Friday, March 20, 2026
26.3 C
Jayapura

Kantor Dibom, KNPB Merasa Terancam

Sebut Kejadian Kali Kedua dan Bom Dikirim Lewat Drone

JAYAPURA- Kantor Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berada di pinggiran Kali Kampwolker, Waena Distrik Heram diserang. Bukan dengan senjata melainkan menggunakan benda yang diklaim sebagai bom. Benda ini membentur tanah kemudian terjadi ledakan dan menyebar serpihan plat besi.

Serpihan ini cukup kuat sehingga mampu mengupas kulit pohon hingga menggores dinding beton dengan kedalaman 3 Cm. Selain itu tak ada korban dari insiden ini, benda tersebut juga tidak mengenai rumah melainkan pecah di tanah yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari dinding markas KNPB.

Terkait ini, Ketua Umum KNPB, Agus Kosay mengungkap ada upaya teror yang nyata dan bisa melukai. KNPB kata Agus sedang dijadikan target oleh pihak yang belum diketahui dari kelompok mana. Agus menyebut upaya teror yang dilakukan sudah terjadi dua kali. Pertama pada 17 Januari 2026 dan kedua pada Senin (16/3/2026).

Baca Juga :  Revisi Tata Ruang, Perhatikan Potensi Ekonomi di Dua Wilayah Adat
1-Serpihan benda
Serpihan benda yang disebut bom

“Semua terjadi dini hari. Pukul 03.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT . Teman-teman belum tidur dan terdengar ledakan besar sekali, ” beber Agus didampingi Ketua 1 KNPB, Warpo Wetipo dan Jubir KNPB, Ogram Wanimbo saat ditemui di Kantor KNPB Kampwolker, Selasa (17/3).

Mereka juga menunjukkan serpihan dari benda yang disebut bom rakitan tersebut. Serpihan ini terdiri dari lempengan besi setebal 2 mili meter yang terkoyak lalu ada baut berukuran kecil dan juga kabel yang diduga sebagai pemicu. Selain itu ada latban hitam yang menempel diserpihan. Benda ini kata Agus dijatuhkan menggunakan drone karena sebelumnya beberapa simpatisan dari rusun sempat melihat ada aktifitas drone disekitar markas KNPB.

Baca Juga :  KPU Papua Rekapitulasi Ulang Penghitungan Suara

Sebut Kejadian Kali Kedua dan Bom Dikirim Lewat Drone

JAYAPURA- Kantor Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berada di pinggiran Kali Kampwolker, Waena Distrik Heram diserang. Bukan dengan senjata melainkan menggunakan benda yang diklaim sebagai bom. Benda ini membentur tanah kemudian terjadi ledakan dan menyebar serpihan plat besi.

Serpihan ini cukup kuat sehingga mampu mengupas kulit pohon hingga menggores dinding beton dengan kedalaman 3 Cm. Selain itu tak ada korban dari insiden ini, benda tersebut juga tidak mengenai rumah melainkan pecah di tanah yang jaraknya hanya sekitar 5 meter dari dinding markas KNPB.

Terkait ini, Ketua Umum KNPB, Agus Kosay mengungkap ada upaya teror yang nyata dan bisa melukai. KNPB kata Agus sedang dijadikan target oleh pihak yang belum diketahui dari kelompok mana. Agus menyebut upaya teror yang dilakukan sudah terjadi dua kali. Pertama pada 17 Januari 2026 dan kedua pada Senin (16/3/2026).

Baca Juga :  Kemenag berikan bantuan ke 10 Gereja dan 1 Yayasan
1-Serpihan benda
Serpihan benda yang disebut bom

“Semua terjadi dini hari. Pukul 03.00 WIT hingga pukul 04.00 WIT . Teman-teman belum tidur dan terdengar ledakan besar sekali, ” beber Agus didampingi Ketua 1 KNPB, Warpo Wetipo dan Jubir KNPB, Ogram Wanimbo saat ditemui di Kantor KNPB Kampwolker, Selasa (17/3).

Mereka juga menunjukkan serpihan dari benda yang disebut bom rakitan tersebut. Serpihan ini terdiri dari lempengan besi setebal 2 mili meter yang terkoyak lalu ada baut berukuran kecil dan juga kabel yang diduga sebagai pemicu. Selain itu ada latban hitam yang menempel diserpihan. Benda ini kata Agus dijatuhkan menggunakan drone karena sebelumnya beberapa simpatisan dari rusun sempat melihat ada aktifitas drone disekitar markas KNPB.

Baca Juga :  Negosiasi Melepaskan Pilot Lewat Pendeta dan Tokoh Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya