alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, May 17, 2022

Dua ABK KM Sinar Maros Belum Ditemukan

TERBAKAR: KM Samudara Jaya 99 yang terbakar dan terbawa arus di Pelabuhan Kondap, Kelapa Lima, Kabupaten Merauke, Kamis (16/5). ( FOTO : Yulius Sulo/Cepos)

MERAUKE-Polres Merauke  langsung bergerak  melakukan penyelidikan  terkait terbakarnya 3 kapal di Pelabuhan Kondap,  Kelapa Lima, Merauke yang menyebabkan 2 ABK (Anak Buah Kapal) KM Sinar Maros III  tewas dan 2  ABK  lainnya dinyatakan hilang. Dua ABK yang hilang yaitu Sandi dan Gustam hingga Jumat (17/5) kemarin belum ditemukan.

Kapolres Merauke, AKBP. Bahara Marpaung, SH., mengatakan, pihaknya  saat  ini sedang melakukan penyelidikan  terkait dengan   terbakarnya  3 kapal yang berawal dari meledaknya KM Sinar Maros III.

“Kami  masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Setelah pemeriksaan saksi-saksi  baru dilakukan gelar perkara. Setelah    itu kemudian ditentukan siapa  tersangkannya,” jelasnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Jumat (17/5). 

Kapolres Bahara Marpaung mengatakan, dalam pemeriksaan ini  pihaknya  masih melakukan penyelidikan apakah  BBM  yang  terbakar tersebut  adalah BBM subsidi  atau  non subsidi alias industri.     Termasuk, apakah   kejadian tersebut  masuk dalam  musibah atau ada unsur kesegajaan  atau ada unsur kelalaian   sehingga  kapal meledak saat dilakukan pengisian BBM. 

“Sementara ini kalau kita lihat  bahwa ada unsur  kelalaian di situ. Tapi akan disimpulkan nanti setelah semuanya sudah kita  lakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Pihaknya juga akan mencari orang yang bertanggung jawab atas kejadian. Nahkoda kapal menurut Bahara Marpaung belum bertanggung jawab karena saat itu kapal belum berlayar. “Kecuali  kalau kapal sudah berlayar  maka  seluruh tanggung jawab ada di  nahkoda kapal. Tinggal sekarang siapa yang mengisikan dan atas perintah siapa yang mengisikan. Ini yang sedang kita dalami. Kalau yang isikan meninggal ini akan repot. Tapi musti ada mata rantainya,” ujarnya. 

Baca Juga :  1.000-an Pengungsi Nusantara Difasilitasi ke Daerah Asal

Dalam penyelidikan ini pihaknya juga sedang mendalami dokumen dari kapal tersebut. Oleh sebab itu, Bahara Marpaung mengaku sudah mengarahkan anggota KP3 Pelabuhan dan reserse  untuk mengumpulkan dokumen kapal. “Namun persoalannya barang bukti kapal yang terbakar sudah tenggelam dan berbawa arus,” ungkapnya.

Terkait kebakaran yang menghanguskan   puluhan ton BBM  tersebut membuat   Pertamina MOR VIII   Maluku, Papua dan Papua Barat   langsung turun ke Merauke  dan melakukan pemeriksaan, kemarin. Kepala Pertamina Merauke, Justinus  Dominggus Louhenapessy ditemui   di Kantornya mengungkapkan bahwa tim dari Pertamina Jayapura  tersebut langsung melakukan  pemeriksaan karena masih ada perbedaan jumlah  data BBM yang ada di pihak kepolisian dan data yang dikeluarkan Pertamina. “Nanti hasil pemeriksaan akan kami serahkan ke Polisi juga,”jelasnya.

Sementara itu, terkait dua ABK KM Sinar Maros III yaitu Sandi dan Gustam yang dinyatakan hilang, hingga kemarin masih terus dilakukan pencarian. Petugas dari kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke bersama  Polair dan Potensi  SAR Merauke, sejak kemarin pagi  hingga siang melakukan penyisiran  ke hulu dan muara Kali  Maro, namun  masih nihil.  “Tim  pencarian kami bagi dua,  satu tim ke arah muara dan   satu tim lainnya ke arah hulu, namun  masih nihil,”  kata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke Darmawan dihubungi  sore kemarin.  

Baca Juga :  Korban Pemerkosaan Trauma Hingga Malas ke Sekolah

Darmawan menjelaskan bahwa  upaya pencarian akan dilanjutkan Sabtu (18/5) pagi ini. “Besok (hari ini, red) kita lanjutkan   upaya pencarian  terhadap dua  korban yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KM. Sinar Maros III yang sedang melakukan pengisian BBM jenius premium di Pelabuhan Kondap,  Kelapa Lima, Merauke meledak. Ledakan tersebut menimbulkan kebakaran yang kemudian api menyambar kapal pengangkut BBM lainnya KM Samudera Jaya 99 yang berlabuh di samping KM. Sinar  Maros III. 

KM Samudera Jaya 99 yang dalam kondisi terbakar kemudian terbawa arus dan apinya sempat merembet ke KM Sabuk Nusantara 45. Beruntung api dapat segera dipadamkan. 

Saat terjadi ledakan di KM Sinar Maros III, terdapat lima ABK di atas kapal dan satu orang ABK berada di dermaga. Lima orang ABK yang berada di kapal tersebut, dua orang meninggal dunia, dua lainnya hilang dan satu selamat yang hingga kemarin masih menjalani perawatan. Korban meninggal yaitu Saharuddin dan Mirna. Sementara dua ABK yang belum ditemukan Sandi dan Gustam. (ulo/nat) 

TERBAKAR: KM Samudara Jaya 99 yang terbakar dan terbawa arus di Pelabuhan Kondap, Kelapa Lima, Kabupaten Merauke, Kamis (16/5). ( FOTO : Yulius Sulo/Cepos)

MERAUKE-Polres Merauke  langsung bergerak  melakukan penyelidikan  terkait terbakarnya 3 kapal di Pelabuhan Kondap,  Kelapa Lima, Merauke yang menyebabkan 2 ABK (Anak Buah Kapal) KM Sinar Maros III  tewas dan 2  ABK  lainnya dinyatakan hilang. Dua ABK yang hilang yaitu Sandi dan Gustam hingga Jumat (17/5) kemarin belum ditemukan.

Kapolres Merauke, AKBP. Bahara Marpaung, SH., mengatakan, pihaknya  saat  ini sedang melakukan penyelidikan  terkait dengan   terbakarnya  3 kapal yang berawal dari meledaknya KM Sinar Maros III.

“Kami  masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Setelah pemeriksaan saksi-saksi  baru dilakukan gelar perkara. Setelah    itu kemudian ditentukan siapa  tersangkannya,” jelasnya saat dihubungi Cenderawasih Pos, Jumat (17/5). 

Kapolres Bahara Marpaung mengatakan, dalam pemeriksaan ini  pihaknya  masih melakukan penyelidikan apakah  BBM  yang  terbakar tersebut  adalah BBM subsidi  atau  non subsidi alias industri.     Termasuk, apakah   kejadian tersebut  masuk dalam  musibah atau ada unsur kesegajaan  atau ada unsur kelalaian   sehingga  kapal meledak saat dilakukan pengisian BBM. 

“Sementara ini kalau kita lihat  bahwa ada unsur  kelalaian di situ. Tapi akan disimpulkan nanti setelah semuanya sudah kita  lakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Pihaknya juga akan mencari orang yang bertanggung jawab atas kejadian. Nahkoda kapal menurut Bahara Marpaung belum bertanggung jawab karena saat itu kapal belum berlayar. “Kecuali  kalau kapal sudah berlayar  maka  seluruh tanggung jawab ada di  nahkoda kapal. Tinggal sekarang siapa yang mengisikan dan atas perintah siapa yang mengisikan. Ini yang sedang kita dalami. Kalau yang isikan meninggal ini akan repot. Tapi musti ada mata rantainya,” ujarnya. 

Baca Juga :  Demo SRPPD Dibubarkan, Gubernur NFRPB Diamankan

Dalam penyelidikan ini pihaknya juga sedang mendalami dokumen dari kapal tersebut. Oleh sebab itu, Bahara Marpaung mengaku sudah mengarahkan anggota KP3 Pelabuhan dan reserse  untuk mengumpulkan dokumen kapal. “Namun persoalannya barang bukti kapal yang terbakar sudah tenggelam dan berbawa arus,” ungkapnya.

Terkait kebakaran yang menghanguskan   puluhan ton BBM  tersebut membuat   Pertamina MOR VIII   Maluku, Papua dan Papua Barat   langsung turun ke Merauke  dan melakukan pemeriksaan, kemarin. Kepala Pertamina Merauke, Justinus  Dominggus Louhenapessy ditemui   di Kantornya mengungkapkan bahwa tim dari Pertamina Jayapura  tersebut langsung melakukan  pemeriksaan karena masih ada perbedaan jumlah  data BBM yang ada di pihak kepolisian dan data yang dikeluarkan Pertamina. “Nanti hasil pemeriksaan akan kami serahkan ke Polisi juga,”jelasnya.

Sementara itu, terkait dua ABK KM Sinar Maros III yaitu Sandi dan Gustam yang dinyatakan hilang, hingga kemarin masih terus dilakukan pencarian. Petugas dari kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke bersama  Polair dan Potensi  SAR Merauke, sejak kemarin pagi  hingga siang melakukan penyisiran  ke hulu dan muara Kali  Maro, namun  masih nihil.  “Tim  pencarian kami bagi dua,  satu tim ke arah muara dan   satu tim lainnya ke arah hulu, namun  masih nihil,”  kata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan  Merauke Darmawan dihubungi  sore kemarin.  

Baca Juga :  Pasca Kontak Tembak, Penerbangan ke Ilaga Normal

Darmawan menjelaskan bahwa  upaya pencarian akan dilanjutkan Sabtu (18/5) pagi ini. “Besok (hari ini, red) kita lanjutkan   upaya pencarian  terhadap dua  korban yang masih dinyatakan hilang,” pungkasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KM. Sinar Maros III yang sedang melakukan pengisian BBM jenius premium di Pelabuhan Kondap,  Kelapa Lima, Merauke meledak. Ledakan tersebut menimbulkan kebakaran yang kemudian api menyambar kapal pengangkut BBM lainnya KM Samudera Jaya 99 yang berlabuh di samping KM. Sinar  Maros III. 

KM Samudera Jaya 99 yang dalam kondisi terbakar kemudian terbawa arus dan apinya sempat merembet ke KM Sabuk Nusantara 45. Beruntung api dapat segera dipadamkan. 

Saat terjadi ledakan di KM Sinar Maros III, terdapat lima ABK di atas kapal dan satu orang ABK berada di dermaga. Lima orang ABK yang berada di kapal tersebut, dua orang meninggal dunia, dua lainnya hilang dan satu selamat yang hingga kemarin masih menjalani perawatan. Korban meninggal yaitu Saharuddin dan Mirna. Sementara dua ABK yang belum ditemukan Sandi dan Gustam. (ulo/nat) 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/