Saturday, March 21, 2026
28.5 C
Jayapura

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Pemukaan Air Naik, Dianggap Berbahaya Bagi Keselamatan

JAYAPURA – Kunjungan wisata saat libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah nantinya diperkirakan akan terjadi di kawasan Pantai Holtekamp dan sekitarnya. Namun, di balik pesona garis pantainya yang membentang indah di pantai itu, tersimpan potensi bahaya yang tak bisa diabaikan.

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi sejak November dan diperkirakan berakhir pada April 2026 mendatang. Karena itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak rekomendasikan mandi apalagi berenang di pantai. Hal ini Orgenes sampaikan mengingat arus laut sementara ini sangat berbahaya.

Meski demikian ia tidak melarang masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya untuk berwisata di pantai itu, namun perlu di pahami harus mengutamakan keamanan terlebih dahulu dan jangan mengabaikan rambu-rambu yang telah dipasangkan.

Baca Juga :  Pemimpin Harus Mendengar Keluhan Pedagang Pasar Otonom

“Untuk saat ini arus di pantai masih kuat, gelombang tinggi ini terjadi sejak November 2025 lalu hingga sekarang ini (Maret 2026) meski tidak setiap hari. Diprediksikan berakhir pada April 2026 mendatang. Kami sebagai pemilik pantai mengimbau kepada para pengunjung untuk tidak berenang karena gelombang masih tinggi, serta ikuti rambu-rambu yang ada disini,” kata Orgenes kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/3).

Pemukaan Air Naik, Dianggap Berbahaya Bagi Keselamatan

JAYAPURA – Kunjungan wisata saat libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah nantinya diperkirakan akan terjadi di kawasan Pantai Holtekamp dan sekitarnya. Namun, di balik pesona garis pantainya yang membentang indah di pantai itu, tersimpan potensi bahaya yang tak bisa diabaikan.

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi sejak November dan diperkirakan berakhir pada April 2026 mendatang. Karena itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak rekomendasikan mandi apalagi berenang di pantai. Hal ini Orgenes sampaikan mengingat arus laut sementara ini sangat berbahaya.

Meski demikian ia tidak melarang masyarakat Kota Jayapura dan sekitarnya untuk berwisata di pantai itu, namun perlu di pahami harus mengutamakan keamanan terlebih dahulu dan jangan mengabaikan rambu-rambu yang telah dipasangkan.

Baca Juga :  Diawali Suara Langkah dan Seorang Penjaga Kios Roboh

“Untuk saat ini arus di pantai masih kuat, gelombang tinggi ini terjadi sejak November 2025 lalu hingga sekarang ini (Maret 2026) meski tidak setiap hari. Diprediksikan berakhir pada April 2026 mendatang. Kami sebagai pemilik pantai mengimbau kepada para pengunjung untuk tidak berenang karena gelombang masih tinggi, serta ikuti rambu-rambu yang ada disini,” kata Orgenes kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/3).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya