alexametrics
27.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Masih Ada Warga Kota Tak Miliki Jamban

COBA JAMBAN: Salah seorang warga mencoba jamban baru yang diserahkan mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Uncen di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jumat (14/6) kemarin. Ini menjadi jamban percontohan. ( FOTO : Anshar for Cenderawasih Pos )

JAYAPURA-Hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) di RW 02 RT 02 Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami ternyata ditemukan masih banyak warga yang tak miliki jamban. 

Ini terungkap dari kegiatan upaya pemberdayaan kesehatan dan kemitraan mahasiswa praktek Profesi Ners State Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Geronik Fakultas Kedokteran Uncen. Kegiatan ini dilakukan mulai dari 10 Mei hingga 15 Juni 2019. 

 “Itu salah satu hasil yang kami peroleh dimana dari  hasil survey terhadap 65 kepala keluarga di RW 02 Kampung Holtekamp ternyata masih ada 8 persen masyarakat yang tinggal tanpa memiliki jamban,” kata Muh Anshar selaku koordinator Lapangan didampingi penanggungjawab data, Erwin Kasmawinata S.Kep saat ditemui di posko mereka di Muara Tami, Jumat (14/6) kemarin. 

Baca Juga :  Jalan Raya Holtekamp Kembali Memakan Korban, Seorang Pria Tewas di TKP

Selebihnya dari angka ini dikatakan terdapat ada 52 persen yang buang air besar (BAB) di jamban yang langsung bersentuhan dengan kali dan sisanya 40 persen buang air di kloset. 

 “Kami dari kampung awanya melakukan perkenalan soal maksud kedatangan kami. Itu disampaikan pada musyawarah masyarakat desa (MMD) dan kemudian dilakukan pendataan lewat kuisioner. Dari hasil kuisioner inilah baru ketahuan apa persoalan yang sedang terjadi,” lanjut Anshar. 

Pihaknya sendiri mencoba menggandeng beberapa pihak untuk mewujudkan jamban percontohkan yang Jumat kemarin diserahkan secara resmi yang disaksikan warga dan kepala kampung. “Kami sempat kaget ternyata masih ada warga yang BAB bukan di jamban. Ada yang di semak-semak, ada yang di kali namun ada juga yang gunakan jamban umum. Kesadaran untuk memiliki sanitasi yang sehat di sini masih perlu dibenahi,” jelasnya. 

Baca Juga :  Ganja dari PNG, Sabu dari Makassar dan Surabaya

 Selain menyerahkan bangunan jamban, mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Uncen ini juga melakukan beberapa agenda lainnya. Misalnya membuat saluran pembuangan air limbah, pemasangan has nyamuk, pembuatan penyaring air bersih, pembuatan taman obat keluarga, pembagian kelambu hingga penyegaran kader Posyandu Balita dan Lansia. (ade/nat)

COBA JAMBAN: Salah seorang warga mencoba jamban baru yang diserahkan mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Uncen di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jumat (14/6) kemarin. Ini menjadi jamban percontohan. ( FOTO : Anshar for Cenderawasih Pos )

JAYAPURA-Hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) di RW 02 RT 02 Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami ternyata ditemukan masih banyak warga yang tak miliki jamban. 

Ini terungkap dari kegiatan upaya pemberdayaan kesehatan dan kemitraan mahasiswa praktek Profesi Ners State Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Geronik Fakultas Kedokteran Uncen. Kegiatan ini dilakukan mulai dari 10 Mei hingga 15 Juni 2019. 

 “Itu salah satu hasil yang kami peroleh dimana dari  hasil survey terhadap 65 kepala keluarga di RW 02 Kampung Holtekamp ternyata masih ada 8 persen masyarakat yang tinggal tanpa memiliki jamban,” kata Muh Anshar selaku koordinator Lapangan didampingi penanggungjawab data, Erwin Kasmawinata S.Kep saat ditemui di posko mereka di Muara Tami, Jumat (14/6) kemarin. 

Baca Juga :  Lokasi Begal Bukan Untuk Swafoto!

Selebihnya dari angka ini dikatakan terdapat ada 52 persen yang buang air besar (BAB) di jamban yang langsung bersentuhan dengan kali dan sisanya 40 persen buang air di kloset. 

 “Kami dari kampung awanya melakukan perkenalan soal maksud kedatangan kami. Itu disampaikan pada musyawarah masyarakat desa (MMD) dan kemudian dilakukan pendataan lewat kuisioner. Dari hasil kuisioner inilah baru ketahuan apa persoalan yang sedang terjadi,” lanjut Anshar. 

Pihaknya sendiri mencoba menggandeng beberapa pihak untuk mewujudkan jamban percontohkan yang Jumat kemarin diserahkan secara resmi yang disaksikan warga dan kepala kampung. “Kami sempat kaget ternyata masih ada warga yang BAB bukan di jamban. Ada yang di semak-semak, ada yang di kali namun ada juga yang gunakan jamban umum. Kesadaran untuk memiliki sanitasi yang sehat di sini masih perlu dibenahi,” jelasnya. 

Baca Juga :  Ganja dari PNG, Sabu dari Makassar dan Surabaya

 Selain menyerahkan bangunan jamban, mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Uncen ini juga melakukan beberapa agenda lainnya. Misalnya membuat saluran pembuangan air limbah, pemasangan has nyamuk, pembuatan penyaring air bersih, pembuatan taman obat keluarga, pembagian kelambu hingga penyegaran kader Posyandu Balita dan Lansia. (ade/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/