JAYAPURA – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan Kementerian Pekerjaan Umum diketahui telah menerjunkan tim teknis ke 36 titik lokasi longsor di ruas Trans Papua rute Jayapura-Wamena pada, Selasa (10/2).
Sebelumnya BBPJN juga telah menerjunkan alat berat kurang lebih 30 unit excavator serta puluhan buldoser dan mobil truk ketitik-titik lokasi longsor sejak, Senin (9/2).
Puluhan alat berat tersebut akan difokuskan pada pemetaan kerusakan infrastruktur serta evakuasi puluhan kendaraan yang terjebak dan tertimbun material tanah. Ungkapnya kejadian tersebut terjadi disepanjang jalan yang belum dilakukan pengaspalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Trans-Papua, Febryan Nurdiansyah, menyatakan saat ini pihaknya sementara proses identifikasi kerusakan sedang berlangsung sejak peristiwa itu terjadi pada, Minggu (8/2/2026) sekira pukul 21.00 WIT.
Saat ini, prioritas utama tim-nya di lapangan adalah membuka akses yang tertutup total guna menjangkau pengemudi dan kendaraan yang masih terjebak di zona bahaya.
“Kami masih melakukan inventarisasi karena akses benar-benar terputus. Tim sudah dikirim ke lokasi dan diperkirakan sore ini titik-titik kerusakan bisa teridentifikasi,” kata Febryan kepada Cenderawasih Pos via telepon, Selasa (10/2).
Tak hanya memetakan kerusakan, tim juga fokus membantu para sopir yang terjebak longsor dan berupaya untuk mengeluarkan kendaraan yang tertimbun material longsor. Akan tetapi hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti kendaraan yang tertimbun karena kondisi medan yang sulit dijangkau. Serta faktor cuaca yang fluktuatif menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi dari sejumlah kendaraan itu.
Namun yang pasti setidaknya 36 titik longsor, kini menjadi fokus pihaknya untuk dilakukan pemilihan. Ada 21 titik yang telah dilakukan pembersihan, sementara 15 titik lainnya masih dalam proses pekerjaan.
“Hingga kini jumlah kendaraan yang terjebak belum dapat dipastikan. Namun, alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses dan mengevakuasi kendaraan di titik yang bisa dijangkau,” tuturnya.