Peserta Curang Bakal Dipidana

JAKARTA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengambil sikap tegas atas dugaan kecurangan dalam pelaksanaan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK). Peserta maupun oknum yang terbukti terlibat dalam dugaan kecurangan tersebut akan dituntut pidana.

Ketua LTMPT Mochamad Ashari menyampaikan, pihaknya telah melakukan proses pendalaman dengan melakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang tersedia. Bukti-bukti ini baik yang bersumber dari berita acara pelaksanaan ujian (BAPU), sistem UTBK- seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2022, laporan masyarakat, termasuk info yang beredar di media sosial, dan analisis kecurangan. Apabila terbukti melakukan kecurangan, LTMPT tak akan segan memberi sanksi tegas.

”Peserta dan oknum yang terlibat dalam kecurangan akan dituntut dan diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik sanksi administrasi maupun pidana,” tegasnya, kemarin (20/6).

Baca Juga :  Ekspor Migor dan Bahan Bakunya Dilarang Mulai 28 April

Di sisi lain, Ashari memastikan, bahwa selama pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022, baik gelombang 1 maupun gelombang 2, tidak terjadi kebocoran soal sama sekali meski sempat beredar foto-foto soal UTBK-SBMPTN 2022 di media sosial. Dia meyakinkan, LTMPT telah merancang soal UTBK-SBMPTN 2022 berbeda untuk setiap sesi.

”Artinya, tidak ada soal UTBK-SBMPTN 2022 yang sama antar sesi,” ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Karenanya, masyarakat diminta tidak resah dan khawatir mengenai penilaian dalam UTBK-SBMPTN 2022. Ashari mengatakan, upaya curang yang dilakukan oleh sejumlah oknum tersebut tidak berpengaruh terhadap keakuratan penilaian hasil UTBK sebagai bahan seleksi jalur SBMPTN 2022.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022. Di mana, diketahui adanya peserta yang secara sengaja memfoto soal-soal ujian. Foto-foto tersebut kemudian disebar melalui sebuah grup telegram.

Baca Juga :  Istana Diguncang Isu Reshuffle Kabinet

Kasus dugaan kecurangan ini mencuat setelah akun Twitter @Chanecha022 mengunggah cuitan berisi link grup Telegram tersebut. Dalam link tersebut ternyata berisi foto-foto soal UTBK 2022. Padahal, membawa handphone jadi salah satu hal yang dilarang saat ujian.

Mirisnya lagi, tak hanya satu orang yang diduga melakukan hal tersebut. Namun, puluhan. Bahkan, nama-nama mereka turut disebutkan dalam file tersebut. Cuitan tersebut kemudian ramai diperbincangkan hingga menjadi trending topic di twitter. (mia)

JAKARTA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengambil sikap tegas atas dugaan kecurangan dalam pelaksanaan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK). Peserta maupun oknum yang terbukti terlibat dalam dugaan kecurangan tersebut akan dituntut pidana.

Ketua LTMPT Mochamad Ashari menyampaikan, pihaknya telah melakukan proses pendalaman dengan melakukan pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang tersedia. Bukti-bukti ini baik yang bersumber dari berita acara pelaksanaan ujian (BAPU), sistem UTBK- seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2022, laporan masyarakat, termasuk info yang beredar di media sosial, dan analisis kecurangan. Apabila terbukti melakukan kecurangan, LTMPT tak akan segan memberi sanksi tegas.

”Peserta dan oknum yang terlibat dalam kecurangan akan dituntut dan diberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik sanksi administrasi maupun pidana,” tegasnya, kemarin (20/6).

Baca Juga :  Kemendikbudristek Batasi Pemberian Gelar Profesor Honoris Causa

Di sisi lain, Ashari memastikan, bahwa selama pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022, baik gelombang 1 maupun gelombang 2, tidak terjadi kebocoran soal sama sekali meski sempat beredar foto-foto soal UTBK-SBMPTN 2022 di media sosial. Dia meyakinkan, LTMPT telah merancang soal UTBK-SBMPTN 2022 berbeda untuk setiap sesi.

”Artinya, tidak ada soal UTBK-SBMPTN 2022 yang sama antar sesi,” ujar Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut.

Karenanya, masyarakat diminta tidak resah dan khawatir mengenai penilaian dalam UTBK-SBMPTN 2022. Ashari mengatakan, upaya curang yang dilakukan oleh sejumlah oknum tersebut tidak berpengaruh terhadap keakuratan penilaian hasil UTBK sebagai bahan seleksi jalur SBMPTN 2022.

Seperti diberitakan sebelumnya, diduga telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022. Di mana, diketahui adanya peserta yang secara sengaja memfoto soal-soal ujian. Foto-foto tersebut kemudian disebar melalui sebuah grup telegram.

Baca Juga :  Kementan Tetapkan Prosedur Penanganan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Kasus dugaan kecurangan ini mencuat setelah akun Twitter @Chanecha022 mengunggah cuitan berisi link grup Telegram tersebut. Dalam link tersebut ternyata berisi foto-foto soal UTBK 2022. Padahal, membawa handphone jadi salah satu hal yang dilarang saat ujian.

Mirisnya lagi, tak hanya satu orang yang diduga melakukan hal tersebut. Namun, puluhan. Bahkan, nama-nama mereka turut disebutkan dalam file tersebut. Cuitan tersebut kemudian ramai diperbincangkan hingga menjadi trending topic di twitter. (mia)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya