Wednesday, January 7, 2026
26.9 C
Jayapura

Tersangka Korupsi Pembangunan Sarana Air Bersih di Boven Digoel Bertambah

MERAUKE– Jika sebelumnya, Kejaksaan Negeri Merauke telah menetapkan 2 tersangka dugaan korupsi pembangunan Sana Air Bersih di Kampung Firiwage, Distrik Firiwage, Kabupaten Boven Digoel yang merugikan negara sebesar Rp 2,8 miliar, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Boven Digoel berinisial FT dan Wakil Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial K, maka Kejaksaan Negeri Merauke menetapkan tersangka baru.

‘’Untuk kasus korupsi pembangunan sarana air bersih tersebut, kita sudah menetapkan tersangka baru,’’ kata Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH melalui Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora, SH, MH, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11).

Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora mengungkapkan, tersangka baru tersebut adalah Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial JHY.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Pemuda 17 Tahun Masih Misterius 

‘’Sebelumnya, yang bersangkutan kita periksa sebagai saksi, yang kemudian kita tetapkan sebagai tersangka setelah menemukan minimal 2 alat bukti,’’ tandasnya.

Terkait dengan penetapan tersangka JHY tersebut, Kejaksaan Negeri Merauke telah melakukan pemanggilan terhadap 30 orang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora menjelaskan, saksi-saksi tersebut dimintai keterangan terkait dengan tersangka Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial JHY dan Wakil Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial K, yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Dinas PUPR Boven Digoel.

‘’Kami memang panggil sekitar 30 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk kedua tersangka itu, tapi yang datang hari ini sekitar belasan orang. Kalau belum datang hari ini, nanti kita panggil lagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Panpil Serahkan Hasil Seleksi, Gubernur Minta Hormati Seluruh Tahapan   

MERAUKE– Jika sebelumnya, Kejaksaan Negeri Merauke telah menetapkan 2 tersangka dugaan korupsi pembangunan Sana Air Bersih di Kampung Firiwage, Distrik Firiwage, Kabupaten Boven Digoel yang merugikan negara sebesar Rp 2,8 miliar, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Boven Digoel berinisial FT dan Wakil Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial K, maka Kejaksaan Negeri Merauke menetapkan tersangka baru.

‘’Untuk kasus korupsi pembangunan sarana air bersih tersebut, kita sudah menetapkan tersangka baru,’’ kata Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH melalui Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora, SH, MH, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/11).

Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora mengungkapkan, tersangka baru tersebut adalah Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial JHY.

Baca Juga :  Jelang PON, Pemkab Terus Galakkan Vaksin Covid-19

‘’Sebelumnya, yang bersangkutan kita periksa sebagai saksi, yang kemudian kita tetapkan sebagai tersangka setelah menemukan minimal 2 alat bukti,’’ tandasnya.

Terkait dengan penetapan tersangka JHY tersebut, Kejaksaan Negeri Merauke telah melakukan pemanggilan terhadap 30 orang untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora menjelaskan, saksi-saksi tersebut dimintai keterangan terkait dengan tersangka Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial JHY dan Wakil Direktur CV Bangun Sarana Papua berinisial K, yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Dinas PUPR Boven Digoel.

‘’Kami memang panggil sekitar 30 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk kedua tersangka itu, tapi yang datang hari ini sekitar belasan orang. Kalau belum datang hari ini, nanti kita panggil lagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Penyelengga Pilkada Jangan Jadi Sumber Konflik     

Berita Terbaru

Artikel Lainnya