78 Kasus DBD di Asmat

JAYAPURA – Peta sebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asmat bertambah menjadi 78 kasus per tanggal 23 Juli tahun 2022. Jumlah tersebut mengalami peningkatan, per tanggal 21 Juli yang  tercatat sebanyak 70 kasus DBD. Adapun persebaran DBD terjadi di beberapa Distrik di Asmat diantaranya Distrik Agats, Distrik Jetsy dan Distrik Suru suru.

   Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat Sudarsono,SKM menyampaikan, dari 78 kasus DBD tersebut, 3 kasus rawat inap, 20 rawat jalan dan 1 kasus di rujuk di Mimika. “Sebanyak 32 kasus probable, 53 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia,” kata Sudarsono kepada Cenderawasih Pos.

Baca Juga :  Indonesia Masih Berpeluang Masuk 16 Besar? Begini Penjelasannya

  Dikatakan, beberapa hal telah dilakukan untuk menurukan angka penyebaran DBD di Asmat, Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat sudah melakukan foging sejak awal kasus pada juni lalu. Melakukan penyelidikan epidemologi dengan mendatangi rumah rumah warga di Asmat.

  “Kami ke rumah pasien dengan membawa format salah satunya apakah ada keluarga yang 1 atau 2 minggu kemarin baru pulang bepergian, termasuk melihat bak air milik warga dan lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya sarang nyamuk,” terangnya.

  Selain itu, tim sudah bekerja dengan mendata tempat penampungan air termasuk ada berapa yang memiliki jentik nyamuk. Pihaknya juga sudah melakukan foging jauh hari sebelumnya.“Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa dan menyisakan jentik jentiknya,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Saatnya warga Harus Mandiri Lakukan Perekaman

JAYAPURA – Peta sebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Asmat bertambah menjadi 78 kasus per tanggal 23 Juli tahun 2022. Jumlah tersebut mengalami peningkatan, per tanggal 21 Juli yang  tercatat sebanyak 70 kasus DBD. Adapun persebaran DBD terjadi di beberapa Distrik di Asmat diantaranya Distrik Agats, Distrik Jetsy dan Distrik Suru suru.

   Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat Sudarsono,SKM menyampaikan, dari 78 kasus DBD tersebut, 3 kasus rawat inap, 20 rawat jalan dan 1 kasus di rujuk di Mimika. “Sebanyak 32 kasus probable, 53 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia,” kata Sudarsono kepada Cenderawasih Pos.

Baca Juga :  Yunus Wonda: Mutilasi Merupakan Kejahatan yang Sangat Jarang terjadi di Papua

  Dikatakan, beberapa hal telah dilakukan untuk menurukan angka penyebaran DBD di Asmat, Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat sudah melakukan foging sejak awal kasus pada juni lalu. Melakukan penyelidikan epidemologi dengan mendatangi rumah rumah warga di Asmat.

  “Kami ke rumah pasien dengan membawa format salah satunya apakah ada keluarga yang 1 atau 2 minggu kemarin baru pulang bepergian, termasuk melihat bak air milik warga dan lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya sarang nyamuk,” terangnya.

  Selain itu, tim sudah bekerja dengan mendata tempat penampungan air termasuk ada berapa yang memiliki jentik nyamuk. Pihaknya juga sudah melakukan foging jauh hari sebelumnya.“Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa dan menyisakan jentik jentiknya,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Rugby Putri Papua Raih Juara 2

Berita Terbaru

Artikel Lainnya