Kemudian kepada Ibu-ibu dan seluruh wanita mulailah berhemat dan mencicil bahan makanan yang diperlukan keluarga. Kepada anak-anak dan kaum muda Papua diminta bersiaplah untuk hadapi semua hal. Membela tanah air dan hentikanlah mental boros serta kebiasaan banyak jajan. Mulailah serius menyimpan dana di rumah atau tempat yang aman untuk dapat dipergunakan dalam situasi-situasi mendesak.
Selanjutnya kepada para pemimpin, tokoh adat, dan tokoh perempuan dari masing-masing klen, subsuku, hingga suku penting untuk mengarahkan anggota suku dan komunitas masing-masing untuk menjaga diri, bekerja di kebun, dan menyiapkan makanan apabila masa sulit tiba. Poin lain kepada para pemimpin agama diminta untuk menyerukan dari mimbar-mimbar untuk mengarahkan umat bersungguh-sungguh berdoa memohon belas kasih dan perlindungan Tuhan bagi keluarga, agama, dan Papua. “Mintalah umat untuk berdoa pada jam kerahiman ilahi tadi,” imbuhnya.
Pesan lain disampaikan kepada para pejuang, organisasi taktik dan strategis perlawanan di bidang sipil-politik, pertahanan, dan diplomatik, di mana pun agar masing-masing melakukan koordinasi dan konsolidasi internal untuk berdoa dan bekerja menyiapkan bahan makanan. Hentikan segala perdebatan, tinggalkan ego pribadi.
Menase menjelaskan seruan ini keluar lantaran pertama dari situasi nyata yang sedang dihadapi di tengah pendudukan Indonesia yakni bangsa Papua terus terkepung, tertindas, dan dibunuh tanpa ampun. Di saat yang sama, kita diingatkan untuk tidak melupakan sejarah identitas dan spiritualitas kepada Tuhan yang menciptakan dan menempatkan kita di tanah ini dengan kembali kepada makanan tradisional.
Kemudian kepada Ibu-ibu dan seluruh wanita mulailah berhemat dan mencicil bahan makanan yang diperlukan keluarga. Kepada anak-anak dan kaum muda Papua diminta bersiaplah untuk hadapi semua hal. Membela tanah air dan hentikanlah mental boros serta kebiasaan banyak jajan. Mulailah serius menyimpan dana di rumah atau tempat yang aman untuk dapat dipergunakan dalam situasi-situasi mendesak.
Selanjutnya kepada para pemimpin, tokoh adat, dan tokoh perempuan dari masing-masing klen, subsuku, hingga suku penting untuk mengarahkan anggota suku dan komunitas masing-masing untuk menjaga diri, bekerja di kebun, dan menyiapkan makanan apabila masa sulit tiba. Poin lain kepada para pemimpin agama diminta untuk menyerukan dari mimbar-mimbar untuk mengarahkan umat bersungguh-sungguh berdoa memohon belas kasih dan perlindungan Tuhan bagi keluarga, agama, dan Papua. “Mintalah umat untuk berdoa pada jam kerahiman ilahi tadi,” imbuhnya.
Pesan lain disampaikan kepada para pejuang, organisasi taktik dan strategis perlawanan di bidang sipil-politik, pertahanan, dan diplomatik, di mana pun agar masing-masing melakukan koordinasi dan konsolidasi internal untuk berdoa dan bekerja menyiapkan bahan makanan. Hentikan segala perdebatan, tinggalkan ego pribadi.
Menase menjelaskan seruan ini keluar lantaran pertama dari situasi nyata yang sedang dihadapi di tengah pendudukan Indonesia yakni bangsa Papua terus terkepung, tertindas, dan dibunuh tanpa ampun. Di saat yang sama, kita diingatkan untuk tidak melupakan sejarah identitas dan spiritualitas kepada Tuhan yang menciptakan dan menempatkan kita di tanah ini dengan kembali kepada makanan tradisional.