Gizi Buruk Penyebab Kematian Ibu dan Anak

WAMENA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya melakukan evaluasi kasus dan penyebab kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayawijaya dengan melibatkan 24 Puskemas, Selasa, (22/8), kemarin.

    Dari evaluasi tersebut terungkap jika angka kematian ibu dan anak ini kebanyakan dipicu oleh gizi buruk dan saat persalinan, masyarakat lebih memilik ke dukun dari pada ke pelayanan kesehatan.

Pelaksana Gizi Bagian Kesehatan Masyarakat Dinkes Jayawijaya, Sulastri Fajar Wati mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayawijaya dengan melibatkan Puskesmas.

Menurut di triwulan pertama kegiatan ini hanya diikuti oleh Puskesmas yang memiliki kasus kematian ibu dan anak yang nantinya akan mempresentasikan penyebab kematian dan mengahadirkan narasumber  terkait.

Baca Juga :  Bubarkan Judi Berdiri,  Polisi Diserang Massa

“Narasumber yang kami panggil adalah dokter spesialis anak dari RSUD Wamena untuk memberikan materi penanganan persalinan,”kata Sulastri yang ditemui di tempat kegiatan, Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena, kemarin

Dikatakan, dari data yang diterima Dinkes, penyebab kematian anak karena gizi buruk, sedangkan kasus kematian ibu lebih kepada pasca persalinan akibat ibu hamil kurang mengontrol kesehatan mereka ke Posyandu ataupun Puskesmas.

Selain membahas mengenai kasus dan penyebab kematian ibu dan anak, Sulastri Fajarwati menjelaskan, para peserta yang terdiri 1 bidan dan dokter juga diberikan pelatihan pengenalan alat USG, karena  tahun ini, Kabupaten Jayawijaya akan mendapatkan 17 alat USG dari kementrian kesehatan.(jo/tho)

Baca Juga :  Bapperinda Papua Pegunungan Ingatkan OPD Rencanakan Program Kerja

WAMENA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya melakukan evaluasi kasus dan penyebab kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayawijaya dengan melibatkan 24 Puskemas, Selasa, (22/8), kemarin.

    Dari evaluasi tersebut terungkap jika angka kematian ibu dan anak ini kebanyakan dipicu oleh gizi buruk dan saat persalinan, masyarakat lebih memilik ke dukun dari pada ke pelayanan kesehatan.

Pelaksana Gizi Bagian Kesehatan Masyarakat Dinkes Jayawijaya, Sulastri Fajar Wati mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayawijaya dengan melibatkan Puskesmas.

Menurut di triwulan pertama kegiatan ini hanya diikuti oleh Puskesmas yang memiliki kasus kematian ibu dan anak yang nantinya akan mempresentasikan penyebab kematian dan mengahadirkan narasumber  terkait.

Baca Juga :  Penerbangan Dibatasi, Warga Kesulitan Tiket

“Narasumber yang kami panggil adalah dokter spesialis anak dari RSUD Wamena untuk memberikan materi penanganan persalinan,”kata Sulastri yang ditemui di tempat kegiatan, Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena, kemarin

Dikatakan, dari data yang diterima Dinkes, penyebab kematian anak karena gizi buruk, sedangkan kasus kematian ibu lebih kepada pasca persalinan akibat ibu hamil kurang mengontrol kesehatan mereka ke Posyandu ataupun Puskesmas.

Selain membahas mengenai kasus dan penyebab kematian ibu dan anak, Sulastri Fajarwati menjelaskan, para peserta yang terdiri 1 bidan dan dokter juga diberikan pelatihan pengenalan alat USG, karena  tahun ini, Kabupaten Jayawijaya akan mendapatkan 17 alat USG dari kementrian kesehatan.(jo/tho)

Baca Juga :  Tahun 2022,  BPJS Kesehatan Gelontorkan Klaim  Rp 113,47 Triliun

Berita Terbaru

Artikel Lainnya