Wednesday, January 14, 2026
27 C
Jayapura

Pj Walikota Kesal Pemprov Tak Urus Mahasiswa dengan Baik

JAYAPURA-Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey sangat kesal dengan Pemerintah Provinsi Papua. Khususnya, BPSDM Provinsi Papua sebagai instansi yang mengurus langsung program beasiswa mahasiswa otonomi khusus Papua yang saat ini sedang mengenyam pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dimana dari data yang ada, sekitar 500an mahasiswa asal kota Jayapura yang saat ini sedang terlantar akibat terhentinya biaya pendidikan dari pemerintah provinsi Papua yang bersumber dari dana otonomi khusus.

“Saya pikir ini menjadi sebuah persoalan yang kesalahannya ada pada pemerintah. Saya terus terang sampaikan, kami kecewa ke Pemerintah Provinsi Papua. Karena tidak urus anak-anak ini dengan baik,” kata Frans Pekey di kantor Walikota Jayapura, Senin (26/6).

Baca Juga :  Penyambutan Gubernur akan Dilakukan Secara Sederhana

Dia menerangkan sehubungan dengan persoalan ini, sejak 2 sampai 3 tahun yang lalu Pemerintah kota Jayapura sudah meminta data pasti mahasiswa Papua dari Port Numbay yang saat ini sedang mengenyam pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Tetapi data itu sampai hari ini tidak pernah diserahkan, secara resmi oleh Gubernur Kepada Bupati dan Walikota.

“Ini yang kami sesalkan, bagaimana kita mau menganggarkan kalau tidak ada data. Bagaimana kita mau menghitung uangnya kalau tidak ada data, blank,”sesalnya.

“Jadi BPSDM Provinsi Papua jangan hanya bicara, omong doang, saya kecewa. Nanti kalau orang tua mahasiswa datang ke sana, bilang bahwa itu sudah ke kabupaten/ kota. Mana datamu. Kasihan kita mempermainkan keluarga, orang tua dan juga anak-anak mahasiswa. Saya kecewa memang, karena saya tidak pernah diberikan data yang jelas,”bebernya.(roy/tri).

Baca Juga :  Danposal Sumuraman Dicopot

JAYAPURA-Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey sangat kesal dengan Pemerintah Provinsi Papua. Khususnya, BPSDM Provinsi Papua sebagai instansi yang mengurus langsung program beasiswa mahasiswa otonomi khusus Papua yang saat ini sedang mengenyam pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dimana dari data yang ada, sekitar 500an mahasiswa asal kota Jayapura yang saat ini sedang terlantar akibat terhentinya biaya pendidikan dari pemerintah provinsi Papua yang bersumber dari dana otonomi khusus.

“Saya pikir ini menjadi sebuah persoalan yang kesalahannya ada pada pemerintah. Saya terus terang sampaikan, kami kecewa ke Pemerintah Provinsi Papua. Karena tidak urus anak-anak ini dengan baik,” kata Frans Pekey di kantor Walikota Jayapura, Senin (26/6).

Baca Juga :  Di Atas Puas Lihat Keindahan Pulau Karang, Puas Berenang Dikelilingi Ikan

Dia menerangkan sehubungan dengan persoalan ini, sejak 2 sampai 3 tahun yang lalu Pemerintah kota Jayapura sudah meminta data pasti mahasiswa Papua dari Port Numbay yang saat ini sedang mengenyam pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Tetapi data itu sampai hari ini tidak pernah diserahkan, secara resmi oleh Gubernur Kepada Bupati dan Walikota.

“Ini yang kami sesalkan, bagaimana kita mau menganggarkan kalau tidak ada data. Bagaimana kita mau menghitung uangnya kalau tidak ada data, blank,”sesalnya.

“Jadi BPSDM Provinsi Papua jangan hanya bicara, omong doang, saya kecewa. Nanti kalau orang tua mahasiswa datang ke sana, bilang bahwa itu sudah ke kabupaten/ kota. Mana datamu. Kasihan kita mempermainkan keluarga, orang tua dan juga anak-anak mahasiswa. Saya kecewa memang, karena saya tidak pernah diberikan data yang jelas,”bebernya.(roy/tri).

Baca Juga :  Dapat Kuota 100 KIPK, FIK Uncen Sosialisasi di Sejumlah SMA 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya