Karena Pedagang Port Numbay Tersisih dari Pasar Youtefa dan Hamadi

dok/Cepos

JAYAPURA – Perempuan Port Numbay berencana membangun pasar dengan mengutamakan kebersihan lingkungan nantinya.

 Hal ini dikatakan Tokoh Adat Perempuan Port Numbay Nerlince Wamuar Rollo ia mengatakan pasar tersebut dibangun guna menopang pedagang asli Port Numbay yang selama ini tersisihkan dari beberapa pasar utama di Kota Jayapura, seperti Pasar Youtefa, dan Hamadi.

 “Kita punya pasar nantinya bebas kantong plastik kami juga tidak pakai plastik  pembeli nanti pakai noken atau tas mereka, jadi sama dengan Mall – Mall,” katanya Kepada Cenderawasih Pos, Jumat, (24/7) lalu.

 Sebagai Istri Ondoafi, yang juga Ketua Pokja Perempuan di MRP ini mengatakan sudah saatnya Port Numbay punya pasar khusus untuk menjual hasil alam mereka.

Baca Juga :  PLN Gerak Cepat Pulihkan Suplai Listrik Pasca Cuaca Ekstrem

 “Perempuan Skow, perempuan Nafri, dan Enggros dan Tobati, mereka tersisih di pasar Youtefa, Hamadi maka melihat keadaan tersebut maka kami buat pasar, nantinya pasarnya bangunan kayu dan kami telah minta konsultan gambar bikin RAB lihat saja dan rencana waktu peresmian kami akan undang gubernur,” ujarnya.

 Sementara itu, adanya beberapa pedagang Port Numbay di ujung jembatan Youtefa yang berharap pasar dibangun di tempat mereka tersebut ia mengatakan hal itu juga menjadi kerinduannya namun permasalahan lahan membuatnya memilih untuk membangun di pertengahan Pantai Mendug 

“Kita juga ingin bangun di situ (ujung jembatan Youtefa), tapi banyak masyarakat pemilik hak tidak setuju dan sekarang kami timbun itu yang kasi tanah  orang Nafri mereka hibahkan, jadi kita tidak beli,” katanya.

Baca Juga :  Maju Pilkada, BTM Izin ke Tokoh Adat di Port Numbay 

 Pembangunan pasar yang dilakuan dengan swadaya tarsebut merupakan kontribusi dirinya bagi mama-mama Port Numbay untuk dijadikan tempat jualan dan hanya khusus bagi Masyarakat Port Numbay yang berjualan. (oel/wen) 

dok/Cepos

JAYAPURA – Perempuan Port Numbay berencana membangun pasar dengan mengutamakan kebersihan lingkungan nantinya.

 Hal ini dikatakan Tokoh Adat Perempuan Port Numbay Nerlince Wamuar Rollo ia mengatakan pasar tersebut dibangun guna menopang pedagang asli Port Numbay yang selama ini tersisihkan dari beberapa pasar utama di Kota Jayapura, seperti Pasar Youtefa, dan Hamadi.

 “Kita punya pasar nantinya bebas kantong plastik kami juga tidak pakai plastik  pembeli nanti pakai noken atau tas mereka, jadi sama dengan Mall – Mall,” katanya Kepada Cenderawasih Pos, Jumat, (24/7) lalu.

 Sebagai Istri Ondoafi, yang juga Ketua Pokja Perempuan di MRP ini mengatakan sudah saatnya Port Numbay punya pasar khusus untuk menjual hasil alam mereka.

Baca Juga :  Rawan Pemalakan, Jangan Beraktifitas Sampai Malam di Uncen dan Buper

 “Perempuan Skow, perempuan Nafri, dan Enggros dan Tobati, mereka tersisih di pasar Youtefa, Hamadi maka melihat keadaan tersebut maka kami buat pasar, nantinya pasarnya bangunan kayu dan kami telah minta konsultan gambar bikin RAB lihat saja dan rencana waktu peresmian kami akan undang gubernur,” ujarnya.

 Sementara itu, adanya beberapa pedagang Port Numbay di ujung jembatan Youtefa yang berharap pasar dibangun di tempat mereka tersebut ia mengatakan hal itu juga menjadi kerinduannya namun permasalahan lahan membuatnya memilih untuk membangun di pertengahan Pantai Mendug 

“Kita juga ingin bangun di situ (ujung jembatan Youtefa), tapi banyak masyarakat pemilik hak tidak setuju dan sekarang kami timbun itu yang kasi tanah  orang Nafri mereka hibahkan, jadi kita tidak beli,” katanya.

Baca Juga :  Realisasi PAD dari DKP Papua Capai Rp 293 juta

 Pembangunan pasar yang dilakuan dengan swadaya tarsebut merupakan kontribusi dirinya bagi mama-mama Port Numbay untuk dijadikan tempat jualan dan hanya khusus bagi Masyarakat Port Numbay yang berjualan. (oel/wen) 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya