alexametrics
24.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

KBM di Sekolah Internasional Mulai Berjalan

FOTO BERSAMA: Ketua Pengelola Yayasan  Bina Bintang Cahaya Kasih Pegubin, Ferdinandus Zackyok Bamulki foto bersama dengan Pendiri Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih Pegubin, Pdt. Barkiya Lamba dan pengelola yayasan. ( FOTO : Humas Pegubin for Cepos)

Bangun SDM, Pemkab Pegubin Gandeng Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih 

OKSIBIL-Sejak diresmikan oleh Bupati  Pegunungan Bintang (Pegubin) pada September lalu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah internasional di Distrik Seranbakon mulai berjalan.  

Meskipun hingga saat ini, fasilitas pendukung sedang dilengkapi secara bertahap, namun dengan adanya murid dan guru, proses KBM sudah mulai dijalankan oleh Yayasan Bintang Cahaya Kasih. 

Pengelola yayasan sudah melakukan pendaftaran siswa hingga melaksanakan tes penerimaan siswa. Dari hasil seleksi yang dilakukan sebanyak 53 siswa dinytakan lolos seleksi dan saat ini sedang mengikuti masa orientasi siswa selama tiga bulan hingga Desember 2019. 

“Seleksi sangat ketat dan 200 lebih calon siswa mengikuti tahapan seleksi yaitu check up kesehatan, tes kemampuan bahasa asing, psikomotorik, dan menguji daya tangkap anak. Dari hasil seleksi, 53 siswa yang berasal dari tingakt SD dan SMP dinyatakan lolos. Mereka akan mengikuti masa orientasi hingga Desember nanti,” ungkap Ketua Penglola Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Ferdinandus Zacyok Bamulki usai mengikuti pembukaan masa orientasi siswa di Kampung Seram, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegubin, Rabu (16/10). 

Dalam masa orientasi ini menurutnya, seluruh siswa akan diberikan pendampingan, pengenalan dan bagaimana beradaptasi, pengenalan dasar bahasa asing dan memitivasi anak untuk giat belajar dan kegiatan lainnya. 

Baca Juga :  Tahap II Kasus Makar Dipertanyakan

Untuk tenaga pengajar, Bung Zacyok sapaan akrabnya mengaku sudah ada yang didatangkan dari Filipina dan Australia. Guru tersebut dibantu dengan tenaga lokal yaitu tenaga orang asli Pegunungan Bintang. “Untuk tenaga pengajar sementara sudah cukup,” jelasnya.

Sedangkan untuk fasilitas, dirinya menyebutkan ruang belajar sudah disediakan Pemkab Pegunungan Bintang. “Untuk fasilitas lainnya kami akan lengkapi dari belakang,” tambahnya. 

Di tempat yang sama, Pendiri Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Pdt. Barkiya Lampa mengatakan, Papua sebagai pusat perdagangan dan ekonomi di Asia Pasifik tentu membutuhkan sumber daya manusia yang handal untuk mengendalikan semua itu. 

“Apalagi saat ini zaman sudah berubah dengan demikian kita sebagai ciptahan Tuhan yang memiliki akal budi yang sehat dan baik tentu menuntut kita untuk mampu menyiapkan segala hal. Terutama menyediakan sumber daya manusia yang handal untuk mampu membendung dan menyaingi segala perubahan yang terjadi saat ini dan yang akan datang,” ungkapnya.

Yayasan yang didirikan ini menurut Pdt. Barkiya Lampa, bukan untuk meraup keuntungan pribadi dan keluarganya, tetapi untuk  manusia. “Memanusiakan manusia itu sendiri dengan berpedoman pada tujuan utama kami yakni menjemput beradaban dengan menyelamatkan generasi yang mampu bersaing dengan dunia internasional dan juga untuk menetralisir tantangan zaman yang kini berkembang secara cepat dalam dunia modern ini,” tuturnya. 

Baca Juga :  Pasien Sembuh Pertama di Nabire

Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih ini merupakan salah satu yayasan yang memberikan solusi bagi siapapun. Sehingga melalui yayasan ini para siswa, dididik dan dilatih dalam segala hal. Terutama yang bersifat menjawab kemandirian hidup. 

“Dalam perjalanan yayasan ini, kami khsususkan hanya di bidang pendidikan dan pelatihan. Dalam bentuk bahasa asing yaitu Inggris sebagai bahasa internasional. Dengan begitu para siswa yang bergabung dalam yayasan ini,  akan mampu memahami kehidupan secara pribadi maupun dunia secara umum,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu,  Pdt. Barkiya Lampa memberikan apresiasi kepada  Pemkab Pegubin. Dalam hal ini Bupati Costan Oktemka yang secara cepat menjemput dan menggandeng Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih.

“Bupati ingin orang Pegunungan Bintang harus menjadi bintang bagi siapapun dan di manapun  berada. Sekali lagi saya ucapakan terima kasih kepada pemerintah daerah terutama bapak bupati yang sudah menerima kami dan menempatkan kami di sini. Semoga kedepan yayasan ini memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan manusia di Pegubin,” tutupnya. (meky/Humas PB/nat)

FOTO BERSAMA: Ketua Pengelola Yayasan  Bina Bintang Cahaya Kasih Pegubin, Ferdinandus Zackyok Bamulki foto bersama dengan Pendiri Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih Pegubin, Pdt. Barkiya Lamba dan pengelola yayasan. ( FOTO : Humas Pegubin for Cepos)

Bangun SDM, Pemkab Pegubin Gandeng Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih 

OKSIBIL-Sejak diresmikan oleh Bupati  Pegunungan Bintang (Pegubin) pada September lalu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah internasional di Distrik Seranbakon mulai berjalan.  

Meskipun hingga saat ini, fasilitas pendukung sedang dilengkapi secara bertahap, namun dengan adanya murid dan guru, proses KBM sudah mulai dijalankan oleh Yayasan Bintang Cahaya Kasih. 

Pengelola yayasan sudah melakukan pendaftaran siswa hingga melaksanakan tes penerimaan siswa. Dari hasil seleksi yang dilakukan sebanyak 53 siswa dinytakan lolos seleksi dan saat ini sedang mengikuti masa orientasi siswa selama tiga bulan hingga Desember 2019. 

“Seleksi sangat ketat dan 200 lebih calon siswa mengikuti tahapan seleksi yaitu check up kesehatan, tes kemampuan bahasa asing, psikomotorik, dan menguji daya tangkap anak. Dari hasil seleksi, 53 siswa yang berasal dari tingakt SD dan SMP dinyatakan lolos. Mereka akan mengikuti masa orientasi hingga Desember nanti,” ungkap Ketua Penglola Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Ferdinandus Zacyok Bamulki usai mengikuti pembukaan masa orientasi siswa di Kampung Seram, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegubin, Rabu (16/10). 

Dalam masa orientasi ini menurutnya, seluruh siswa akan diberikan pendampingan, pengenalan dan bagaimana beradaptasi, pengenalan dasar bahasa asing dan memitivasi anak untuk giat belajar dan kegiatan lainnya. 

Baca Juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Untuk tenaga pengajar, Bung Zacyok sapaan akrabnya mengaku sudah ada yang didatangkan dari Filipina dan Australia. Guru tersebut dibantu dengan tenaga lokal yaitu tenaga orang asli Pegunungan Bintang. “Untuk tenaga pengajar sementara sudah cukup,” jelasnya.

Sedangkan untuk fasilitas, dirinya menyebutkan ruang belajar sudah disediakan Pemkab Pegunungan Bintang. “Untuk fasilitas lainnya kami akan lengkapi dari belakang,” tambahnya. 

Di tempat yang sama, Pendiri Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih, Pdt. Barkiya Lampa mengatakan, Papua sebagai pusat perdagangan dan ekonomi di Asia Pasifik tentu membutuhkan sumber daya manusia yang handal untuk mengendalikan semua itu. 

“Apalagi saat ini zaman sudah berubah dengan demikian kita sebagai ciptahan Tuhan yang memiliki akal budi yang sehat dan baik tentu menuntut kita untuk mampu menyiapkan segala hal. Terutama menyediakan sumber daya manusia yang handal untuk mampu membendung dan menyaingi segala perubahan yang terjadi saat ini dan yang akan datang,” ungkapnya.

Yayasan yang didirikan ini menurut Pdt. Barkiya Lampa, bukan untuk meraup keuntungan pribadi dan keluarganya, tetapi untuk  manusia. “Memanusiakan manusia itu sendiri dengan berpedoman pada tujuan utama kami yakni menjemput beradaban dengan menyelamatkan generasi yang mampu bersaing dengan dunia internasional dan juga untuk menetralisir tantangan zaman yang kini berkembang secara cepat dalam dunia modern ini,” tuturnya. 

Baca Juga :  Pangdam Sebut Penarikan Pasukan Gampang

Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih ini merupakan salah satu yayasan yang memberikan solusi bagi siapapun. Sehingga melalui yayasan ini para siswa, dididik dan dilatih dalam segala hal. Terutama yang bersifat menjawab kemandirian hidup. 

“Dalam perjalanan yayasan ini, kami khsususkan hanya di bidang pendidikan dan pelatihan. Dalam bentuk bahasa asing yaitu Inggris sebagai bahasa internasional. Dengan begitu para siswa yang bergabung dalam yayasan ini,  akan mampu memahami kehidupan secara pribadi maupun dunia secara umum,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu,  Pdt. Barkiya Lampa memberikan apresiasi kepada  Pemkab Pegubin. Dalam hal ini Bupati Costan Oktemka yang secara cepat menjemput dan menggandeng Yayasan Bina Bintang Cahaya Kasih.

“Bupati ingin orang Pegunungan Bintang harus menjadi bintang bagi siapapun dan di manapun  berada. Sekali lagi saya ucapakan terima kasih kepada pemerintah daerah terutama bapak bupati yang sudah menerima kami dan menempatkan kami di sini. Semoga kedepan yayasan ini memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan manusia di Pegubin,” tutupnya. (meky/Humas PB/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/