alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Laga Ditunda, Lepaskan Rindu Keluarga

Titus Bonai (dua dari kiri), winger Persipura dikawal ketat Mochamad Zaenuri (dua dari kanan) dan Birrul Walidain, pemain Persela pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (15/9). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

SURABAYA, Jawa Pos- Nyaris sebulan pemain-pemain Persipura Jayapura tidak pulang ke Papua. Selepas menjamu Persija Jakarta pada 11 September 2019 di Kutai Kartanegara, Boaz Solossa dkk selalu pulang ke Surabaya setelah menjalani laga tandang. Pun seusai melakoni partai kandang yang dimainkan di Gelora Delta, Sidoarjo. 

Karena itu, begitu pertandingan kontra PSM Makassar yang sedianya dimainkan 6 Oktober 2019 ditunda, Persipura langsung balik kanan. Pulang ke Papua. ”Karena jarak ke pertandingan berikutnya masih cukup lama, kami putuskan pulang ke Jayapura. Ke Papua,” kata Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago. 

Laga lawan PSM ditunda karena kepolisian Makassar tidak menerbitkan izin pertandingan. Faktor keamanan menjadi alasannya. Padahal, pertandingan tersebut sejatinya berstatus laga tunda putaran pertama. Kala itu laga diundur karena berbarengan dengan jadwal PSM yang bermain di AFC Cup. 

Baca Juga :  Melintas Batas Tanpa Dokumen, Lima Orang Diamankan

Skuad Persipura yang sudah terlanjur merapat ke Makassar untuk menjalani partai tunda itu pun langsung memutuskan pulang. Sebab, pertandingan berikutnya masih dimainkan 20 Oktober 2019 nanti. Tepatnya saat Persipura menjamu Arema FC di Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara. 

Pertandingan lawan PSM sendiri dijadwal ulang pada 16 November 2019. ”Pilihan untuk pulang ke Jayapura kami ambil agar para pemain bisa melepas rindu dengan keluarga. Sebab, sudah hampir satu bulan tim ini tidak pulang ke Jayapura,” ungkap Jacksen. 

Pelatih asal Brasil itu menyakini para pemain pasti sangat rindu dengan keluarganya. Baik dengan istri, anak-anak, maupun orang tua, dan saudara lainnya. Jacksen pun berharap kesempatan pulang ke Papua tersebut dimanfaatkan betul para pemainnya. 

Baca Juga :  Kunjungi Dua Jemaat GIDI, Bupati Mamteng Bantu Rp 200 Juta

Dengan begitu, beban rindu yang sebelumnya dipikul para pemainnya bisa lepas. Sehingga saat kembali bertanding nantinya pemain-pemain Mutiara Hitam -julukan Persipura- lebih segar dan bersemangat lagi. ”Harapannya dengan tambahan energi itu kami bisa melanjutkan tren positif selama ini,” ujar Jacksen. (fim/JPG)

Titus Bonai (dua dari kiri), winger Persipura dikawal ketat Mochamad Zaenuri (dua dari kanan) dan Birrul Walidain, pemain Persela pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (15/9). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

SURABAYA, Jawa Pos- Nyaris sebulan pemain-pemain Persipura Jayapura tidak pulang ke Papua. Selepas menjamu Persija Jakarta pada 11 September 2019 di Kutai Kartanegara, Boaz Solossa dkk selalu pulang ke Surabaya setelah menjalani laga tandang. Pun seusai melakoni partai kandang yang dimainkan di Gelora Delta, Sidoarjo. 

Karena itu, begitu pertandingan kontra PSM Makassar yang sedianya dimainkan 6 Oktober 2019 ditunda, Persipura langsung balik kanan. Pulang ke Papua. ”Karena jarak ke pertandingan berikutnya masih cukup lama, kami putuskan pulang ke Jayapura. Ke Papua,” kata Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago. 

Laga lawan PSM ditunda karena kepolisian Makassar tidak menerbitkan izin pertandingan. Faktor keamanan menjadi alasannya. Padahal, pertandingan tersebut sejatinya berstatus laga tunda putaran pertama. Kala itu laga diundur karena berbarengan dengan jadwal PSM yang bermain di AFC Cup. 

Baca Juga :  Yang Paling Setia saat Kita Terpuruk Adalah Keluarga

Skuad Persipura yang sudah terlanjur merapat ke Makassar untuk menjalani partai tunda itu pun langsung memutuskan pulang. Sebab, pertandingan berikutnya masih dimainkan 20 Oktober 2019 nanti. Tepatnya saat Persipura menjamu Arema FC di Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara. 

Pertandingan lawan PSM sendiri dijadwal ulang pada 16 November 2019. ”Pilihan untuk pulang ke Jayapura kami ambil agar para pemain bisa melepas rindu dengan keluarga. Sebab, sudah hampir satu bulan tim ini tidak pulang ke Jayapura,” ungkap Jacksen. 

Pelatih asal Brasil itu menyakini para pemain pasti sangat rindu dengan keluarganya. Baik dengan istri, anak-anak, maupun orang tua, dan saudara lainnya. Jacksen pun berharap kesempatan pulang ke Papua tersebut dimanfaatkan betul para pemainnya. 

Baca Juga :  Kunjungi Dua Jemaat GIDI, Bupati Mamteng Bantu Rp 200 Juta

Dengan begitu, beban rindu yang sebelumnya dipikul para pemainnya bisa lepas. Sehingga saat kembali bertanding nantinya pemain-pemain Mutiara Hitam -julukan Persipura- lebih segar dan bersemangat lagi. ”Harapannya dengan tambahan energi itu kami bisa melanjutkan tren positif selama ini,” ujar Jacksen. (fim/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/