Sementara itu, Pemilik PT Mitra Indimatam Nusantara, H. Tajrimin. Ia menyebut hambatan utama murni terletak pada rantai pasok dari Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa tak ada kekosongan total, saat ini pihaknya masih menunggu suplai dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Di sana kami memiliki sekitar 6.000 tabung, dan 2.000 di antaranya sudah terisi,” kata Tajrimin. “Kami berharap 2.000 tabung itu bisa segera dikirimkan seluruhnya ke Mimika agar tidak ada lagi kelangkaan,” imbuhnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sementara itu, Pemilik PT Mitra Indimatam Nusantara, H. Tajrimin. Ia menyebut hambatan utama murni terletak pada rantai pasok dari Sulawesi Selatan. Ia menegaskan bahwa tak ada kekosongan total, saat ini pihaknya masih menunggu suplai dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Di sana kami memiliki sekitar 6.000 tabung, dan 2.000 di antaranya sudah terisi,” kata Tajrimin. “Kami berharap 2.000 tabung itu bisa segera dikirimkan seluruhnya ke Mimika agar tidak ada lagi kelangkaan,” imbuhnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q