Thursday, April 3, 2025
25.7 C
Jayapura

KPU Umumkan Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024 Sekali Putaran

Lanjut Efriza, dengan hasil pilpres ini program yang disukai masyarakat yaitu keberlanjutan pemerintahan atau meneruskan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Efriza juga optimis transisi dari pemerintahan Presiden Jokowi ke Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden juga dipercaya akan berjalan lancar, sebab berkaca dari transisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2014 ke Presiden Jokowi yang saat itu dianggap oposisi saja berjalan baik apalagi Jokowi ke Prabowo yang masih dalam satu tim kerja.

“Dan ini sekali lagi menunjukkan satu sisi bahwa tongkat estafetnya dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo masyarakat ingin dilanjutkan programnya dan ini artinya pemerintahan yang sangat smooth sekali kalau dulu saja kan dari SBY rival penguasa kepada oposisi lancar,” paparnya.

Baca Juga :  DPRP Akan Bentuk Pansus untuk Audit Dana Hibah Pemilukada dan Bahas Rencana PSU

“Apalagi kalau ini benar-benar program lanjutan dan sama satu tim lagi dan ini membuktikan bahwa gambaran lanjutan apa yang dibawa oleh Pak Prabowo ini selaras dengan keinginan dari masyarakat dengan narasi survei kepuasan masyarakat atau publik kepada Pak Jokowi yang masih tinggi 75 sampai 80 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut Efriza mengatakan narasi Prabowo-Gibran yang bercita-cita membawa Indonesia Emas 2045 ternyata juga mendapat kepercayaan dari sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain itu, Efriza juga mendorong setelah resmi pengumuman pemenang Pilpres 2024 dari KPU, ia berharap kandidat yang kalah mau menerima hasil yang telah diputuskan.

Efriza mengatakan tidak perlu lagi menarasikan kecurangan pemilu karena hal itu sama saja tidak mempercayai kekuatan rakyat, karena itu terus dihembuskan bukan simpati yang didapatkan malah justru sebaliknya mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat.

Baca Juga :  Polres Selidiki 3000 Rekening Mencurigakan

“Bisa saja menjadi sentimen negatif dari masyarakat, apa sentimennya? masyarakat merasa bahwa legitimasinya diganggu dengan gaya-gaya mereka yang arogan dengan gaya mereka yang tidak menerima yang tidak mau menunjukkan sikap siap kalah, kalah menang merupakan hal biasa,” pungkasnya.(*)

Sumber: jawapos

Lanjut Efriza, dengan hasil pilpres ini program yang disukai masyarakat yaitu keberlanjutan pemerintahan atau meneruskan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Efriza juga optimis transisi dari pemerintahan Presiden Jokowi ke Prabowo dan Gibran sebagai presiden dan wakil presiden juga dipercaya akan berjalan lancar, sebab berkaca dari transisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2014 ke Presiden Jokowi yang saat itu dianggap oposisi saja berjalan baik apalagi Jokowi ke Prabowo yang masih dalam satu tim kerja.

“Dan ini sekali lagi menunjukkan satu sisi bahwa tongkat estafetnya dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo masyarakat ingin dilanjutkan programnya dan ini artinya pemerintahan yang sangat smooth sekali kalau dulu saja kan dari SBY rival penguasa kepada oposisi lancar,” paparnya.

Baca Juga :  DPRP Akan Bentuk Pansus untuk Audit Dana Hibah Pemilukada dan Bahas Rencana PSU

“Apalagi kalau ini benar-benar program lanjutan dan sama satu tim lagi dan ini membuktikan bahwa gambaran lanjutan apa yang dibawa oleh Pak Prabowo ini selaras dengan keinginan dari masyarakat dengan narasi survei kepuasan masyarakat atau publik kepada Pak Jokowi yang masih tinggi 75 sampai 80 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut Efriza mengatakan narasi Prabowo-Gibran yang bercita-cita membawa Indonesia Emas 2045 ternyata juga mendapat kepercayaan dari sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain itu, Efriza juga mendorong setelah resmi pengumuman pemenang Pilpres 2024 dari KPU, ia berharap kandidat yang kalah mau menerima hasil yang telah diputuskan.

Efriza mengatakan tidak perlu lagi menarasikan kecurangan pemilu karena hal itu sama saja tidak mempercayai kekuatan rakyat, karena itu terus dihembuskan bukan simpati yang didapatkan malah justru sebaliknya mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat.

Baca Juga :  Langgar Aturan, Puluhan Baliho Caleg Ditertibkan Satpol PP

“Bisa saja menjadi sentimen negatif dari masyarakat, apa sentimennya? masyarakat merasa bahwa legitimasinya diganggu dengan gaya-gaya mereka yang arogan dengan gaya mereka yang tidak menerima yang tidak mau menunjukkan sikap siap kalah, kalah menang merupakan hal biasa,” pungkasnya.(*)

Sumber: jawapos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya