawancarai oleh Jawa Pos Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Aqsha Erlangga menyampaikan, KST mulai menembaki Kopasgat sekitar pukul 07.00 WIT. ”Terjadi saat evakuasi korban penembakan,” ungkap dia. Sehari sebelumnya (19/2) KST juga menembaki Kopasgat yang bertugas di Bandara Aminggaru. Akibatnya seorang prajurit TNI AU bernama Fermansyah tertembak di bagian bahu sebelah kanan. Prajurit berpangkat praka itu lantas diselamatkan oleh rekan-rekannya. Dia dievakuasi ke Puskesmas Ilaga untuk mendapat perawatan medis. Kemarin pagi, Fermansyah dan Glen hendak dibawa dari Puskesmas ke bandara untuk diterbangkan ke Kabupaten Mimika. Evakuasi yang dilaksanakan oleh tim gabungan TNI – Polri itu dipimpin langsung oleh Dansektor Satgas Lanud Kopasgat Kapten Pas Geri Kurniawan. Dari Puskesmas, mereka bertolak ke bandara menggunakan tiga unit kendaraan roda empat. ”Saat berada di bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh KST,” terang Aqsha. Serangan itu direspons cepat oleh tim gabungan TNI – Polri. Mereka membalas tembakan ke arah serangan berasal. Untungnya, tidak ada korban pasca baku tembak tersebut. Namun demikian, serangan KST kemarin tidak berhenti sampai di situ. Pada pukul 09.40 WIT, aparat keamanan mendapat informasi bahwa KST menembaki masyarakat sipil di Kampung Nipuralome. Tidak lama berselang, mereka membakar pasar tradisional di kampung tersebut. Untuk memastikan pergerakan kelompok teroris itu, aparat keamanan menerbangkan drone ke lokasi penembakan. ”Hasil pantauan drone, terlihat tujuh orang KST dengan membawa senjata sepucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel,” bebernya.
Baca Juga :  Belum Ketahuan dari Kelompok Mana
Dari balik kepulan asap, drone milik aparat keamanan juga melihat satu rumah warga dibakar oleh KST. Serangan yang diduga didalangi oleh Lucky Murib dan Kalenak Murib itu berlanjut. Pada pukul 10.35 WIT, terdengar letusan tembakan sebanyak 15 kali. Posisinya, kata Aqsha, 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga. Sekitar satu jam berlalu, petugas di Pos Koramil Gome melihat pergerakan mencurigakan dua orang KST. Berboncengan menggunakan sepeda motor, keduanya melintas dengan kecepatan tinggi di depan Pos Koramil Gome. Petugas sempat melihat kedua KST itu membawa amunisi senjata api. Sehingga mereka mengeluarkan tembakan peringatan. ”Namun kedua orang KST berhasil melarikan diri,” terang Aqsha. Meski KST beraksi sejak pagi sampai siang hari. dia memastikan, tidak ada lagi korban yang tertembak. Namun demikian, sejumlah bangunan di Distrik Ilaga terbakar. Termasuk empat unit rumah milik warga. Berdasar informasi yang diterima oleh Kodam XVII/Cenderawasih sampai kemarin sore, masyarakat di Kampung Nipuralome sudah mulai mengungsi. Mereka khawatir KST kembali beraksi. ”Saya memohon dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar situasi kembali kondusif,” kata perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu,
Baca Juga :  Polisi Buru Komandan KKB Yapen
Pihaknya juga berharap tidak ada lagi korban. Kodam XVII/Cenderawasih pun mengimbau supaya semua pihak yang masih tergabung dalam KST segera kembali kepangkuan NKRI. ”Sadar hati bahwa tindakannya itu sungguh biadab dengan melakukan aksi teror, menembak masyarakat, dan termasuk menembak aparat keamanan adalah tindakan tidak berperikemanusiaan,” terang dia. Lebih dari itu, aksi tersebut juga membuat masyarakat ketakutan. Dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (20/2) kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan sudah meminta Bupati Puncak agar aktif berkomunikasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sering kali mengganggu wilayahnya untuk meredam konflik. “Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Puncak sejak Sabtu (19/2) dan meminta agar aktif berkomunikasi dengan KKB mengingat mereka juga adalah penduduk daerah itu,” kata Mathius Fakhiri kepada Antara, Minggu (20/2). Kapolda Mathius Fakhiri yang mengaku sedang melakukan kunjungan kerja di Timika mengatakan, selain meminta Bupati Puncak berkomunikasi aktif pihaknya juga sudah memberitahukan bila TNI-Polri akan melakukan pengamanan ekstra ketat. Langkah-langkah yang akan diambil sedang dipersiapkan, kata Fakhiri. Ia juga menambahkan, dirinya juga sudah meminta Kapolres Puncak agar mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah bila tidak penting. “Batasi dulu aktivitas mengingat aktivitas KKB sudah membawa korban baik aparat keamanan maupun warga sipil,” kata Fakhiri. (ade/nat/Antara/JPG)
JAYAPURA-KKB juga dilaporkan menembaki Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) di Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga. Tidak hanya itu, mereka juga menyerang masyarakat sipil. Padahal Minggu merupakan hari penting bagi masyarakat setempat. Sebab, di hari itu mereka biasa ibadah di gereja. Saat diwawancarai oleh Jawa Pos Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Aqsha Erlangga menyampaikan, KST mulai menembaki Kopasgat sekitar pukul 07.00 WIT. ”Terjadi saat evakuasi korban penembakan,” ungkap dia. Sehari sebelumnya (19/2) KST juga menembaki Kopasgat yang bertugas di Bandara Aminggaru. Akibatnya seorang prajurit TNI AU bernama Fermansyah tertembak di bagian bahu sebelah kanan. Prajurit berpangkat praka itu lantas diselamatkan oleh rekan-rekannya. Dia dievakuasi ke Puskesmas Ilaga untuk mendapat perawatan medis. Kemarin pagi, Fermansyah dan Glen hendak dibawa dari Puskesmas ke bandara untuk diterbangkan ke Kabupaten Mimika. Evakuasi yang dilaksanakan oleh tim gabungan TNI – Polri itu dipimpin langsung oleh Dansektor Satgas Lanud Kopasgat Kapten Pas Geri Kurniawan. Dari Puskesmas, mereka bertolak ke bandara menggunakan tiga unit kendaraan roda empat. ”Saat berada di bandara, tiba-tiba dari atas bukit ada tembakan yang dilakukan oleh KST,” terang Aqsha. Serangan itu direspons cepat oleh tim gabungan TNI – Polri. Mereka membalas tembakan ke arah serangan berasal. Untungnya, tidak ada korban pasca baku tembak tersebut. Namun demikian, serangan KST kemarin tidak berhenti sampai di situ. Pada pukul 09.40 WIT, aparat keamanan mendapat informasi bahwa KST menembaki masyarakat sipil di Kampung Nipuralome. Tidak lama berselang, mereka membakar pasar tradisional di kampung tersebut. Untuk memastikan pergerakan kelompok teroris itu, aparat keamanan menerbangkan drone ke lokasi penembakan. ”Hasil pantauan drone, terlihat tujuh orang KST dengan membawa senjata sepucuk SS1 berada di sekitar Tower Telkomsel,” bebernya.
Baca Juga :  Nduga Siaga Satu
Dari balik kepulan asap, drone milik aparat keamanan juga melihat satu rumah warga dibakar oleh KST. Serangan yang diduga didalangi oleh Lucky Murib dan Kalenak Murib itu berlanjut. Pada pukul 10.35 WIT, terdengar letusan tembakan sebanyak 15 kali. Posisinya, kata Aqsha, 150 meter dari Pasar Tradisional Ilaga. Sekitar satu jam berlalu, petugas di Pos Koramil Gome melihat pergerakan mencurigakan dua orang KST. Berboncengan menggunakan sepeda motor, keduanya melintas dengan kecepatan tinggi di depan Pos Koramil Gome. Petugas sempat melihat kedua KST itu membawa amunisi senjata api. Sehingga mereka mengeluarkan tembakan peringatan. ”Namun kedua orang KST berhasil melarikan diri,” terang Aqsha. Meski KST beraksi sejak pagi sampai siang hari. dia memastikan, tidak ada lagi korban yang tertembak. Namun demikian, sejumlah bangunan di Distrik Ilaga terbakar. Termasuk empat unit rumah milik warga. Berdasar informasi yang diterima oleh Kodam XVII/Cenderawasih sampai kemarin sore, masyarakat di Kampung Nipuralome sudah mulai mengungsi. Mereka khawatir KST kembali beraksi. ”Saya memohon dan mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar situasi kembali kondusif,” kata perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu,
Baca Juga :  TPNPB Sebut Bebi Kepanjangan Tangan Aparat Keamanan
Pihaknya juga berharap tidak ada lagi korban. Kodam XVII/Cenderawasih pun mengimbau supaya semua pihak yang masih tergabung dalam KST segera kembali kepangkuan NKRI. ”Sadar hati bahwa tindakannya itu sungguh biadab dengan melakukan aksi teror, menembak masyarakat, dan termasuk menembak aparat keamanan adalah tindakan tidak berperikemanusiaan,” terang dia. Lebih dari itu, aksi tersebut juga membuat masyarakat ketakutan. Dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (20/2) kemarin, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan sudah meminta Bupati Puncak agar aktif berkomunikasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sering kali mengganggu wilayahnya untuk meredam konflik. “Saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Puncak sejak Sabtu (19/2) dan meminta agar aktif berkomunikasi dengan KKB mengingat mereka juga adalah penduduk daerah itu,” kata Mathius Fakhiri kepada Antara, Minggu (20/2). Kapolda Mathius Fakhiri yang mengaku sedang melakukan kunjungan kerja di Timika mengatakan, selain meminta Bupati Puncak berkomunikasi aktif pihaknya juga sudah memberitahukan bila TNI-Polri akan melakukan pengamanan ekstra ketat. Langkah-langkah yang akan diambil sedang dipersiapkan, kata Fakhiri. Ia juga menambahkan, dirinya juga sudah meminta Kapolres Puncak agar mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah bila tidak penting. “Batasi dulu aktivitas mengingat aktivitas KKB sudah membawa korban baik aparat keamanan maupun warga sipil,” kata Fakhiri. (ade/nat/Antara/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/