alexametrics
24.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Peluk Kotak Suara, Seberangi Sungai Digoel dengan Tali Sling

MENANTANG MAUT: Anggota Polda Papua Bripda Erens Hababuk saat menyeberangi sungai Digoel dengan menggunakan tali sling sambil memeluk kotak suara, Minggu (13/12). ( FOTO: Polres Pegubin for Cepos)

JAYAPURA-Kegigihan anggota Polri dalam hal ini Polda Papua dalam mengawal kotak suara Pilkada Serentak 2020 di 11 kabupaten di Provinsi Papua patut diapresiasi. 

Berbagai cara dilakukan agar kotak suara tetap aman dalam pendistribusian ke TPS yang ada distrik-distrik atau saat kembali ke kantor KPU di masing-masing daerah.

 Dalam video berdurasi 30 detik yang tersebar di media sosial, terlihat perjuangan seorang anggota Polri bernama Bripda Erens Hababuk BKO Polda Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang menyeberangi sungai Digoel yang lebarnya sekitar 50 meter di Distrik Iwur, Minggu (13/12).

 Bripda Erens menyeberangi sungai Digoel yang deras bersama rekannya dengan cara  bergelantung menggunakan seutas tali sling atau melakukan mountaineering sembari memeluk kotak suara.

Bripda Erens dalam mengawal dan membawa kotak suara dari Distrik Iwur menuju ke kantor  KPU Pegunungan Bintang bersama rekannya Kapospol Iwur, Bripka Moses Alex Baab dan Bripda Alesandro BKO Polda Papua serta anggota lainnya.

Anggota lainnya yang melakukan pengamanan Pilkada di Distrik Iwur yakni, Briptu Erasmus Papabri, Briptu Laode Hasan dan Bripda Yeremia.

Baca Juga :  Nama Provinsi Papua Selatan Sudah Final

 Setelah berhasil menyeberangi sungai dengan seutas tali sling, anggota juga harus berjalan kaki selama 3 jam dari Distrik Iwur menuju Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang untuk menyerahkan kotak suara ke kantor KPU Pegunungan Bintang.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP. Ferdyan Indra Fahmi menerangkan, jembatan yang putus di distrik tersebut menyebabkan anggota harus berinisiatif menyeberangi sungai deras dengan bergelantung menggunakan tali sling.

 “Surat suara yang sudah dicoblos salah satu bentuk pengawalan kita. Karena logistik kotak suara wajib diamankan oleh Polisi. Ini benar-benar melekat selesai pleno, penghitungan suara di tingkat distrik lalu dibawa kantor KPU,” ungkap Ferdyan kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Senin (14/12).

 Menurut Ferdyan, sebelumnya kotak suara dari Oksibil didistribusikan ke Distrik Iwur dan beberapa distrik lainnya menggunakan helikopter. Dikarenakan pada Minggu (13/12) cuaca kurang mendukung, maka anggota menggunakan jalur darat dengan segala tantangan yang ada di lapangan.

“Pelaksanaan Pilkada di Pegubin hingga saat ini berjalan aman dan kondusif. Sebanyak 40 persen kotak suara telah berada di kantor KPU Pegunungan Bintang. Masyarakat Pegubin sudah dewasa sehingga mekanismenya sudah diserahkan kepada KPU,” ucapnya.

Baca Juga :  Aksi Pembakaran Masih Berlanjut di Elelim

Dijelaskan, dari 34 distrik di Pegunungan Bintang, enam distrik penyaluran logistik menempuh jalur darat. Sementara 28 distrik lainnya menggunakan jalur udara. 

Secara terpisah Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, dari 11 kabupaten di Papua yang melaksanakan Pilkada terdapat delapan kabupaten yang sulit dijangkau TPSnya.

Delapan kabupaten yang TPS-nya sulit dijangkau yakni Kabupaten Keerom, Mamberamo Raya, Yahukimo, Asmat, Yalimo, Waropen, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel.

 “Delapan kabupaten tersebut dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, namun anggota kami sudah mendapatkan pembekalan sebelumnya untuk mengatasi situasi yang terjadi di lapangan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos.

Diakuinya, sebagian besar ditempuh dengan menggunakan jalur udara dan jalur sungai. Bahkan anggota terkadang berjalan kaki selama berjam-jam, lantaran jalur yang ditempuh tak bisa dilalui kendaraan roda empat. (fia/nat)

MENANTANG MAUT: Anggota Polda Papua Bripda Erens Hababuk saat menyeberangi sungai Digoel dengan menggunakan tali sling sambil memeluk kotak suara, Minggu (13/12). ( FOTO: Polres Pegubin for Cepos)

JAYAPURA-Kegigihan anggota Polri dalam hal ini Polda Papua dalam mengawal kotak suara Pilkada Serentak 2020 di 11 kabupaten di Provinsi Papua patut diapresiasi. 

Berbagai cara dilakukan agar kotak suara tetap aman dalam pendistribusian ke TPS yang ada distrik-distrik atau saat kembali ke kantor KPU di masing-masing daerah.

 Dalam video berdurasi 30 detik yang tersebar di media sosial, terlihat perjuangan seorang anggota Polri bernama Bripda Erens Hababuk BKO Polda Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang menyeberangi sungai Digoel yang lebarnya sekitar 50 meter di Distrik Iwur, Minggu (13/12).

 Bripda Erens menyeberangi sungai Digoel yang deras bersama rekannya dengan cara  bergelantung menggunakan seutas tali sling atau melakukan mountaineering sembari memeluk kotak suara.

Bripda Erens dalam mengawal dan membawa kotak suara dari Distrik Iwur menuju ke kantor  KPU Pegunungan Bintang bersama rekannya Kapospol Iwur, Bripka Moses Alex Baab dan Bripda Alesandro BKO Polda Papua serta anggota lainnya.

Anggota lainnya yang melakukan pengamanan Pilkada di Distrik Iwur yakni, Briptu Erasmus Papabri, Briptu Laode Hasan dan Bripda Yeremia.

Baca Juga :  Nama Provinsi Papua Selatan Sudah Final

 Setelah berhasil menyeberangi sungai dengan seutas tali sling, anggota juga harus berjalan kaki selama 3 jam dari Distrik Iwur menuju Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang untuk menyerahkan kotak suara ke kantor KPU Pegunungan Bintang.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP. Ferdyan Indra Fahmi menerangkan, jembatan yang putus di distrik tersebut menyebabkan anggota harus berinisiatif menyeberangi sungai deras dengan bergelantung menggunakan tali sling.

 “Surat suara yang sudah dicoblos salah satu bentuk pengawalan kita. Karena logistik kotak suara wajib diamankan oleh Polisi. Ini benar-benar melekat selesai pleno, penghitungan suara di tingkat distrik lalu dibawa kantor KPU,” ungkap Ferdyan kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Senin (14/12).

 Menurut Ferdyan, sebelumnya kotak suara dari Oksibil didistribusikan ke Distrik Iwur dan beberapa distrik lainnya menggunakan helikopter. Dikarenakan pada Minggu (13/12) cuaca kurang mendukung, maka anggota menggunakan jalur darat dengan segala tantangan yang ada di lapangan.

“Pelaksanaan Pilkada di Pegubin hingga saat ini berjalan aman dan kondusif. Sebanyak 40 persen kotak suara telah berada di kantor KPU Pegunungan Bintang. Masyarakat Pegubin sudah dewasa sehingga mekanismenya sudah diserahkan kepada KPU,” ucapnya.

Baca Juga :  Perlu Pertimbangkan Kondisi Rill

Dijelaskan, dari 34 distrik di Pegunungan Bintang, enam distrik penyaluran logistik menempuh jalur darat. Sementara 28 distrik lainnya menggunakan jalur udara. 

Secara terpisah Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Gatot Haribowo mengatakan, dari 11 kabupaten di Papua yang melaksanakan Pilkada terdapat delapan kabupaten yang sulit dijangkau TPSnya.

Delapan kabupaten yang TPS-nya sulit dijangkau yakni Kabupaten Keerom, Mamberamo Raya, Yahukimo, Asmat, Yalimo, Waropen, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel.

 “Delapan kabupaten tersebut dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, namun anggota kami sudah mendapatkan pembekalan sebelumnya untuk mengatasi situasi yang terjadi di lapangan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos.

Diakuinya, sebagian besar ditempuh dengan menggunakan jalur udara dan jalur sungai. Bahkan anggota terkadang berjalan kaki selama berjam-jam, lantaran jalur yang ditempuh tak bisa dilalui kendaraan roda empat. (fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/