Monday, January 5, 2026
26.3 C
Jayapura

Kampak Pertanyakan Penyidikan Dugaan Korupsi Tolikara

JAYAPURA – Sekelompok pemuda pada Kamis (18/4) pagi kemarin tiba – tiba memenuhi pintu gerbang Polda Papua. Mereka turun dari kendaraan sambil membawa beberapa spanduk yang kemudian dipasang di pintu gerbang. Aksi ini sempat menarik perhatian aparat di Mapolda yang langsung datang menemui penanggungjawab.

Maichel Awom selaku Koordinator Komunitas Masyarakat Adat Anti Korupsi (Kampak) menjelaskan pihaknya sengaja datang kemudian membentangkan spanduk untuk mempertanyakan perkembangan kasus korupsi.

ā€œKami mempertanyakan sejauh mana proses pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kesekretariatan DPRD TolikaraĀ  tahun anggaran 2016-2017Ā  yang telah kami laporkan sejak Oktober 2023 lalu,ā€ kata Awom usaiĀ  aksi.

Baca Juga :  Kapolda Berharap Kuota Papua Bisa Sesuai Harapan

Ia mengaku awalnya ingin berorasi namun situasi tidak memungkinkan sehingga ia hanya ditemui perwira penyidik tipikor untuk mendapat penjelasan. Awom menjelaskan bahwa sekitar 40Ā  pemuda yang datang ini berasal dari Kampak, Forum Peduli Kawasa Byak dan Solidaritas Pemuda Mahasiswa Tolikara.

JAYAPURA – Sekelompok pemuda pada Kamis (18/4) pagi kemarin tiba – tiba memenuhi pintu gerbang Polda Papua. Mereka turun dari kendaraan sambil membawa beberapa spanduk yang kemudian dipasang di pintu gerbang. Aksi ini sempat menarik perhatian aparat di Mapolda yang langsung datang menemui penanggungjawab.

Maichel Awom selaku Koordinator Komunitas Masyarakat Adat Anti Korupsi (Kampak) menjelaskan pihaknya sengaja datang kemudian membentangkan spanduk untuk mempertanyakan perkembangan kasus korupsi.

ā€œKami mempertanyakan sejauh mana proses pemeriksaan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kesekretariatan DPRD TolikaraĀ  tahun anggaran 2016-2017Ā  yang telah kami laporkan sejak Oktober 2023 lalu,ā€ kata Awom usaiĀ  aksi.

Baca Juga :  Forum Kemitraan Polisi Masyarakat Sepakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Ia mengaku awalnya ingin berorasi namun situasi tidak memungkinkan sehingga ia hanya ditemui perwira penyidik tipikor untuk mendapat penjelasan. Awom menjelaskan bahwa sekitar 40Ā  pemuda yang datang ini berasal dari Kampak, Forum Peduli Kawasa Byak dan Solidaritas Pemuda Mahasiswa Tolikara.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya