Wednesday, February 11, 2026
30.9 C
Jayapura

Pelaku UKM Akui FDS Tahun ini Sepi Pembeli

SENTANI- Festival Danau Sentani (FDS) di Kabupaten Jayapura yang merupakan agenda rutin tahunan dan sempat terhenti selama 3 tahun, kembali dilaksanakan tahun ini.

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terlihat berbondong-bondong mengisi setiap ruang kosong yang ada di dalam tempat kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) Pantai Kalkote,  termasuk di jalan-jalan masuk menuju tempat utama penyelenggaraan kegiatan.

Salah satu pelaku UMKM yang ditemui media ini, Ani Rahmani Matuan mengakui, FDS tahun ini memang sedikit berbeda dari penyelenggaraan kegiatan festival danau Sentani di tahun-tahun sebelumnya.  Di mana sebelumnya,  kegiatan pameran kuliner dan souvenir difokuskan di satu tempat,  namun di tahun ini terbagi ke tiga tempat yaitu di Pantai Kalkote,  depan jalan masuk bandara dan di StadionBarnabas Youwe.

Baca Juga :  Maksimalkan Pembangunan, Proses Lelang Harus Dipercepat

“Mungkin itu yang membuat jualan kami sedikit sepi pembeli, karena pengunjung harus terbagi ke tiga tempat itu,” katanya, Jumat (28/10).

Dia menjelaskan,  barang-barang yang dijualnya beraneka ragam mulai dari Noken Papua,  makanan olahan dari ikan dan makanan ringan lainnya.  Untuk olahan ikan ini dijual Rp 20.000/kemasan. Sementara jika dikalkulasikan pendapatan dalam sehari sejak hari pertama,  dalam sehari hanya terjual dua atau tiga bungkus saja.

Dia mengakui,  biasanya yang datang membeli barang barang yang diperjualbelikan itu hanya terjadi pada sore sampai malam hari. Sementara siang hari kebanyakan semua stand atau lapak jualan para pelaku UKM tutup.  “Kalau siang ada yang buka tetapi sebagian besarnya tutup karena memang sepi pengunjung,” ujarnya.

Baca Juga :  Anemia dan Malaria Pengaruh Kematian Bumil dan Bayi

Diketahui kegiatan FDS di Kabupaten Jayapura itu menjadi agenda rutin setiap tahun.  Namun di tahun ini kegiatan FDS dirangkaikan menjadi satu dengan kegiatan bersama kegiatan hari ulang tahun KMA di Kabupaten Jayapura dan kegiatan KMAN ke-6.  (roy/ary)

SENTANI- Festival Danau Sentani (FDS) di Kabupaten Jayapura yang merupakan agenda rutin tahunan dan sempat terhenti selama 3 tahun, kembali dilaksanakan tahun ini.

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terlihat berbondong-bondong mengisi setiap ruang kosong yang ada di dalam tempat kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) Pantai Kalkote,  termasuk di jalan-jalan masuk menuju tempat utama penyelenggaraan kegiatan.

Salah satu pelaku UMKM yang ditemui media ini, Ani Rahmani Matuan mengakui, FDS tahun ini memang sedikit berbeda dari penyelenggaraan kegiatan festival danau Sentani di tahun-tahun sebelumnya.  Di mana sebelumnya,  kegiatan pameran kuliner dan souvenir difokuskan di satu tempat,  namun di tahun ini terbagi ke tiga tempat yaitu di Pantai Kalkote,  depan jalan masuk bandara dan di StadionBarnabas Youwe.

Baca Juga :  Bupati MA:  Terima SK Harus Setia di Tempat Tugas

“Mungkin itu yang membuat jualan kami sedikit sepi pembeli, karena pengunjung harus terbagi ke tiga tempat itu,” katanya, Jumat (28/10).

Dia menjelaskan,  barang-barang yang dijualnya beraneka ragam mulai dari Noken Papua,  makanan olahan dari ikan dan makanan ringan lainnya.  Untuk olahan ikan ini dijual Rp 20.000/kemasan. Sementara jika dikalkulasikan pendapatan dalam sehari sejak hari pertama,  dalam sehari hanya terjual dua atau tiga bungkus saja.

Dia mengakui,  biasanya yang datang membeli barang barang yang diperjualbelikan itu hanya terjadi pada sore sampai malam hari. Sementara siang hari kebanyakan semua stand atau lapak jualan para pelaku UKM tutup.  “Kalau siang ada yang buka tetapi sebagian besarnya tutup karena memang sepi pengunjung,” ujarnya.

Baca Juga :  Masalah Narkoba dan Miras di Dunia Pendidikan Tanggung Jawab Bersama

Diketahui kegiatan FDS di Kabupaten Jayapura itu menjadi agenda rutin setiap tahun.  Namun di tahun ini kegiatan FDS dirangkaikan menjadi satu dengan kegiatan bersama kegiatan hari ulang tahun KMA di Kabupaten Jayapura dan kegiatan KMAN ke-6.  (roy/ary)

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya