Wednesday, January 14, 2026
27 C
Jayapura

Tim Gabungan Pemprov Papua Sidak SPBU

JAYAPURA – Tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (Sidak)  di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanah Hitam, Kota Jayapura, Selasa (15/11).

  Staf Ahli Sekretaris Daerah Papua, Ferdinand Risamasu mengatakan, sidak ini untuk mengidentifikasi persoalan antrean panjang kendaraan yang mengisi bahak bakar minyak (BBM) di SPBU.

  “Tujuan kita datang mau cek ketersediaan pasokan BBM, khususnya yang subsidi, ternyata pasokannya itu ada,” kata Ferdinand.

  Lanjut Ferdinand, kendati demikian, dari sidak itu terungkap bahwa hanya SPBU Tanah Hitam saja yang melayani pengisian Biosolar, sementara SPBU lain di kawasan Distrik Heram dan Abepura tidak melayani.

  Hal ini ditenggarai menjadi penyebab terjadinya penumpukan kendaraan di SPBU Tanah Hitam, sehingga mengakibatkan kemacetan di kawasan setempat dan terkesan bahwa Biosolar itu langka.

Baca Juga :  Pepera Seharusnya Digugat Ke Mahkamah Internasional Bukan MK

  “Dalam pekan ini Pemerintah Provinsi Papua akan menggelar pertemuan bersama pihak terkait diantaranya Pertamina, pengusaha SPBU, Dinas ESDM Papua dan pihak keamanan untuk membahas persoalan itu,” jelasnya.

  “Persoalan ini harus ditangani, karena pernah terjadi insiden di SPBU ini, orang yang antre tidak sabar lalu tersinggung akhirnya memukul petugas, bahkan ada ancaman SPBU akan dibakar,” sambungnya.

  Sebelumnya,dari pemantauan secara internal yang dilakukan Dinas Perindakop khususnya bidang perdagangan ditemukan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya antrean yakni, mesin depot yang mengalami kelambatan saat pengisian BBM, serta ditemukan kendaraan yang sama di hari yang sama melakukan pengisian BBM 2 hingga 3 kali. (fia/tri)

Baca Juga :  Hari Buruh Internasional Sebaiknya Jangan ada Aksi

JAYAPURA – Tim gabungan dari Pemerintah Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (Sidak)  di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanah Hitam, Kota Jayapura, Selasa (15/11).

  Staf Ahli Sekretaris Daerah Papua, Ferdinand Risamasu mengatakan, sidak ini untuk mengidentifikasi persoalan antrean panjang kendaraan yang mengisi bahak bakar minyak (BBM) di SPBU.

  “Tujuan kita datang mau cek ketersediaan pasokan BBM, khususnya yang subsidi, ternyata pasokannya itu ada,” kata Ferdinand.

  Lanjut Ferdinand, kendati demikian, dari sidak itu terungkap bahwa hanya SPBU Tanah Hitam saja yang melayani pengisian Biosolar, sementara SPBU lain di kawasan Distrik Heram dan Abepura tidak melayani.

  Hal ini ditenggarai menjadi penyebab terjadinya penumpukan kendaraan di SPBU Tanah Hitam, sehingga mengakibatkan kemacetan di kawasan setempat dan terkesan bahwa Biosolar itu langka.

Baca Juga :  Wakapolda Ingatkan Jelang Pemilu Rantis Harus Prima

  “Dalam pekan ini Pemerintah Provinsi Papua akan menggelar pertemuan bersama pihak terkait diantaranya Pertamina, pengusaha SPBU, Dinas ESDM Papua dan pihak keamanan untuk membahas persoalan itu,” jelasnya.

  “Persoalan ini harus ditangani, karena pernah terjadi insiden di SPBU ini, orang yang antre tidak sabar lalu tersinggung akhirnya memukul petugas, bahkan ada ancaman SPBU akan dibakar,” sambungnya.

  Sebelumnya,dari pemantauan secara internal yang dilakukan Dinas Perindakop khususnya bidang perdagangan ditemukan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya antrean yakni, mesin depot yang mengalami kelambatan saat pengisian BBM, serta ditemukan kendaraan yang sama di hari yang sama melakukan pengisian BBM 2 hingga 3 kali. (fia/tri)

Baca Juga :  Diduga Bensin Ketemu Rokok Jadilah Kebakaran

Berita Terbaru

Artikel Lainnya