Saturday, April 13, 2024
25.7 C
Jayapura

Gempa Guncang Jayapura, Empat Orang Meninggal Dunia

JAYAPURA – Gempa bumi dengan magnitudo 5,4  yang terjadi Kamis (9/2) siang kemarin di Kota Jayapura memakan korban jiwa. Empat orang dinyatakan meninggal dampak dari gempa ini. Hanya Polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas para korban. Namun yang terlihat adalah di lokasi Cirita Café di kawasan Ruko Dok II Jalan Soa Siu.

Café tersebut ambruk dan masuk ke laut  dan saat itu karyawan café  yang ikut menjadi korban. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon mengatakan bahwa dari ambruknya café ini ada 7 orang yang sempat dievakuasi tim gabungan dari Polair dan Lantamal X Jayapura dan empat diantaranya dilaporkan meninggal.

“Ada pengunjung yang menjadi korban dan empat diantaranya dilaporkan meninggal tapi untuk informasi tersebut akan kami pastikan kembali dengan mengecek identitas korban di rumah sakit,” ucap Kapolresta disela – sela pantauan lapangannya kemarin.

Data yang diperoleh Cenderawasih identitas korban adalah Rista Pasimbong (meninggal), Satriani (meninggal), Astrid (meninggal), dan Maya (meninggal). Sedangkan beberapa karyawan lainnya yakni Diana, Naldi, Lukman, Loris semua berhasil selamat.

Baca Juga :  Gelontorkan Dana Rp 2,5 Miliar, KMAN di Kota Jayapura Harus Sukses

Sementara saat itu ada juga satu keluarga yang terdiri dari empat orang yang nyaris menjadi korban. Untungnya semua selamat. Selain kejadian di Cafe tersebut, di Hamadi Rawa juga terjadi kebakaran namun dari kebakaran ini dipastikan tak ada korban jiwa. “Seluruh armada tadi langsung mendatangi lokasi dan menangani dengan sigap sehingga tidak merembet lebih jauh,” kata Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Supraptono di lokasi kejadian.

Dampak dari gempa yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis sore ini membuat sejumlah gedung juga mengalami kerusakan. Titi gempa Kamis siang disebutkan berada di Yoka, Distrik Heram. Dari beberapa informasi yang dirangkum terlihat ada dua tempat ibadah yakni Masjid Nurul Amin Yapis, GKI Maranatha Polimak 1, Gedung Hasrat Abadi Polimak, Gedung Wali Kota menuju Dinsos Kota, termasuk dinding bangunan dekat Bank Mandiri dan sebuah rumah kos di Tasangka yang beberapa bagian dindingnya ambruk.

Baca Juga :  PTUN Tolak Gugatan Pencabutan izin Kelapa Sawit

“Ya ini sampai akuarium om jatuh ambruk ke bawah, ” kata Ani warga Polimak  menceritakan kondisi kos tetangganya.  Bangunan Mal Jayapura, gedung Universitas Yapis hingga gedung Kantor Gubernur yang baru juga mengalami kerusakan termasuk rumah – rumah warga. Tak sedikit warga yang panik bahkan pasien di RSUD Dok II juga sempat dikeluarkan dari gedung untuk mengantisipasi jika terjadi hal hal yang tak diinginkan. Tumpukan barang di Toko Buku Gramedia juga berhamburan jatuh dari raknya.

Gempa juga membuat banyak pegawai kantor dan pengunjung pusat perbelanjaan yang berhamburan keluar ruangan. Di Saga Dok V Jayapura bahkan ada salah satu pengunjung yang pingsan. Victor Mackbon meminta masyarakat untuk tetap waspada sebab gempa yang terjadi cukup intens. “Bila bangunan sudah retak silahkan evakuasi diri ketempat yang lebih aman. Lalu bagi masyarakat yang ingin melakukan aktifitas di pinggir pantai agar dihindari, mari kita belajar dari pengalaman yang sudah ada,” imbuhnya.(ade/dil/oel/wen)

JAYAPURA – Gempa bumi dengan magnitudo 5,4  yang terjadi Kamis (9/2) siang kemarin di Kota Jayapura memakan korban jiwa. Empat orang dinyatakan meninggal dampak dari gempa ini. Hanya Polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas para korban. Namun yang terlihat adalah di lokasi Cirita Café di kawasan Ruko Dok II Jalan Soa Siu.

Café tersebut ambruk dan masuk ke laut  dan saat itu karyawan café  yang ikut menjadi korban. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon mengatakan bahwa dari ambruknya café ini ada 7 orang yang sempat dievakuasi tim gabungan dari Polair dan Lantamal X Jayapura dan empat diantaranya dilaporkan meninggal.

“Ada pengunjung yang menjadi korban dan empat diantaranya dilaporkan meninggal tapi untuk informasi tersebut akan kami pastikan kembali dengan mengecek identitas korban di rumah sakit,” ucap Kapolresta disela – sela pantauan lapangannya kemarin.

Data yang diperoleh Cenderawasih identitas korban adalah Rista Pasimbong (meninggal), Satriani (meninggal), Astrid (meninggal), dan Maya (meninggal). Sedangkan beberapa karyawan lainnya yakni Diana, Naldi, Lukman, Loris semua berhasil selamat.

Baca Juga :  Diduga Korsleting, Tiga Petak Kosan Terbakar 

Sementara saat itu ada juga satu keluarga yang terdiri dari empat orang yang nyaris menjadi korban. Untungnya semua selamat. Selain kejadian di Cafe tersebut, di Hamadi Rawa juga terjadi kebakaran namun dari kebakaran ini dipastikan tak ada korban jiwa. “Seluruh armada tadi langsung mendatangi lokasi dan menangani dengan sigap sehingga tidak merembet lebih jauh,” kata Wakapolresta Jayapura Kota, AKBP Supraptono di lokasi kejadian.

Dampak dari gempa yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis sore ini membuat sejumlah gedung juga mengalami kerusakan. Titi gempa Kamis siang disebutkan berada di Yoka, Distrik Heram. Dari beberapa informasi yang dirangkum terlihat ada dua tempat ibadah yakni Masjid Nurul Amin Yapis, GKI Maranatha Polimak 1, Gedung Hasrat Abadi Polimak, Gedung Wali Kota menuju Dinsos Kota, termasuk dinding bangunan dekat Bank Mandiri dan sebuah rumah kos di Tasangka yang beberapa bagian dindingnya ambruk.

Baca Juga :  1 Desember Bukan Hari Kemerdekaan Papua

“Ya ini sampai akuarium om jatuh ambruk ke bawah, ” kata Ani warga Polimak  menceritakan kondisi kos tetangganya.  Bangunan Mal Jayapura, gedung Universitas Yapis hingga gedung Kantor Gubernur yang baru juga mengalami kerusakan termasuk rumah – rumah warga. Tak sedikit warga yang panik bahkan pasien di RSUD Dok II juga sempat dikeluarkan dari gedung untuk mengantisipasi jika terjadi hal hal yang tak diinginkan. Tumpukan barang di Toko Buku Gramedia juga berhamburan jatuh dari raknya.

Gempa juga membuat banyak pegawai kantor dan pengunjung pusat perbelanjaan yang berhamburan keluar ruangan. Di Saga Dok V Jayapura bahkan ada salah satu pengunjung yang pingsan. Victor Mackbon meminta masyarakat untuk tetap waspada sebab gempa yang terjadi cukup intens. “Bila bangunan sudah retak silahkan evakuasi diri ketempat yang lebih aman. Lalu bagi masyarakat yang ingin melakukan aktifitas di pinggir pantai agar dihindari, mari kita belajar dari pengalaman yang sudah ada,” imbuhnya.(ade/dil/oel/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya