Lebih lanjut sejak Senin (9/2) pihaknya melalui personel Satuan Lalu Lintas Polres Yalimo telah siaga di titik-titik aman untuk memberikan arahan kepada pengguna jalan, sekaligus melakukan pengawasan di sekitar lokasi longsor. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada masyarakat yang mencoba melintas di area berbahaya.
“Proses evakuasi dan pembersihan material longsor telah berlangsung sejak Senin (9/2) dengan mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan. Hal ini mengingat kondisi tanah yang masih labil serta adanya potensi longsor susulan akibat cuaca yang masih fluktuatif,” jelas Kompol Joni.
Polda Papua kata dia bersama instansi terkait terus berupaya maksimal agar akses jalan dapat segera dipulihkan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran proses penanganan di lokasi terdampak bencana. Kompol Joni juga mengimbau kepada para pengguna Jalan Trans Papua untuk sementara waktu tidak mendekati zona longsoran dan tidak melintas di jalur tersebut agar tidak mengganggu proses evakuasi.
“Kami akan selalu update terkait pembukaan kembali akses jalan akan disampaikan setelah kondisi dinyatakan aman,” imbuhnya.
Diketahui, bencana longsor tersebut mengakibatkan sedikitnya enam titik ruas jalan Trans Papua terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Enam titik tersebut meliputi Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu yang mengalami putus total, Jalan Tanjakan Yahuli, ruas Jalan Area Camp 90 dan Camp 80 yang tertimbun material longsor, Jembatan Kali Kil yang hanyut terbawa arus, serta ruas jalan di Area Kampung Wara yang tertimbun longsoran tanah. Akibat kejadian ini, arus transportasi darat Jayapura–Wamena lumpuh total. (jim/rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Lebih lanjut sejak Senin (9/2) pihaknya melalui personel Satuan Lalu Lintas Polres Yalimo telah siaga di titik-titik aman untuk memberikan arahan kepada pengguna jalan, sekaligus melakukan pengawasan di sekitar lokasi longsor. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada masyarakat yang mencoba melintas di area berbahaya.
“Proses evakuasi dan pembersihan material longsor telah berlangsung sejak Senin (9/2) dengan mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan. Hal ini mengingat kondisi tanah yang masih labil serta adanya potensi longsor susulan akibat cuaca yang masih fluktuatif,” jelas Kompol Joni.
Polda Papua kata dia bersama instansi terkait terus berupaya maksimal agar akses jalan dapat segera dipulihkan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran proses penanganan di lokasi terdampak bencana. Kompol Joni juga mengimbau kepada para pengguna Jalan Trans Papua untuk sementara waktu tidak mendekati zona longsoran dan tidak melintas di jalur tersebut agar tidak mengganggu proses evakuasi.
“Kami akan selalu update terkait pembukaan kembali akses jalan akan disampaikan setelah kondisi dinyatakan aman,” imbuhnya.
Diketahui, bencana longsor tersebut mengakibatkan sedikitnya enam titik ruas jalan Trans Papua terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Enam titik tersebut meliputi Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu yang mengalami putus total, Jalan Tanjakan Yahuli, ruas Jalan Area Camp 90 dan Camp 80 yang tertimbun material longsor, Jembatan Kali Kil yang hanyut terbawa arus, serta ruas jalan di Area Kampung Wara yang tertimbun longsoran tanah. Akibat kejadian ini, arus transportasi darat Jayapura–Wamena lumpuh total. (jim/rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q